Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kode Redeem FF Terbaru 7 Juli 2026: Buruan Klaim Skin, Bundle hingga Diamond Gratis

Selasa, 7 Juli 2026 09:27 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun Rp15.000, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

Selasa, 7 Juli 2026 09:08 WIB

Cristiano Ronaldo Tutup Lembaran Piala Dunia, Portugal Tersingkir Dramatis dari Spanyol

Selasa, 7 Juli 2026 08:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Terbaru 7 Juli 2026: Buruan Klaim Skin, Bundle hingga Diamond Gratis
  • Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun Rp15.000, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru
  • Cristiano Ronaldo Tutup Lembaran Piala Dunia, Portugal Tersingkir Dramatis dari Spanyol
  • Link Live Streaming Amerika Serikat vs Belgia Pagi Ini, Duel Balas Dendam Piala Dunia 2026 Dimulai!
  • 4 Bansos Cair Juli 2026, PKH Tahap 3 hingga BPNT Rp600 Ribu Mulai Disalurkan, Cek Daftar Penerimanya
  • Preview AS vs Belgia di Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam 12 Tahun, USMNT Diunggulkan Lolos ke Perempat Final
  • Siap Memanas! Ini Jadwal Sisa Pertandingan Piala Dunia 2026 Menuju Final
  • Info Bansos Juli 2026: Daftar 5 Bantuan yang Cair Bulan Ini, Cek Nominalnya di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menanti Perbaikan, Warga Padalarang Andalkan Jembatan Bambu untuk Aktivitas Sehari-hari

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 19:51 WIB2 Mins Read
Jembatan Padalarang
Jembatan ambruk di Padalarang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akses utama yang menjadi nadi kehidupan warga di Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih lumpuh setelah jembatan penghubung dua kampung ambruk diterjang banjir sebulan lalu. Tak ingin terus terisolasi, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari anyaman bambu demi tetap bisa beraktivitas sehari-hari.

Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tetapi jalur vital yang dilalui anak-anak sekolah hingga warga yang menjalankan aktivitas ekonomi. Kini, mereka harus melewati jembatan bambu sederhana yang rentan hanyut oleh derasnya aliran sungai.

“Jalan ini bukan alternatif, ini jalan utama. Dari anak sekolah sampai yang berdagang semua lewat sini,” ujar Nendi (42), tokoh masyarakat Kampung Sukamaju, dikutip Kamis (17/4/2025).

Baca Juga: Ayah Biologis Anak Lisa Mariana Terkuak, Bukan Ridwan Kamil!

Baca Juga:  Gagal ke Senayan, Pilbup Bandung Barat Jadi Ajang Persaingan Artis Hengky Kurniawan Vs Jeje Govinda

Ia menambahkan, warga yang menyeberang setiap hari dilanda kekhawatiran, terutama saat hujan turun deras.

“Kami was-was. Jembatan darurat ini bisa hanyut kapan saja kalau air naik,” ujarnya.

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan yang roboh. Menurutnya, kerusakan disebabkan kikisan arus sungai yang deras saat banjir.

“Kami sudah cek dan ajukan perbaikannya. Sekarang tinggal menunggu proses teknis dari Dinas PUTR KBB,” katanya.

Namun, proses perbaikan belum bisa segera dilakukan karena status jembatan berada di atas saluran pengairan, bukan sepenuhnya di bawah kewenangan desa. Hal ini membuat pemerintah desa harus mencari tahu lebih lanjut, apakah perbaikan menjadi tanggung jawab BBWS Citarum Harum atau PUPR bidang pengairan.

Baca Juga:  Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis

Baca Juga: Bejat! Ayah di Cianjur Perkosa Anak Kandung Sejak SMP

“Kalau milik BBWS, prosesnya harus ke provinsi. Kalau milik PUPR KBB, cukup izin ke kabupaten,” jelas Kepala Desa Padalarang, Karom.

Menurut Karom, pembangunan jembatan secara permanen membutuhkan dana sekitar Rp800 juta, termasuk bronjong dan tembok penahan tanah (TPT) untuk memperkuat struktur dari ancaman longsor atau banjir. Ia menyatakan kesiapannya untuk menggeser anggaran pembangunan lain agar proyek ini bisa segera terlaksana.

Baca Juga:  Tangkal Pinus Lembang: Camping Nyaman, Alam Menawan, dan Masak Musik yang Bikin Betah

“Kami ingin jembatan nanti bisa dilalui mobil, minimal roda empat. Karena ini kebutuhan mendesak, kami upayakan sesegera mungkin,” tegasnya.

Kepala desa dan camat kompak menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga yang membangun jembatan darurat secara swadaya. Di tengah keterbatasan, masyarakat Padalarang menunjukkan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama di saat krisis.

Namun, kondisi ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk bertindak lebih cepat dalam menangani infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Jembatan Padalarang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

4 Bansos Cair Juli 2026, PKH Tahap 3 hingga BPNT Rp600 Ribu Mulai Disalurkan, Cek Daftar Penerimanya

Taufik Hidayat Dijerat 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Capai 36 Tahun Penjara

Begal

Viral Terduga Begal Ditangkap Warga di Cigadung Bandung, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Koperasi Merah Putih di Tengah Gunung Bandung Barat, Kades Beri Penjelasan

Kabar Gembira! Bandung Zoo Siap Dibuka Lagi Bulan Ini, Proses Pengelolaan Baru Hampir Rampung

Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Panduan Lengkap MagangHub Kemnaker 2026: Cara Daftar, Dokumen Wajib, dan Jadwal Seleksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.