Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lewat Kemah Edukasi TRAMP, Ratusan Pemuda Dilatih Tanggung Jawab Terhadap Alam

By Putra JuangSenin, 28 Oktober 2024 20:19 WIB2 Mins Read
Kemah Edukasi TRAMP. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perkumpulan Pendaki Gunung TRAMP menggelar Kemah Edukasi yang digelar di camping ground Cibuluh Land, Sentul, Kabupaten Bogor selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (26-27/10/2024).

Kemah Edukasi TRAMP dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, diikuti oleh 103 peserta Pramuka, Sispala dan 15 perwakilan kelompok pegiat alam (KPA) serta Mapala se-Jabodetabek.

Tahun ini, Kemah Edukasi mengangkat tema Semangat Pemuda Indonesia ‘Bergerak, Berkarya, Berpetualang, dan Berdampak’ dengan menghadirkan Alfira Naftaly Pangalila atau yang akrab disapa Abex dan pendaki muda Khansa Shahlaa sebagai pembicara yang membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam berkegiatan alam bebas.

Ketua Umum TRAMP, Julianto Wibowo mengatakan, Kemah Edukasi sudah diselenggarakan TRAMP sebanyak 3 kali, namun kegiatan-kegiatan sebelumnya diberi nama TRAMP Sharing Seasson.

“Artinya, pemuda – pemudi Indonesia harus terus bergerak pada kegiatan-kegiatan positif, terus berkarya pada hal-hal yang produktif, berpetualang ke seluruh pelosok negeri agar semakin menambah kecintaan terhadap bangsanya sendiri,” ucap Iyan sapaan akrabnya usai kegiatan Kemah Edukasi.

“Semua poin di atas yang dilakukan pemuda-pemudi Indonesia, wajib berdampak positif bagi pribadi masing-masing, kelompok, lingkungan, serta bangsa Indonesia,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Kemah Edukasi, Muhammad Nur Witama menambahkan, Kemah Edukasi diadakan sebagai respons tingginya minat olahraga luar ruang belakangan ini baik yang dilakukan oleh kalangan organisasi pegiat alam bebas, komunitas bahkan individu.

“Lantaran minimnya pengetahuan berkegiatan di alam bebas, perkembangan jaman yang signifikan, pergeseran budaya, kurangnya kepedulian terhadap kelestarian alam serta memudarnya etika dan rasa solidaritas oleh generasi muda saat ini,” imbuhnya.

Dalam berkegiatan di alam bebas, kata Nur Witama, hal tersebut berdampak besar pada kelestarian alam serta membahayakan bagi para pelaku kegiatan tersebut.

“Dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan luar ruang, perlu diimbangi dengan bekal pengetahuan seperti orientasi lokasi, tujuan berkegiatan, kemampuan dasar manajemen keamanan dan keselamatan, persiapan kemampuan fisik yang prima, serta penguasaan mental dan perilaku yang wajib di kuasai individu maupun kelompok,” tuturnya.

Dalam Kemah Edukasi, peserta akan diajak berdiskusi dengan pelaku pegiat alam bebas tentang pentingnya manajemen keselamatan dalam berkegiatan luar ruang serta edukasi tentang manajemen perjalanan, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dan materi teknik tali temali tunggal (Single Rope Technique).

Nur Witama berharap, setelah mengikuti kemah edukasi, peserta diharapkan bisa mengaplikasikan materi yang didapatkan ketika berkegiatan di alam bebas sehingga menjadi individu, kelompok, atau komunitas yang bertanggungjawab kepada lingkungan serta diri sendiri.

“Semoga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan serta meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri dalam berkegiatan luar ruang,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.