Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Wisata Sumedang Paling Hits 2026 yang Suguhkan Lanskap Ala Eropa

Sabtu, 23 Mei 2026 02:00 WIB

Bosan ke Lembang? Ini 4 Hidden Gems Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Wajib Dikunjungi Weekend Ini

Sabtu, 23 Mei 2026 01:00 WIB

Membongkar Kedok Link Video “TKW Taiwan 3 vs 1”: Tren Clickbait Medsos yang Mengancam Keamanan Data

Jumat, 22 Mei 2026 21:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Wisata Sumedang Paling Hits 2026 yang Suguhkan Lanskap Ala Eropa
  • Bosan ke Lembang? Ini 4 Hidden Gems Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Wajib Dikunjungi Weekend Ini
  • Membongkar Kedok Link Video “TKW Taiwan 3 vs 1”: Tren Clickbait Medsos yang Mengancam Keamanan Data
  • El Nino Mengintai Majalengka: Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih dan Karhutla
  • Panaskan Bursa Transfer: Persib Bandung Tikungan dengan Raksasa ASEAN Demi Kiper Eredivisie
  • Buntut Boikot Promosi Film, Rumah Produksi HAS Pictures Resmi Somasi Ratu Sofya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Part 2 Banyak Dicari Netizen, Pakar Ingatkan Jebakan Phising!
  • Menuju Tangga Juara, Bojan Hodak Garansi Skuad Persib Bebas Stres
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 23 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Mata Merah dan Lebam Siswi SD di Palembang: Antara Dugaan Kekerasan dan Infeksi

By Aga GustianaSelasa, 4 November 2025 19:27 WIB5 Mins Read
Siswi SD di Palembang alami mata lebam dan merah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di sebuah rumah sederhana di kawasan Sungai Tenang, Gandus, Palembang, tampak muram pada Senin sore itu. Di sudut ruang tamu, seorang bocah perempuan duduk diam memeluk lututnya. Matanya tampak sembab, masih menyisakan bekas lebam di sekitar pelipis. Ia adalah Fathiah, siswi kelas 1 SD Negeri 150 Palembang, yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik setelah wajahnya terlihat memar sepulang sekolah.

Bagi sang ibu, Erna (40), hari itu masih terekam jelas di ingatannya. Ia menjemput anaknya pada Senin (27/10/2025), tanpa menyangka akan melihat kondisi sang putri yang tak seperti biasanya.

“Saya sempat tanyakan ke anak saya, tetapi sampai sekarang dia hanya diam,” ujar Erna lirih saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (3/11/2025).

Menurut Erna, pagi itu Fathiah berangkat ke sekolah dalam keadaan sehat. Namun, ketika pulang, matanya tampak lebam. Ia segera mencari penjelasan dari pihak sekolah, tapi tak satu pun guru bisa memberikan jawaban pasti.

“Sempat saya tanyakan, kata guru kemungkinan sakit mata karena sering main handphone,” ungkapnya.

Erna membantah penjelasan tersebut. Menurutnya, anaknya jarang sekali memegang ponsel, apalagi di lingkungan sekolah. Tidak puas, ia membawa Fathiah ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan adanya benturan benda keras di area sekitar mata.

“Kalau memang karena sering main handphone, bisa merah, tapi enggak mungkin lebam seperti ini,” ujarnya.

Sejak kejadian itu, Fathiah enggan ke sekolah. Ia lebih banyak berdiam diri di rumah, masih trauma dengan apa yang dialaminya.

Baca Juga:  ITB Latih Guru SD Pulau Rinca Gunakan Boardgame untuk Pembelajaran Interaktif

“Saya sangat sedih anak saya jadi begini. Kami juga tidak pernah berbuat jahat dengan orang lain,” kata Erna, matanya berkaca-kaca.

Pihak Sekolah Bantah Ada Kekerasan

Kabar ini cepat menyebar setelah diunggah akun Instagram @Virasoniaaaa, membuat pihak Dinas Pendidikan Palembang segera turun tangan. Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Affan Prapanca, menyatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung ke sekolah.

“Kami sudah tanya ke seluruh teman-teman sekelasnya, dan tidak ada yang mengaku menganiaya,” jelasnya.

Affan menambahkan, Fathiah saat ini tengah menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

“Pemeriksaan lebih mendalam sedang dilakukan di rumah sakit. Hasilnya nanti akan kami sampaikan setelah ada keterangan resmi dari dokter,” katanya. Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil medis agar penyebab sebenarnya bisa diketahui dengan pasti.

Kepala Sekolah SD Negeri 150 Palembang, Eka Octa Nugraha, turut menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi kekerasan di lingkungan sekolah.

“Jadi, saat anak itu datang ke sekolah pada Senin, 27 Oktober 2025, ada guru yang melihat matanya memang sudah merah,” ujar Eka.

Menurutnya, orang tua Fathiah sudah sempat menanyakan langsung kepada teman-teman sekelas sang anak, namun tidak ada yang mengaku melihat perkelahian.

“Kami pastikan dari pihak sekolah tidak ada tindakan kekerasan sama sekali terhadap siswa kami,” tegasnya.

Kasus Berlanjut ke Ranah Hukum

Namun, ketidakjelasan penyebab luka membuat keluarga mengambil langkah hukum. Erna, didampingi suaminya, melaporkan dugaan penganiayaan ke Polrestabes Palembang. Ia mengaku mendapat informasi dari salah satu guru bahwa Fathiah dipukul oleh guru perempuan yang mengenakan cincin.

Baca Juga:  Mulai dari Sekarang, Siapkan Masa Depan Anak Lewat Tabungan Anak dan Berjangka dari bank bjb

“Saya tanya memang ke teman-temannya, mereka bilang tidak ada yang memukul. Lalu saya tanya ke salah satu guru, ternyata benar anak saya sudah dipukuli seorang guru perempuan yang menggunakan cincin,” tutur Erna saat melapor.

Laporan tersebut dibenarkan oleh Ipda Erwinsyah dari Polrestabes Palembang. “Betul, laporannya sudah diterima, sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” katanya singkat.

Kepala Sekolah, Eka Octa Nugraha, menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian.

“Jika memang dilanjutkan ke proses hukum, kami kooperatif akan memberikan keterangan kepada polisi,” ujarnya.

Namun, ia kembali menegaskan, tidak ada guru di sekolah itu yang memakai cincin. “Wali kelasnya saat itu izin dan digantikan guru pengganti. Semua guru di sini sangat perhatian terhadap muridnya,” tambahnya.

Pandangan Medis: Antara Infeksi dan Trauma

Sementara itu, penjelasan berbeda datang dari pihak medis. Dr. Riani Erna, Sp.M.K., dokter spesialis mata Rumah Sakit Fatimah Palembang, menilai kondisi Fathiah tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

“Menurut perspektif dokter, mata merah dan bengkak yang dialami oleh siswi tersebut disebabkan oleh adanya peradangan pada mata karena infeksi dan virus,” ujarnya.

Riani menjelaskan, pasien memiliki riwayat radang mata yang dapat menyebabkan selaput mata berdarah.

“Yang perlu diwaspadai adalah jangan mengucek mata terlalu kuat karena bisa menggores kornea,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa penanganan awal bisa dilakukan dengan istirahat cukup dan memperbanyak minum air putih. Jika dibiarkan tanpa perawatan, infeksi dapat menyebabkan pembuluh darah di mata pecah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan di PTUN, Yakin Menang Demi Anak Bangsa

Respons Pemerintah Kota Palembang

Kasus ini juga menarik perhatian Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang langsung mendatangi rumah Fathiah. Ia menjanjikan pengobatan gratis di RS Bari Palembang hingga sang anak sembuh total.

“Seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah kota,” tulis Ratu Dewa di akun Instagram resminya.

Usai menjenguk korban, Ratu Dewa turut mengunjungi SD Negeri 150 untuk meminta klarifikasi langsung.

“Guru yang bersangkutan kembali menegaskan bahwa tidak ada kekerasan selama proses belajar mengajar berlangsung,” ungkapnya.

Kunjungan itu juga dihadiri oleh Kadisdik Palembang, Affan Prapanca, yang menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk meluruskan kabar yang beredar di media sosial.

“Setelah kami lakukan penelusuran di sekolah dan meminta keterangan dari para guru serta teman-teman Fathiah, tidak ditemukan indikasi adanya kekerasan,” ujarnya.

Hingga kini, pihak pemerintah masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan medis di RS Bari untuk memastikan penyebab pasti luka pada mata Fathiah.

“Kami imbau masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan medis yang akan memberikan penjelasan lebih lanjut,” tutup Affan.

Penutup

Di tengah simpang siur kabar antara dugaan kekerasan dan infeksi, keluarga Fathiah masih berharap kebenaran segera terungkap. Sementara sang bocah, dengan mata sayu dan suara kecil, hanya ingin satu hal: bisa kembali bersekolah tanpa rasa takut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdik Palembang Fathiah Kasus Sekolah kekerasan anak Palembang Pendidikan Ratu Dewa SD Negeri 150 Palembang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabupaten Bekasi

El Nino Mengintai Majalengka: Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih dan Karhutla

Hadiah Fantastis Rp750 Juta Bagi Siapapun yang Temukan Buronan Kasus Paoman

Suarakan Kemanusiaan di Gaza, Kisah Keberanian Jurnalis Thoudy Badai Inspirasi Pihak Keluarga

Menelusuri Sosok Aman Yani, Mantan Bankir yang Dicari Dedi Mulyadi dengan Sayembara Rp750 Juta

Detik-detik Lansia 78 Tahun di Cigadung Disekap Rampok: CCTV Dirusak, Motor-HP Raib!

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.