Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Rabu, 4 November 2026 09:58 WIB

Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini

Rabu, 4 November 2026 08:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Unpar Turun Aksi Kritik Kondisi Pemilu 2024 Era Jokowi: Pembajak Reformasi

By Putri Mutia RahmanSelasa, 5 Maret 2024 21:56 WIB3 Mins Read
Aliansi Parahyangan Bergerak (Arak) melakukan aksi di depan kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang tergabung dalam Aliansi Parahyangan Bergerak (Arak) melakukan aksi di depan kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Jl. Ciumbuleuit No.94 Bandung pada hari Selasa (5/2) pukul 15.00 WIB. 

Aksi tersebut merupakan bentuk seruan untuk mahasiswa Unpar dan segenap Civitas Akademika untuk menyikapi kondisi politik dan demokrasi pasca pemilu 2024. 

Massa aksi menganggap Pemilu 2024 membawa kehancuran nilai-nilai demokrasi dan pembangkangan terhadap moral dan etik sebagai bentuk pengkhianatan rezim kepada rakyat.

Dalam aksinya mahasiswa melakukan orasi yang diwarnai dengan poster “adili jenderal pelanggar HAM” dan bakar ban sebagai simbol perlawanan terhadap rezim. Tak lupa selebaran terkait kondisi politik dan demokrasi hari-hari ini disebarkan kepada beberapa mahasiswa dan warga yang menyaksikan.

Aksi tersebut sontak menarik atensi banyak mahasiswa, ratusan mahasiswa ikut berdiri dan menyambut sorak sorai dan bertepuk tangan setiap kali orator mengucapkan “hidup mahasiswa” dan “hidup rakyat indonesia meski kerap dihalangi oleh aparat keamanan.

Baca Juga:  Istana Pastikan Jokowi Hadiri Pelantikan Prabowo sebagai Presiden

Mahasiswa Fakultas Hukum 2022 Unpar sekaligus Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa, Lawrance Luhut Situmorang mengatakan, kontestasi politik 2024 tidak layak lagi dikatakan sebagai pesta rakyat, karena nyatanya pesta demokrasi tersebut hanya milik segelintir orang.

“Kontestasi politik 2024 tidak layak lagi dikatakan sebagai pesta rakyat, Pemilu 2024 hanyalah pesta Presiden Jokowi serta oligarki yang ada di belakangnya dan Pemilu 2024 kemarin hanyalah sebagai ajang untuk mempertahankan dinasti kekuasan Jokowi,” ujarnya.

Lalu Luhut, mencontohkan beberapa pelanggaran etik yang dilakukan oleh putra sulung Presiden Indonesia, Jokowi sebagai bentuk dinasti kekuasaannya. Diketahui, Gibran Rakabuming Raka diputuskan melanggar kode etik melalui putusan MKMK Nomor 02/MKMK/L/11/2023.

Baca Juga:  Tegas! Jokowi Bakal Tutup Industri yang Tak Pasang Scrubber Picu Polusi Udara

“Hal ini ditunjukkan pula secara culas melalui pembangkangan konstitusi yang mengakibatkan anak dari Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka dapat maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan rentetan kecurangan pemilu yang dilakukan secara masif oleh segelintir orang yang berkuasa di Indonesia. Seperti Presiden Joko Widodo yang dinilai berpihak kepada paslon 02, Menteri-menteri jokowi yang berkampanye tanpa melakukan cuti sebagai pejabat, dan Ketua KPU RI dan 6 anggotanya yang diputuskan bersalah oleh DKPP karena melanggar kode etik dalam menerima pendaftaran Gibran.

“Serangkaian pengkhianatan rakyat ini kemudian menghasilkan sementara presiden terpilih yaitu prabowo subianto. Prabowo Subianto yang merupakan jenderal yang telah dipecat 26 tahun yang lalu dari kesatuan TNI karena terbukti telah melakukan pelanggaran,” lanjutnya.

Baca Juga:  Inflasi di Indonesia Terkendali, Jokowi Bandingkan dengan Argentina dan Turki

Luhut melanjutkan, serangkaian yang dianggap sebagai kecurangan tersebut dianggap sebagai cara Jokowi membajak reformasi secara leluasa.

“Melalui bentuk pembungkaman-pembungkaman ruang bebas berekspresi, penggusuran terhadap tanah-tanah rakyat, pendidikan yang dimonopoli serta masih terpeliharanya KKN di era reformasi sekarang tak ubah seperti rezim orde baru Soeharto,” sebut Luhut.

Oleh karena itu Luhut mengajak semua kalangan tidak tinggal diam dan memobilisasi kekuatan rakyat sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim fasis hari ini.

“Dimulai dari lingkaran-lingkaran terkecil dan gerakan-gerakan kecil melalui penyadaran kolektif. Rekan-rekan mahasiswa terkhususnya mengajak untuk bergerak turun ke masyarakat, terlibat dalam setiap gerakan rakyat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan tinggi,” ajak Luhut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jokowi Pemilu 2024 Unpar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.