Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

Selasa, 6 Oktober 2026 14:43 WIB

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Selasa, 6 Oktober 2026 14:04 WIB

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Selasa, 6 Oktober 2026 13:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
  • Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit
  • Bukan Cuma Trofi, John Herdman Sebut Juara Bersama Indonesia Lebih Spesial dari Piala Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka

By SusanaSenin, 17 Agustus 2026 16:24 WIB3 Mins Read
Gempa dahsyat guncang NTT. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 15.00 Wita, total korban jiwa tercatat mencapai 55 orang.

Data tersebut disampaikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Angka ini bertambah dua orang dibandingkan laporan pada Senin pagi yang mencatat 53 korban meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, secara keseluruhan terdapat 187 orang yang menjadi korban gempa Flores. Dari jumlah tersebut, 55 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.

“Tercatat sebanyak 187 orang menjadi korban, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka,” ujar Syafii, Senin.

Penambahan jumlah korban menunjukkan proses pencarian dan pendataan di wilayah terdampak masih berlangsung. Basarnas bersama unsur terkait terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang masih membutuhkan pertolongan.

Pencarian Korban Gempa Flores Terus Dilakukan

Syafii menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan secara maksimal di sejumlah wilayah terdampak.

Salah satu daerah yang mendapat perhatian adalah Manggarai Timur. Wilayah tersebut termasuk kawasan yang dilaporkan mengalami dampak cukup parah akibat gempa.

“Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Syafii.

Tim SAR masih bergerak bersama berbagai unsur untuk menangani dampak bencana, termasuk melakukan pencarian, evakuasi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Kondisi di lapangan juga menjadi tantangan tersendiri karena gempa berpotensi diikuti guncangan susulan.

Basarnas Ingatkan Warga Waspadai Gempa Susulan

Di tengah proses penanganan bencana, Basarnas mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi roboh. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya korban tambahan apabila terjadi gempa susulan.

Syafii juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan selama masa tanggap darurat.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat sebagian warga masih berada dalam kondisi panik setelah mengalami guncangan kuat.

Gempa M 7,7 Berpusat di Nagekeo

Gempa bumi yang mengguncang Flores terjadi pada Sabtu pagi. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.

Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

Besarnya magnitudo dan kedekatan sumber gempa dengan wilayah daratan membuat guncangan berdampak signifikan terhadap masyarakat di sejumlah daerah.

Selain menyebabkan korban meninggal dan luka-luka, gempa juga membuat warga mengungsi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Aktivitas Sesar Utara Flores Diduga Jadi Pemicu

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores.

Menurut Arief, kawasan tersebut memang memiliki jalur sesar aktif yang pernah menghasilkan gempa besar sebelumnya.

Ia mengaitkan aktivitas tersebut dengan kejadian gempa pada 1992.

“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores,” kata Arief.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa wilayah Flores dan sekitarnya memiliki potensi aktivitas kegempaan yang perlu diwaspadai.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengacu pada informasi resmi BMKG dan petugas di lapangan, terutama berkaitan dengan perkembangan gempa susulan dan kondisi bangunan pascabencana.

Korban Gempa Masih Bisa Bertambah

Dengan operasi pencarian dan pendataan yang masih berjalan, angka korban gempa Flores berpotensi mengalami perubahan.

Basarnas terus melakukan pemutakhiran data berdasarkan laporan dari wilayah terdampak. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi korban yang belum terverifikasi.

Hingga Senin sore, 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Flores.

Di tengah duka tersebut, proses pencarian dan pertolongan masih menjadi prioritas. Warga yang berada di wilayah terdampak juga diminta tetap tenang, waspada terhadap bangunan rusak, serta mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan susulan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.