Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Sabtu, 1 Agustus 2026 22:16 WIB

Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI

Sabtu, 1 Agustus 2026 21:57 WIB

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 21:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan
  • Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
  • Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize
  • Rumor Jay Idzes Diincar PSG, Benarkah Ada Ketertarikan dari Raksasa Prancis?
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Michael Octavian ‘Si Manusia Silver’: Remaja Pasar Baru yang Kini Melangkah di Atas Runway

By Aga GustianaJumat, 23 Januari 2026 09:50 WIB5 Mins Read
Michael O, atau sekarang lebih dikenal Mike Octavian. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Michael Octavian belakangan dikenal publik sebagai “manusia silver yang jadi model”. Namun di balik label viral itu, Michael—atau Mike—adalah potret remaja Jakarta yang tumbuh di lingkungan sederhana, belajar mandiri sejak dini, dan menemukan jalannya sendiri melalui pengalaman hidup yang tak lazim bagi anak seusianya.

Mike lahir dan besar di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kawasan tua yang riuh, padat, dan sarat aktivitas ekonomi rakyat kecil. Sehari-hari, ia akrab dengan hiruk-pikuk pasar, suara kendaraan, dan ritme hidup yang menuntut kecekatan. Ayahnya bekerja sebagai sopir, sementara ibunya, Susan, berjualan ikan asin di pasar tradisional. Keluarga ini hidup sederhana, tanpa kemewahan, namun berkecukupan.

Sebagai anak, Mike tumbuh seperti remaja kebanyakan. Ia pendiam, tak banyak tingkah, dan lebih sering mengamati sekitar daripada menjadi pusat perhatian. Tak ada latar dunia hiburan atau fashion dalam hidupnya. Runway, desainer, dan agensi model adalah dunia yang terasa jauh—bahkan tak pernah ia bayangkan.

Lingkungan tempat tinggalnya turut membentuk pilihan hidup Mike. Di sekitar rumahnya, banyak remaja mencari uang sendiri dengan menjadi manusia silver di lampu merah. Aktivitas itu bukan hal tabu, melainkan realitas yang lumrah ditemui.

“Beneran manusia silver (bukan gimmick), ikut teman, teman di sekitar rumah cari uang di situ. Di daerah Pasar Baru,” kata Mike saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar TransTV, Rabu (21/1/2026).

Keputusan Mike turun ke jalan bermula dari rasa ingin tahu dan keinginan mandiri. Ia tak ingin terus bergantung pada orang tua, meski keduanya masih bekerja dan berusaha mencukupi kebutuhan keluarga. Menjadi manusia silver bukan cita-cita, melainkan jalan yang ia pilih untuk belajar bertanggung jawab.

Setiap hari, tubuhnya dilumuri cat berwarna silver. Ember kecil bekas cat menjadi teman setia. Ia berdiri di persimpangan lampu merah Pasar Baru, menunggu lampu berubah merah, lalu berjalan menghampiri kendaraan satu per satu. Terik matahari, aspal panas, dan pandangan orang-orang yang beragam—iba, acuh, hingga curiga—menjadi bagian dari kesehariannya.

Selama hampir satu tahun, Mike menjalani rutinitas itu. Penghasilannya tak seberapa, namun cukup untuk memberinya rasa bangga.

“Rp80–100 ribu sehari,” ujarnya.

Uang itu bukan sekadar nominal. Bagi Mike, itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ia belajar mengatur uang, menahan lelah, dan memahami arti jerih payah.

Tak hanya soal fisik, menjadi manusia silver juga menguji mental. Ada rasa malu, takut, dan waswas, terutama saat razia petugas datang.

“Pernah (hampir kena razia Satpol PP) tapi lari,” kata Mike sambil tertawa.

Tawa itu terdengar ringan, namun menyimpan pengalaman yang membentuk kedewasaan Mike lebih cepat dari usianya. Ia tak memandang masa itu sebagai sesuatu yang memalukan. Justru sebaliknya.

“Karena di luar pengin jadiin pengalaman, jadi bisa lebih bersyukur karena ada orang yang lebih susah,” katanya.

Diam-diam dari Orang Tua

Meski mandiri, Mike memilih menyembunyikan pekerjaannya dari orang tua. Ia tahu ibunya tak akan setuju. Kekhawatiran orang tua bukan tanpa alasan—lampu merah adalah ruang publik yang keras dan penuh risiko.

Susan, sang ibu, mengenang masa itu dengan perasaan campur aduk antara takut, marah, dan bangga.

“Mike pertama (jadi manusia silver) umpet-umpetan dari mama papanya, saya dagang ikan asin di pasar, saya dengar ada razia, takutnya Michael (ketangkap) tapi ternyata dia kabur,” ujar Susan.

Saat mengetahui anaknya benar-benar turun ke jalan, Susan tak bisa menahan emosi.

“Saya marahin, gak usah (jadi manusia silver lagi) kita juga masih bisa (biayain) sedikit-sedikit, tapi mungkin dia mau mandiri,” katanya sambil menangis.

Bagi Mike, larangan itu justru mempertegas nilai keluarga yang ia pegang. Ia tak pernah berniat melawan orang tua, hanya ingin membuktikan bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Viral dan Identitas Baru

Takdir Mike berubah saat sebuah video sederhana mengabadikan dirinya di lampu merah. Video itu membawanya bertemu dengan Captain Barbershop, yang kemudian melakukan makeover dan mengunggahnya ke media sosial.

“Aku ada (di konten) Captain Barbershop untuk bikin video make over,” kata Mike.

Transformasi itu bukan sekadar soal penampilan. Rambut dipotong rapi, pakaian disesuaikan dengan postur tubuhnya yang tinggi—sekitar 180–181 sentimeter. Untuk pertama kalinya, Mike melihat dirinya dari sudut pandang berbeda.

Video tersebut viral. Tanpa disadari Mike, wajahnya mulai dikenal banyak orang. Bahkan, sejumlah pelaku industri fashion melihat potensi yang selama ini tersembunyi.

“Video aku viral, ada agency yang tertarik dengan Mike. Pas video viral itu, aku lagi minta-minta di lampu merah, ada yang videoin,” katanya sambil tertawa kecil, masih tak percaya.

Beberapa bulan kemudian, tawaran demi tawaran datang. Mike yang sebelumnya asing dengan dunia modelling, mulai belajar berjalan, berpose, dan memahami disiplin kerja profesional.

“(Setelah video itu viral) terus aku ditawarin jadi model. Sekitar beberapa bulan, ada agency yang tertarik,” katanya.

Tahun 2024 menjadi tonggak penting. Ia dipercaya berkolaborasi dengan jenama Signore, sebuah kesempatan besar bagi pendatang baru. Tak lama, Mike resmi bergabung dengan Humann Management.

“Gak sangka banget, aku gak tau video aku viral. Ada banyak teman support aku,” ujarnya.

Dari Lampu Merah ke Runway

Kini, identitas Mike perlahan bergeser. Ia bukan lagi sekadar anak Pasar Baru atau mantan manusia silver, melainkan model runway profesional. Namun sifatnya tetap sama—rendah hati, pemalu, dan sederhana.

“Aku sudah jalan di panggung Plaza Indonesia Fashion Week dan (pakai baju dari) desainer. Awalnya tegang, hati mah senang bisa jalan di panggung itu, tapi dengkul bergetar,” katanya berseloroh.

Perubahan terbesar terasa pada penghasilan. Jika dulu ia mengandalkan recehan di lampu merah, kini ia menerima bayaran berkali-kali lipat untuk sekali tampil.

“Alhamdulillah iya (bayaran berkali-kali lipat),” kata Mike malu-malu.

Bagi sang ibu, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan doa.

“Alhamdulillah saya bangga, dari tadi keluar air mata, saya bangga, kerja keras dia berhasil, sukses ya nak,” kata Susan.

Michael Octavian adalah kisah tentang remaja yang menemukan jati diri melalui pengalaman hidup, bukan privilese. Dari Pasar Baru ke panggung mode, ia membawa masa lalu sebagai bagian dari identitasnya—bukan untuk dilupakan, melainkan untuk diingat sebagai fondasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Fashion Indonesia Kisah Inspiratif Manusia Silver Michael Octavian model runway Pasar Baru profil remaja
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI

Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap

Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.