bukamata.id – Sebanyak 35 kelompok usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta di Bandung dan Cimahi unjuk kreativitas dalam Grand Final Lomba Kewirausahaan 2026 bagi penerima KIP Kuliah Jalur Aspirasi DPR RI. Kegiatan yang digelar di Mall D Botanica, Kota Bandung, Minggu (2/8), menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji ide bisnis sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Ajang tersebut dibuka oleh Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari 12 kampus swasta yang membawa beragam inovasi usaha, mulai dari produk kreatif hingga berbagai gagasan bisnis berbasis kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ledia mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilai tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga membangun jejaring dan kerja sama lintas kampus.
Menurutnya, kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu modal penting yang harus dimiliki mahasiswa, terutama ketika mereka nantinya memasuki dunia profesional maupun merintis usaha secara mandiri.
“Mahasiswa penerima KIP Kuliah adalah aset bangsa. Mereka telah memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, sehingga perlu terus didorong agar memiliki bekal menghadapi masa depan, salah satunya melalui kewirausahaan,” ujar Ledia.
Ledia menjelaskan, lomba kewirausahaan tersebut merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang dirancang untuk meningkatkan keberanian mahasiswa dalam mengembangkan gagasan bisnis. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran agar mahasiswa lebih percaya diri memperkenalkan produk yang mereka hasilkan.
Berbeda dengan pelaksanaan yang hanya berfokus pada penilaian internal, tahun ini lokasi kegiatan dipilih di pusat perbelanjaan. Langkah tersebut dilakukan agar produk mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memberikan pengalaman nyata dalam proses pemasaran.
Menurut Ledia, membangun usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan. Pelaku usaha juga harus memahami pentingnya membentuk identitas merek, melakukan promosi, serta menjalin hubungan dengan konsumen.
Karena itu, ia mendorong para peserta agar tidak berhenti setelah kompetisi selesai, melainkan terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap bisnis yang telah dirintis.
“Kualitas produk memang penting, tetapi kemampuan memperkenalkan produk dan membangun komunikasi dengan konsumen juga menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan sebuah usaha,” kata Ledia.
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kota Bandung dan Kota Cimahi itu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan datang dari perguruan tinggi mitra, LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta komunitas pengusaha Ideapreneur yang selama ini mendampingi mahasiswa dalam proses pengembangan usaha.
Dalam acara tersebut, perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Hevy Pratiwi, S.I.Kom., M.M., hadir sekaligus menjadi bagian dari tim penilai bersama komunitas Ideapreneur. Para juri memberikan evaluasi serta masukan kepada peserta agar usaha yang mereka bangun dapat berkembang lebih jauh.
Ledia juga menyoroti berbagai prestasi mahasiswa penerima KIP Kuliah yang selama ini mampu menunjukkan kemampuan di bidang akademik maupun inovasi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa penerima program tersebut memiliki potensi besar apabila diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang memadai.
“Mahasiswa KIP Kuliah memiliki kemampuan untuk bersaing dan menghasilkan karya terbaik ketika mendapatkan dukungan yang tepat,” ujarnya.
Dalam babak final tahun ini, Kelompok Revolta dari Universitas Winaya Mukti (UNWIM) berhasil keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi kedua diraih Kelompok Relume Candle dari Institut Teknologi Nasional (Itenas), dan juara ketiga ditempati Kelompok Kaynd Five Ever dari Universitas Halim Sanusi (UHS).
Ledia berharap kompetisi kewirausahaan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menjadi titik awal munculnya generasi baru pengusaha muda dari kalangan mahasiswa.
Ia menilai, semangat inovasi, keberanian mencoba, serta kemampuan bekerja sama harus terus dikembangkan agar mahasiswa mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan, membuka peluang kerja, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









