Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Sabtu, 20 Juni 2026 12:41 WIB
Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 11:16 WIB

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

Sabtu, 20 Juni 2026 09:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
  • Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun
  • Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Lembur Katumbiri, Kampung Warna-warni Baru di Bandung yang Sarat Makna Budaya

By Aga GustianaKamis, 8 Mei 2025 16:00 WIB2 Mins Read
Lembur Katumbiri Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Bandung kini memiliki destinasi wisata baru yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati. Terletak di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, kawasan bernama Lembur Katumbiri resmi diluncurkan pada Selasa (6/5/2025) oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Lembur Katumbiri merupakan hasil revitalisasi kawasan permukiman yang sebelumnya dikenal sebagai Kampung Pelangi 200, yang sempat viral pada 2020. Kini, kawasan tersebut disulap menjadi kampung penuh warna dan seni berkat kolaborasi lintas sektor.

Nama “Lembur Katumbiri” diambil dari bahasa Sunda. Lembur berarti kampung halaman, sementara Katumbiri berarti pelangi—namun dengan makna yang lebih kultural dan mendalam. Nama ini diusulkan langsung oleh warga, sebagai bentuk representasi identitas lokal dan untuk menghindari stereotipe yang selama ini melekat.

Baca Juga:  Dadang Supriatna Dorong Partai Koalisi Panaskan Mesin Partai, Target Raih 1,5 Juta Suara

Wisata yang Penuh Warna dan Nilai Edukatif

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut bahwa hadirnya Lembur Katumbiri menjadi simbol pembangunan kota yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada seni, budaya, dan kebersamaan warga.

“Bandung sekarang sedang giat membangun sektor pariwisata. Tidak hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi juga Dinas Bina Marga dan SDA ikut berkontribusi menciptakan destinasi wisata. Bahkan mural kini menjadi media narasi yang kuat,” ujar Farhan.

Baca Juga:  23 Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Jabar, BPBD Siap Lakukan Mitigasi

Ia berharap kawasan ini dapat menjadi model kawasan wisata lokal yang tertata rapi, inklusif, serta mengandung nilai edukasi bagi masyarakat.

Revitalisasi Besar-besaran dan Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa proses revitalisasi kawasan ini melibatkan pengecatan ulang 347 rumah dengan 504 galon cat senilai Rp190 juta, serta 150 personel lapangan.

“Kami mulai dari bagian luar karena keterbatasan anggaran untuk bagian dalam. Tapi justru luar biasa, kampung ini sudah viral sebelum resmi diluncurkan,” ungkap Didi.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Bandung Sidak Tempat Hiburan Usai Viral “Pesta Sabun”

Lembur Katumbiri tak hanya menawarkan keindahan visual. Lokasinya yang strategis memberikan pemandangan “mata elang”, ditambah mural-mural artistik hasil karya seniman lokal Kapten John.

Selain itu, kawasan ini juga dikembangkan sebagai ruang edukatif lewat program konservasi ikan endemik, urban farming, dan pasar mingguan yang digagas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Dengan wajah baru yang penuh warna dan semangat gotong royong, Lembur Katumbiri kini siap menyambut wisatawan lokal maupun luar kota sebagai ikon wisata komunitas berbasis budaya dan lingkungan di Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung budaya kampung Lembur Katumbiri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Garena Free Fire (FF)

Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya

Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis

Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.