Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Minggu, 27 September 2026 13:02 WIB

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Minggu, 27 September 2026 12:39 WIB

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Minggu, 27 September 2026 12:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
  • Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental
  • Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta
  • Kisah Pahit Manis Rahmat Erwin: Dulu Kurang Diperhatikan, Kini Jadi Pahlawan Emas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Naskah Kuno ‘Siksa Kandang Karesian’, Kearifan Sunda Abad ke-16 yang Mendunia

By Aga GustianaSabtu, 3 Mei 2025 12:20 WIB3 Mins Read
Ilustrasi naskah kuno. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Naskah kuno Sunda Sanghyang Siksa Kandang Karesian, warisan berharga dari abad ke-16, resmi masuk dalam daftar nominasi Memory of the World (MoW) UNESCO periode 2024–2025. Naskah yang sarat nilai moral dan kebudayaan ini diajukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama karya sastrawan sufi Nusantara, Hamzah Fansuri.

Pengumuman ini disampaikan Dewan Eksekutif UNESCO melalui International Advisory Committee (IAC), setelah menyeleksi 122 naskah dari berbagai negara anggota dan menetapkan 74 naskah sebagai nominasi internasional.

Jejak Ajaran Resi Sunda: Tanyakan Gajah, Bukan Sekadar Peribahasa

Salah satu bagian terkenal dari naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian adalah petuah bijak: “Gajendra carita banem” – Ingin tahu hutan, tanyalah gajah.

Ungkapan ini sejalan dengan pemaknaan gajah dalam banyak budaya, termasuk dalam film The Jungle Book, sebagai makhluk yang paling memahami hutan. Dalam konteks naskah, gajah adalah simbol kebijaksanaan, bukan ajakan literal untuk bertanya pada binatang, melainkan pada sosok manusia bijak setara gajah dalam pengetahuan.

Naskah Langka Bernilai Universal

Menurut Perpusnas, naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian memiliki signifikansi universal karena memuat nilai-nilai moral seperti kejujuran dan integritas, serta menggambarkan tatanan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Sunda abad ke-16.

Naskah ini tergolong sangat langka. Hanya ada dua naskah asli di dunia, yaitu naskah L 630 dan L 624, yang keduanya disimpan di Perpusnas RI. Salah satu di antaranya, naskah lontar L 630, diketahui berasal dari koleksi pelukis kenamaan Raden Saleh dan bertanggal 1518 Masehi.

Ajaran Hidup dan Filosofi Sunda

Berjudul lengkap Sanghyang Siksa Kandang Karesian, naskah ini berisi pitutur atau ajaran hidup untuk seluruh lapisan masyarakat—ayah, ibu, anak, hingga pemimpin spiritual. Nama “Siksa Kandang Karesian” sendiri berarti “ajaran suci dari para resi”, bagian dari Tritangtu Sunda (Rama, Ratu, Resi) yang merupakan tiga pilar kehidupan masyarakat Sunda.

Bentuknya berupa puisi bernada seloka, yang memudahkan ajaran tersebut untuk diingat dan diajarkan turun-temurun. Salah satu kutipan yang sering viral di media sosial berbunyi:

Tadaga carita angsa, Gajendra carita banem,
Matsyanem carita sagarem, Puspanem carita bangbarem

(Ingin tahu telaga, tanyalah angsa.
Ingin tahu hutan, tanyalah gajah.
Ingin tahu laut, tanyalah ikan.
Ingin tahu bunga, tanyalah kumbang.)

Ulasan tentang Kujang dan Senjata Tradisional

Menariknya, naskah ini juga memuat informasi penting tentang senjata tradisional Sunda, seperti kujang dan golok. Berbeda dengan masa kini, kujang dulunya adalah alat petani, sementara golok merupakan senjata para raja. Penjelasan ini menunjukkan dinamika sosial dan budaya dalam penggunaan benda-benda pusaka.

Dalam terjemahan resmi oleh Depdikbud (1992), disebutkan bahwa golok, keris, dan pedang adalah senjata kaum prabu, sementara kujang, baliung, dan patik adalah milik petani. Penjelasan ini memperkuat posisi naskah sebagai artefak yang bukan hanya mengandung ajaran spiritual, tetapi juga deskripsi kehidupan sehari-hari masa silam.

Warisan Tak Tergantikan

Dengan hanya dua salinan asli yang masih bertahan, Sanghyang Siksa Kandang Karesian dinilai sebagai dokumen tak tergantikan. Naskah ini bukan hanya bukti sejarah, tetapi juga sumber inspirasi untuk generasi masa kini dalam membangun masyarakat yang beretika dan berbudaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Spot kuliner malam di Bandung

Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.