bukamata.id – Kontroversi lagu “Gapapa” yang dipopulerkan pedangdut senior Anisa Bahar memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menuai kritik keras karena mengubah lirik lagu tersebut menjadi bernuansa vulgar, penyanyi Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Ketiganya mengunggah video klarifikasi bersama melalui akun Instagram masing-masing pada Senin (20/7/2026). Dalam video tersebut, Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhu terlihat kompak mengenakan hijab saat menyampaikan penyesalan mereka kepada publik, terutama kepada Anisa Bahar yang sebelumnya telah melayangkan somasi.
Namun, permintaan maaf tersebut datang setelah polemik terlanjur membesar. Sejumlah laporan polisi telah masuk terkait dugaan perubahan lirik lagu yang dinilai mengandung unsur asusila dan merugikan pihak pemilik karya.
Kasus ini pun kini tidak hanya menjadi perdebatan di media sosial, tetapi telah masuk dalam proses hukum.
Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhu Akui Bersalah serta Minta Maaf kepada Anisa Bahar
Dalam video permintaan maaf yang diunggah melalui Instagram masing-masing, ketiganya memperkenalkan identitas asli mereka.
DJ Zhu diketahui bernama Paramita Ayuning Karimi, Mala Agatha memiliki nama asli Lian Simala, sedangkan Icha Chellow bernama Erica Dewi Amanda.
Mereka menjelaskan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan setelah menerima surat teguran hukum atau somasi dari pihak Anisa Bahar melalui kuasa hukumnya, Sri Daren.
“Hari ini tanggal 20 Juli 2026, tepat 6 hari atau 6×24 jam dari somasi yang ditujukan kepada kami dari pihak Mami Anisa Bahar lewat pengacara beliau, yaitu Bapak Sri Daren, yang telah kami terima 3 hari yang lalu,” ujar mereka dalam video klarifikasi.
Ketiganya mengakui bahwa tindakan mengubah lirik lagu “Gapapa” telah menimbulkan kegaduhan dan membuat banyak pihak merasa tidak nyaman.
Mereka juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Anisa Bahar sebagai pemilik lagu asli.
“Kami menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kami atas kesalahan dan tindakan kami, atas terjadinya masalah yang telah membuat ketidaknyamanan semua pihak. Terkhusus kepada Mami Anisa Bahar dan juga pihak-pihak terkait, serta seluruh masyarakat Indonesia,” kata mereka.
Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhu juga berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami menyadari kesalahan yang kami buat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” lanjut mereka.
Tegaskan Permintaan Maaf Bukan Karena Tekanan
Dalam video tersebut, ketiganya juga menegaskan bahwa klarifikasi dan permintaan maaf dilakukan atas kesadaran pribadi.
Mereka membantah adanya tekanan atau intimidasi dari pihak tertentu yang membuat mereka akhirnya meminta maaf secara terbuka.
“Klarifikasi dan permohonan maaf kami ini kami lakukan atas kesadaran pribadi tanpa ada keterpaksaan dan tekanan dari pihak manapun,” ujar mereka.
Tidak hanya melalui media sosial, Mala Agatha dan kawan-kawan juga menyatakan siap bertemu langsung dengan Anisa Bahar.
Mereka bahkan menyebut siap datang ke kantor pengacara Anisa Bahar untuk meminta maaf secara langsung.
“Sekiranya permohonan maaf kami lewat sosial media tidak cukup, maka kami akan mendatangi Mami Anisa Bahar ke kantor pengacara atau di mana pun Mami Anisa berada untuk sungkem meminta maaf atas semua kesalahan kami,” ungkap mereka.
Sebelumnya Sempat Cengar-Cengir dan Dinilai Tidak Menyesal
Sebelum menyampaikan permintaan maaf, sikap Mala Agatha dan Icha Chellow justru menuai sorotan publik.
Dalam klarifikasi awal yang mereka buat, keduanya dianggap belum menunjukkan rasa bersalah atas polemik perubahan lirik lagu “Gapapa”.
Alih-alih meminta maaf, mereka justru menyampaikan sejumlah pembelaan dengan alasan hanya menjalankan pekerjaan sebagai penyanyi profesional.
Mereka menyebut terikat kontrak dengan produser sehingga berada dalam posisi sulit.
DJ Zhu dalam klarifikasi sebelumnya mengatakan bahwa mereka tetap harus menjalankan pekerjaan karena jika menolak bisa dianggap melanggar kontrak.
“Di sini kami juga terikat kontrak, kami juga tahu konsekuensinya akan seperti ini, tapi dikerjakan salah, enggak dikerjakan kita dapat wanprestasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi negatif dari masyarakat. Banyak warganet menilai ketiganya justru berusaha melempar tanggung jawab kepada pihak lain.
Mala Agatha dan Icha Chellow Minta Produser Ikut Bertanggung Jawab
Dalam klarifikasi sebelumnya, ketiganya juga meminta agar publik tidak hanya menyalahkan penyanyi.
Mereka menyebut produser yang membuat konsep lagu juga memiliki tanggung jawab dalam munculnya versi lirik yang menuai kontroversi.
“Jadi jangan salahkan kami dong, salahkan juga produsernya,” kata DJ Zhu.
Ucapan tersebut kemudian kembali mendapat sorotan karena dianggap tidak menunjukkan sikap bertanggung jawab sebagai pihak yang ikut membawakan lagu tersebut.
Bahkan, ucapan Icha Chellow yang disampaikan sambil tersenyum juga menjadi bahan kritik warganet.
“Masa kita aja ya,” ujar Icha saat itu.
Warganet Serang Kolom Komentar Instagram Mala Agatha
Permintaan maaf yang akhirnya disampaikan ketiganya belum sepenuhnya meredakan kemarahan publik.
Sejumlah warganet masih memberikan kritik tajam melalui kolom komentar Instagram Mala Agatha.
Beberapa komentar mempertanyakan alasan mereka mengenakan hijab saat membuat video permintaan maaf.
“KNP JD BERJILBAB!!!!!” tulis akun @apr***.
Komentar lain juga mempertanyakan ketulusan permintaan maaf tersebut.
“mnta maaf yg ke brp in, stlh in pasti ad ide lagu yg lbh ngawur,” tulis akun @eka***.
Sementara akun lain bahkan meminta agar kasus ini tetap diproses hukum.
“Jejak digital gaiso ilang ca ica coba play lagu gapapa sama bajumu udoo itu tbtb kok hijaban ca ica. Sumpah INDONESIA GAPAPA BANGET KAMU DIPENJARA! Karena apa? Karena anak anak lebih aman lebih punya generasi,” tulis akun @chi***.
Polisi Pastikan Kasus Tetap Berjalan Meski Video Sudah Dihapus
Di tengah permintaan maaf tersebut, proses hukum terhadap kasus ini tetap berjalan.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Rahmad Aji Prabowo, menegaskan bahwa penghapusan video maupun permintaan maaf tidak otomatis menghapus dugaan tindak pidana.
Menurutnya, laporan yang telah diterima polisi tetap akan diproses sesuai mekanisme hukum.
“Walaupun kontennya sudah ditake down, tindakan tersebut tidak serta-merta menggugurkan dugaan perbuatan pidana. Bagaimana hasil akhirnya nanti akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” kata Rahmad.
Pihak kepolisian berencana meminta keterangan dari Mala Agatha dan Icha Chellow terkait laporan dugaan pengubahan lirik lagu menjadi bermuatan mesum.
Sebelumnya, penyidik telah memeriksa saksi pelapor dari Yakuza Maneges Malang pada Senin (20/7/2026).
Polemik Lagu “Gapapa” Masuk Ranah Hukum
Kasus ini bermula ketika lagu “Gapapa” milik Anisa Bahar dibuat versi baru dengan perubahan lirik yang dianggap mengandung unsur vulgar.
Perubahan tersebut menuai kecaman karena dinilai tidak hanya mengubah makna lagu, tetapi juga berpotensi merusak citra karya asli.
Anisa Bahar sebagai pemilik lagu merasa dirugikan secara moral maupun profesional. Melalui kuasa hukumnya, Sri Daren, ia kemudian melayangkan somasi kepada Mala Agatha, Icha Chellow, dan DJ Zhu.
Selain itu, laporan juga telah dibuat ke pihak kepolisian di Jawa Timur, termasuk oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) ke Polrestabes Surabaya.
Bahkan, anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya turut memberikan kritik terhadap perubahan lirik lagu tersebut yang dianggap tidak pantas.
Kini, publik masih menunggu perkembangan kasus ini. Meski permintaan maaf telah disampaikan, keputusan akhir tetap berada di tangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan.
Kasus lagu “Gapapa” Anisa Bahar menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam berkarya tetap memiliki batas, terutama ketika menyangkut karya orang lain, norma masyarakat, dan tanggung jawab moral di ruang publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










