Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 19:02 WIB

Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 18:18 WIB

Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026
  • Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya
  • Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
  • Laga Hidup Mati Timnas Indonesia Kontra Singapura: Skenario Penentuan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
  • Debut Singkat! Mariano Peralta Siap Jadi Senjata Persib di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Miss Universe 2025 Terbelit Kontroversi: Pengunduran Diri Juri dan Tuduhan Manipulasi Seleksi

By Aga GustianaKamis, 20 November 2025 12:57 WIB4 Mins Read
Tatapan sinis Miss Israel ke Miss Palestina viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ajang Miss Universe 2025, yang semestinya menjadi pesta kecantikan terbesar dan paling prestisius di dunia, justru memasuki fase paling tegang dalam sejarah penyelenggaraannya. Menjelang acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2025 di Impact Challenger Hall, Thailand, publik dikejutkan oleh pengunduran diri salah satu jurinya—musisi dan komposer asal Lebanon, Omar Harfouch. Keputusan itu bukan sekadar mundur, melainkan disertai tuduhan serius mengenai integritas proses penjurian.

Langkah Omar menyita perhatian dunia setelah ia menyampaikan pernyataan terbuka yang menyoroti dugaan adanya permainan di balik layar. Ia mengklaim menemukan keberadaan sebuah kelompok tidak resmi yang, menurutnya, memiliki pengaruh besar dalam menentukan siapa saja yang akan masuk daftar 30 besar finalis Miss Universe 2025.

Tudingan: “Kelompok Bayangan” yang Mengatur Finalis

Dalam keterangannya, Omar menyebut kelompok tersebut bekerja di luar struktur resmi penjurian. Bahkan, ia menuding beberapa orang dalam kelompok ini memiliki hubungan pribadi dengan sejumlah kontestan. Omar percaya kondisi tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan dan merusak kredibilitas kompetisi.

Ia juga mengungkap bahwa salah satu orang yang menangani tabulasi hasil memiliki keterkaitan dengan kelompok yang ia curigai. Bagi Omar, ini bukan sekadar kejanggalan, tetapi indikasi bahwa proses seleksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya tidak bersedia menjadi bagian dari drama semacam ini,” tulisnya dalam pengumuman pengunduran diri yang ia bagikan secara terbuka, sembari menarik seluruh musik ciptaannya dari program Miss Universe.

Percakapan yang Menjadi Titik Balik

Sebelum membuat keputusan final, Omar mengaku sempat berbicara dengan pemilik Miss Universe, Raul Rocha. Namun, bukannya menemukan kejelasan, ia merasa percakapan tersebut justru menambah tanda tanya. Menurut Omar, jawaban yang ia terima tidak menenangkan dugaan adanya komite tersembunyi yang berperan dalam proses seleksi.

Informasi soal keberadaan “komite rahasia” itu awalnya ia ketahui dari media sosial. Setelahnya, Omar memutuskan bahwa cara paling etis adalah membawa isu tersebut ke ruang publik.

Reaksi Miss Universe: Bantahan Keras

Tak butuh waktu lama bagi organisasi Miss Universe untuk merespons. Mereka menyatakan bahwa Omar telah salah paham. Komite yang dimaksud disebut sebagai “Beyond the Crown”, kelompok yang beranggotakan delapan orang dan diperkenalkan kepada publik sebagai pemimpin komunitas—bukan bagian dari juri atau tim seleksi.

Dalam pernyataan resminya, organisasi Miss Universe menuliskan:

“Dengan mempertimbangkan kebingungan dan kesalahpahaman yang disampaikan Bapak Harfouch, kami menghormati keputusannya untuk mengundurkan diri.”

Mereka juga menegaskan bahwa sistem penjurian Miss Universe ke-74 tetap mengikuti protokol standar dan diawasi secara ketat.

Kesaksian Kontestan yang Menguatkan Kecurigaan

Ketika suasana mulai mereda, kontroversi kembali memuncak setelah seorang kontestan yang meminta identitasnya dirahasiakan memberikan keterangan kepada PEOPLE. Menurutnya, daftar 30 besar sudah ditetapkan sebelum juri resmi memulai penilaian. Ia mengungkap bahwa para kontestan bahkan belum tampil di atas panggung saat daftar tersebut disusun.

Baginya, langkah Omar adalah tindakan berani yang membuka isu yang selama ini “tidak boleh dibicarakan”.

Kesaksian ini memicu gelombang baru perdebatan dan menghadirkan dilema moral bagi penyelenggara.

Sorotan Publik Bergeser dari Panggung ke Belakang Layar

Miss Universe 2025 kini harus menghadapi tekanan besar untuk membuktikan bahwa proses penjurian bebas dari intervensi dan manipulasi. Alih-alih fokus pada persaingan antarkontestan, perhatian publik justru tertarik pada integritas acara.

Transparansi, yang selama ini menjadi tuntutan dalam berbagai ajang kecantikan, kembali menjadi isu sentral.

Kontroversi Lain yang Sudah Terjadi Sebelumnya

Pengunduran diri Omar bukan satu-satunya masalah yang membayangi Miss Universe 2025. Beberapa minggu sebelumnya, acara ini telah diramaikan oleh insiden yang melibatkan Nawat Itsaragrisil, Direktur Eksekutif Miss Universe Thailand.

Dalam acara sashing ceremony pada 4 November 2025, Nawat menegur Miss Mexico 2025, Fatima Bosch, karena dianggap tidak mengikuti instruksi untuk mempromosikan Thailand di media sosial. Lebih tidak mengenakkan, teguran itu disampaikan dengan kata-kata yang terdengar merendahkan.

Salah satu ucapannya yang terekam adalah: “If you follow the orders from your national director, you are a dumb.”

Ungkapan yang didengar sebagai “dumbhead” itu memicu kemarahan para kontestan dan publik. Perwakilan dari beberapa negara—termasuk mantan Miss Universe Victoria Kjær Theilvig—melakukan aksi walk-out sebagai bentuk solidaritas terhadap Bosch.

Adegan itu tersebar luas melalui siaran langsung media sosial dan menambah panjang daftar kontroversi Miss Universe tahun ini.

Nawat Minta Maaf, tapi Kerusakan Reputasi Terlanjur Terjadi

Setelah gelombang kritik menguat, Nawat akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menyatakan tidak berniat merendahkan siapa pun, dan mengklaim ada kesalahpahaman karena kata yang dimaksud adalah “damage”, bukan “dumb”.

Namun, bagi banyak pihak, penjelasan itu tidak cukup untuk menghapus kesan buruk yang terlanjur tersebar.

Dua Arah Kontroversi, Satu Krisis Besar

Dengan hadirnya dua jenis kontroversi—tuduhan manipulasi dari internal penjurian dan insiden verbal yang melibatkan pihak penyelenggara—Miss Universe 2025 kini berada dalam krisis reputasi.

Daya tarik glamor, gaun megah, dan panggung spektakuler untuk sementara tergeser oleh pertanyaan tentang keadilan, profesionalisme, dan integritas.

Menjelang malam final, semua mata tertuju bukan hanya pada siapa yang akan memenangkan mahkota, tetapi juga apakah organisasi Miss Universe mampu memulihkan kepercayaan publik dan membuktikan bahwa ajang kecantikan paling bergengsi ini masih layak dihormati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

drama pageant thailand juri mundur miss universe Kontroversi Miss Universe manipulasi seleksi Miss Universe 2025 skandal pageant
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Cek penerima PIP 2025

Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Update Harga Emas 5 Agustus 2026, Emas 24 Karat Kini Dibanderol Mulai Rp2,22 Juta per Gram

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.