Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Minggu, 28 Juni 2026 15:40 WIB

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Minggu, 28 Juni 2026 15:15 WIB

Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk

Minggu, 28 Juni 2026 14:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
  • Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Film Dokumenter ‘Ngomi O Obi’ Ungkap Sisi Lain Kehidupan di Wilayah Tambang Pulau Obi

By Aga GustianaKamis, 22 Mei 2025 10:02 WIB3 Mins Read
Ngomi O Obi
Diskusi film dokumenter Ngomi O Obi. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah lanskap hijau dan perbukitan Pulau Obi yang jauh dari sorotan publik, lahirlah sebuah karya dokumenter berjudul Ngomi O Obi (Kami yang di Obi). Kolaborasi antara jurnalis visual Arfan Sabran dan TV Tempo ini bukan sekadar tontonan, tetapi jendela yang membuka realitas kehidupan masyarakat di Halmahera Selatan, Maluku Utara, sebuah wilayah yang hidup berdampingan dengan deru mesin tambang dan dinamika sosial yang menyertainya.

Lewat pendekatan yang jujur dan empatik, film Ngomi O Obi mencoba menjawab satu pertanyaan penting, bagaimana rasanya menjadi bagian dari pinggiran negeri yang jarang didengar suaranya.

Film dokumenter ini dibuat dengan visual kuat hasil sinematografi Niky sebagai Director of Photography (DOP). Tak hanya menyentuh secara emosional, tapi juga mengajak audiens untuk berpikir kritis terhadap dinamika sosial dan lingkungan di daerah tambang terpencil yang jarang tersorot media arus utama.

Baca Juga:  Gunung Ibu Erupsi Dini Hari Tadi, Muntahkan Lava Pijar dan Abu Setinggi 4.000 Meter

Kisah Nyata dari Pinggiran Negeri

Salah satu tokoh sentral dalam film ini adalah Mama Nia, warga lokal yang mengaku terkejut saat tim TV Tempo datang dan bukan sekadar mengambil gambar seperti kebanyakan pengunjung, melainkan menggali cerita dan mendalami kehidupan warga.

“Saya senang karena keseharian kami tidak dibuat-buat, itu realita sebenarnya,” ujar Mama Nia dalam acara diskusi Film Ngomi O Obi di Auditorium Pascasarjana FIKOM UNPAD pada Rabu (21/5/2025).

Mama Nia berharap dokumenter ini dapat membawanya—setidaknya secara simbolis—ke kota-kota besar seperti Bandung, Bali, atau Yogyakarta.

Lebih dari Sekadar Dokumenter

Anton dari tim produksi TV Tempo menjelaskan bahwa Ngomi O Obi mengusung pendekatan jurnalistik eksplanatori yang bertujuan menggambarkan realitas secara menyeluruh.

“Cerita ini harus sampai ke publik, dokumenter ini bagaimana kota memotret kehidupan yang paling ril, ini model dokumenter eksplenatori,” ujarnya.

Baca Juga:  Kembali Erupsi, PVMBG Sebut Kolom Abu Gunung Ibu di Maluku Utara Tidak Teramati

Film ini mendokumentasikan dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan perusahaan tambang di Pulau Obi. Beberapa warga merasakan peningkatan kebutuhan pangan, terbentuknya koperasi, hingga munculnya komunitas lokal yang mulai membangun upaya kolektif demi kesejahteraan bersama.

“Jadi kami memotretnya lebih dari sisi kehidupan masyarakat di sana di area tambang Pulau Obi. Mereka ternyata di sana hidupnya lebih baik dengan ada perusahaan tambang,” lanjut Anton.

Refleksi Akademis dan Ruang Literasi Visual

Muhammad Rio, dosen Program Studi Televisi dan Film Universitas Padjadjaran, menyatakan bahwa dokumenter ini bisa menjadi rujukan penting bagi mahasiswa untuk membangun nalar kritis terhadap isu-isu sosial.

“Dalam dokumenter keunggulannya sangat-sangat fleksibel, terkait pemilihan cinematography dalam film ini tidak terlalu kaku, lebih bervariatif dan tetap sesuai kebutuhan selama itu jelas,” jelas Rio.

Baca Juga:  Candaan Dedi Mulyadi Bikin Gubernur Malut Tersipu Saat Jalan Sore di Subang

Ia juga menekankan pentingnya ruang pemutaran film dokumenter di lingkungan akademis. “Makanya dengan adanya acara ini bisa jadi sangat penting karena pada akhirnya kuantitas ataupun juga kualitas dari adanya screening film itu menjadi lebih banyak dan bisa terfasilitasi dan masuk dalam ranah akademis,” tambahnya.

Semangat Kolaborasi dan Eksplorasi Visual

Salah satu aspek menarik dari film ini adalah proses kolaboratif yang dijalani seluruh tim produksi. DOP Niky menyebutkan bahwa proses pengambilan gambar dilakukan dengan semangat dokumenter yang penuh eksplorasi dan diskusi mendalam.

“Produksi film cukup tricky, overall sangat fun karena memang ini adalah sebuah semangat pembuatan dokumenter,” ungkapnya.

Kolaborasi ini dinilai berhasil menyampaikan pesan yang kuat kepada penonton tentang pentingnya mendengar suara dari wilayah-wilayah pinggiran Indonesia yang sering luput dari pemberitaan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

film dokumenter film dokumenter ngomi o obi Halmahera Selatan Maluku Utara Ngomi O Obi Pulau Obi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.