Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Oknum Penebang 10 Pohon Jalan Riau Bandung Sudah Diketahui, Dalang Masih Diburu

Senin, 3 Agustus 2026 12:05 WIB

Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim

Senin, 3 Agustus 2026 11:45 WIB

Mariano Peralta Beri Sinyal Soal Debut, Persib Siap Tempur Lawan Persija

Senin, 3 Agustus 2026 11:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Oknum Penebang 10 Pohon Jalan Riau Bandung Sudah Diketahui, Dalang Masih Diburu
  • Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim
  • Mariano Peralta Beri Sinyal Soal Debut, Persib Siap Tempur Lawan Persija
  • Usai Sidak Pohon Ditebang di Jalan Riau, Farhan: Kasus Naik ke Dugaan Pidana Lingkungan, Izin Usaha Ikut Diusut
  • Garuda Bidik Semifinal! Ini Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
  • Dulu Jualan Ikan, Kini Tahan Derita! Nasib Bertrand Peto Terjebak di Tengah Perang Ruben dan Sarwendah
  • Emas Antam Tetap Rp2.708.000, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini
  • Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Naskah Kuno ‘Siksa Kandang Karesian’, Kearifan Sunda Abad ke-16 yang Mendunia

By Aga GustianaSabtu, 3 Mei 2025 12:20 WIB3 Mins Read
Ilustrasi naskah kuno. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Naskah kuno Sunda Sanghyang Siksa Kandang Karesian, warisan berharga dari abad ke-16, resmi masuk dalam daftar nominasi Memory of the World (MoW) UNESCO periode 2024–2025. Naskah yang sarat nilai moral dan kebudayaan ini diajukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama karya sastrawan sufi Nusantara, Hamzah Fansuri.

Pengumuman ini disampaikan Dewan Eksekutif UNESCO melalui International Advisory Committee (IAC), setelah menyeleksi 122 naskah dari berbagai negara anggota dan menetapkan 74 naskah sebagai nominasi internasional.

Jejak Ajaran Resi Sunda: Tanyakan Gajah, Bukan Sekadar Peribahasa

Salah satu bagian terkenal dari naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian adalah petuah bijak: “Gajendra carita banem” – Ingin tahu hutan, tanyalah gajah.

Ungkapan ini sejalan dengan pemaknaan gajah dalam banyak budaya, termasuk dalam film The Jungle Book, sebagai makhluk yang paling memahami hutan. Dalam konteks naskah, gajah adalah simbol kebijaksanaan, bukan ajakan literal untuk bertanya pada binatang, melainkan pada sosok manusia bijak setara gajah dalam pengetahuan.

Naskah Langka Bernilai Universal

Menurut Perpusnas, naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian memiliki signifikansi universal karena memuat nilai-nilai moral seperti kejujuran dan integritas, serta menggambarkan tatanan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Sunda abad ke-16.

Naskah ini tergolong sangat langka. Hanya ada dua naskah asli di dunia, yaitu naskah L 630 dan L 624, yang keduanya disimpan di Perpusnas RI. Salah satu di antaranya, naskah lontar L 630, diketahui berasal dari koleksi pelukis kenamaan Raden Saleh dan bertanggal 1518 Masehi.

Ajaran Hidup dan Filosofi Sunda

Berjudul lengkap Sanghyang Siksa Kandang Karesian, naskah ini berisi pitutur atau ajaran hidup untuk seluruh lapisan masyarakat—ayah, ibu, anak, hingga pemimpin spiritual. Nama “Siksa Kandang Karesian” sendiri berarti “ajaran suci dari para resi”, bagian dari Tritangtu Sunda (Rama, Ratu, Resi) yang merupakan tiga pilar kehidupan masyarakat Sunda.

Bentuknya berupa puisi bernada seloka, yang memudahkan ajaran tersebut untuk diingat dan diajarkan turun-temurun. Salah satu kutipan yang sering viral di media sosial berbunyi:

Tadaga carita angsa, Gajendra carita banem,
Matsyanem carita sagarem, Puspanem carita bangbarem

(Ingin tahu telaga, tanyalah angsa.
Ingin tahu hutan, tanyalah gajah.
Ingin tahu laut, tanyalah ikan.
Ingin tahu bunga, tanyalah kumbang.)

Ulasan tentang Kujang dan Senjata Tradisional

Menariknya, naskah ini juga memuat informasi penting tentang senjata tradisional Sunda, seperti kujang dan golok. Berbeda dengan masa kini, kujang dulunya adalah alat petani, sementara golok merupakan senjata para raja. Penjelasan ini menunjukkan dinamika sosial dan budaya dalam penggunaan benda-benda pusaka.

Dalam terjemahan resmi oleh Depdikbud (1992), disebutkan bahwa golok, keris, dan pedang adalah senjata kaum prabu, sementara kujang, baliung, dan patik adalah milik petani. Penjelasan ini memperkuat posisi naskah sebagai artefak yang bukan hanya mengandung ajaran spiritual, tetapi juga deskripsi kehidupan sehari-hari masa silam.

Warisan Tak Tergantikan

Dengan hanya dua salinan asli yang masih bertahan, Sanghyang Siksa Kandang Karesian dinilai sebagai dokumen tak tergantikan. Naskah ini bukan hanya bukti sejarah, tetapi juga sumber inspirasi untuk generasi masa kini dalam membangun masyarakat yang beretika dan berbudaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

naskah kuno siksa kandang karesian UNESCO
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim

Dulu Jualan Ikan, Kini Tahan Derita! Nasib Bertrand Peto Terjebak di Tengah Perang Ruben dan Sarwendah

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti

Ilustrasi Hujan.

Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.