Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Film Dokumenter ‘Ngomi O Obi’ Ungkap Sisi Lain Kehidupan di Wilayah Tambang Pulau Obi

By Aga GustianaKamis, 22 Mei 2025 10:02 WIB3 Mins Read
Ngomi O Obi
Diskusi film dokumenter Ngomi O Obi. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah lanskap hijau dan perbukitan Pulau Obi yang jauh dari sorotan publik, lahirlah sebuah karya dokumenter berjudul Ngomi O Obi (Kami yang di Obi). Kolaborasi antara jurnalis visual Arfan Sabran dan TV Tempo ini bukan sekadar tontonan, tetapi jendela yang membuka realitas kehidupan masyarakat di Halmahera Selatan, Maluku Utara, sebuah wilayah yang hidup berdampingan dengan deru mesin tambang dan dinamika sosial yang menyertainya.

Lewat pendekatan yang jujur dan empatik, film Ngomi O Obi mencoba menjawab satu pertanyaan penting, bagaimana rasanya menjadi bagian dari pinggiran negeri yang jarang didengar suaranya.

Film dokumenter ini dibuat dengan visual kuat hasil sinematografi Niky sebagai Director of Photography (DOP). Tak hanya menyentuh secara emosional, tapi juga mengajak audiens untuk berpikir kritis terhadap dinamika sosial dan lingkungan di daerah tambang terpencil yang jarang tersorot media arus utama.

Kisah Nyata dari Pinggiran Negeri

Salah satu tokoh sentral dalam film ini adalah Mama Nia, warga lokal yang mengaku terkejut saat tim TV Tempo datang dan bukan sekadar mengambil gambar seperti kebanyakan pengunjung, melainkan menggali cerita dan mendalami kehidupan warga.

“Saya senang karena keseharian kami tidak dibuat-buat, itu realita sebenarnya,” ujar Mama Nia dalam acara diskusi Film Ngomi O Obi di Auditorium Pascasarjana FIKOM UNPAD pada Rabu (21/5/2025).

Mama Nia berharap dokumenter ini dapat membawanya—setidaknya secara simbolis—ke kota-kota besar seperti Bandung, Bali, atau Yogyakarta.

Lebih dari Sekadar Dokumenter

Anton dari tim produksi TV Tempo menjelaskan bahwa Ngomi O Obi mengusung pendekatan jurnalistik eksplanatori yang bertujuan menggambarkan realitas secara menyeluruh.

“Cerita ini harus sampai ke publik, dokumenter ini bagaimana kota memotret kehidupan yang paling ril, ini model dokumenter eksplenatori,” ujarnya.

Film ini mendokumentasikan dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan perusahaan tambang di Pulau Obi. Beberapa warga merasakan peningkatan kebutuhan pangan, terbentuknya koperasi, hingga munculnya komunitas lokal yang mulai membangun upaya kolektif demi kesejahteraan bersama.

“Jadi kami memotretnya lebih dari sisi kehidupan masyarakat di sana di area tambang Pulau Obi. Mereka ternyata di sana hidupnya lebih baik dengan ada perusahaan tambang,” lanjut Anton.

Refleksi Akademis dan Ruang Literasi Visual

Muhammad Rio, dosen Program Studi Televisi dan Film Universitas Padjadjaran, menyatakan bahwa dokumenter ini bisa menjadi rujukan penting bagi mahasiswa untuk membangun nalar kritis terhadap isu-isu sosial.

“Dalam dokumenter keunggulannya sangat-sangat fleksibel, terkait pemilihan cinematography dalam film ini tidak terlalu kaku, lebih bervariatif dan tetap sesuai kebutuhan selama itu jelas,” jelas Rio.

Ia juga menekankan pentingnya ruang pemutaran film dokumenter di lingkungan akademis. “Makanya dengan adanya acara ini bisa jadi sangat penting karena pada akhirnya kuantitas ataupun juga kualitas dari adanya screening film itu menjadi lebih banyak dan bisa terfasilitasi dan masuk dalam ranah akademis,” tambahnya.

Semangat Kolaborasi dan Eksplorasi Visual

Salah satu aspek menarik dari film ini adalah proses kolaboratif yang dijalani seluruh tim produksi. DOP Niky menyebutkan bahwa proses pengambilan gambar dilakukan dengan semangat dokumenter yang penuh eksplorasi dan diskusi mendalam.

“Produksi film cukup tricky, overall sangat fun karena memang ini adalah sebuah semangat pembuatan dokumenter,” ungkapnya.

Kolaborasi ini dinilai berhasil menyampaikan pesan yang kuat kepada penonton tentang pentingnya mendengar suara dari wilayah-wilayah pinggiran Indonesia yang sering luput dari pemberitaan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

film dokumenter film dokumenter ngomi o obi Halmahera Selatan Maluku Utara Ngomi O Obi Pulau Obi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.