Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nasib Pedagang di Kiaracondong Bandung Usai Lapak Dibongkar

Selasa, 13 Oktober 2026 12:57 WIB

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Selasa, 13 Oktober 2026 11:54 WIB

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Selasa, 13 Oktober 2026 11:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nasib Pedagang di Kiaracondong Bandung Usai Lapak Dibongkar
  • Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas
  • Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang
  • Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api
  • Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil
  • Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
  • 19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nasib Pedagang di Kiaracondong Bandung Usai Lapak Dibongkar

By Mulki AlbarSelasa, 13 Oktober 2026 12:57 WIB2 Mins Read
Sebanyak 77 lapak PKL di Kiaracondong, Bandung, dibongkar. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 77 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, telah dibongkar. Para pedagang kini berharap ada solusi dari pemerintah agar mereka bisa kembali melanjutkan usaha setelah penertiban.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (13/10/2026), material sisa pembongkaran lapak masih dibersihkan. Pembongkaran tersebut dilakukan secara mandiri oleh para pedagang setelah melalui serangkaian mediasi dan imbauan dari pemerintah setempat.

Koordinator PKL Kiaracondong, Asep Satibi, mengatakan para pedagang akhirnya menyepakati pembongkaran lapak setelah beberapa kali menerima peringatan dari pihak kelurahan dan kecamatan.

“Ini prosesnya panjang, sudah berapa kali mediasi, sudah beberapa kali imbauan dari pihak kelurahan dan kecamatan kepada warga PKL, bahkan ada peringatan SP1, SP2 dan SP3. Alhamdulillah, warga pedagang menyadari dan memang ini harus dibenahi,” ujar Asep.

Baca Juga:  Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

Meski pembongkaran telah dilakukan, para pedagang masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan usaha mereka. Hingga saat ini, belum ada kesepakatan dengan pihak kelurahan maupun kecamatan mengenai apakah mereka diperbolehkan kembali berjualan di lokasi tersebut atau harus pindah ke tempat lain.

Asep menjelaskan, saat ini para pedagang memprioritaskan pembersihan kawasan agar proses normalisasi drainase dapat dilakukan. Karena itu, pembahasan mengenai lokasi berjualan selanjutnya belum mencapai kesepakatan.

Baca Juga:  Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

“Masalah itu belum ada pembicaraan dengan pihak kelurahan dan kecamatan apakah boleh dan tidaknya. Tapi kita targetkan dulu, kita dibenahi dulu, dibersihkan dulu karena di sini ada drainase yang harus dinormalisasi. Jadi belum ada sepakat ke depannya gimana,” katanya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Asep mengaku sempat mendengar informasi mengenai kemungkinan relokasi pedagang ke Pasar Kiaracondong. Namun, opsi tersebut diperkirakan baru dapat direalisasikan setelah revitalisasi pasar pada 2027 mendatang.

Sebelumnya, para pedagang juga sempat mendapat opsi untuk berjualan di BTM. Namun, menurut Asep, kondisi tempat tersebut membuat para pedagang belum bersedia menerima tawaran relokasi tersebut.

Baca Juga:  Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

“Iya, itu belum ada solusi seperti itu. Tapi ya kami juga tetap berharap. Karena waktu itu ada solusi akan dialihkan ke BTM. Tapi karena di BTM kondisinya seperti itu, mereka tidak mau,” ungkapnya.

Asep berharap pemerintah dapat memberikan kepastian mengenai tempat berjualan bagi para PKL setelah penertiban. Menurutnya, pedagang tetap membutuhkan ruang usaha agar bisa melanjutkan aktivitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mudah-mudahan nanti ada informasi tahun 2027 dari pihak kepala pasar akan ada pembenahan, nanti akan dialokasikan ke sana,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jalan Ibrahim Adjie Bandung lapak PKL dibongkar pedagang Kiaracondong PKL Kiaracondong Bandung relokasi PKL Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.