bukamata.id – Dua warga Kabupaten Sumedang tercatat sebagai penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Hingga kini, keduanya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Salah satu warga Sumedang yang tercatat dalam manifes kapal tersebut adalah Taopik Hidayat (46). Taopik diketahui merupakan warga Dusun Bojong Bolang RT 003/RW 001, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Informasi mengenai keberadaan Taopik sebagai penumpang Kapal Virgo Transport 8 dibenarkan oleh Kasi Trantibum Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin.
Didin mengatakan, pemerintah kecamatan awalnya mendapat informasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang yang sedang berupaya mencari pihak keluarga Taopik.
“Awalnya dikasih tahu sama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sama BPBD juga yang mencari keluarga korban,” ujar Didin, Senin (21/9/2026).
Taopik Hidayat Masih dalam Pencarian
Setelah memperoleh informasi tersebut, pihak Kecamatan Cimanggung bersama Pemerintah Desa Sukadana langsung mendatangi keluarga Taopik untuk memastikan identitas dan domisilinya.
Dari hasil kunjungan pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, pemerintah memastikan Taopik merupakan warga Desa Sukadana yang tercatat sebagai penumpang atau awak kapal dalam insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
“Berdasarkan hasil kunjungan terhadap keluarga korban pada Jumat, 18 September 2026 pukul 17.30 WIB di Dusun Bojong Bolang RT 03 RW 01, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, diperoleh informasi bahwa korban merupakan bagian dari penumpang atau awak yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026,” kata Didin.
Dari keterangan keluarga, Taopik diketahui bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bogor yang bergerak di bidang manufaktur atau penyediaan bahan kimia.
Taopik disebut tengah melakukan perjalanan untuk mengirim barang dari Bogor menuju Banjarmasin. Pengiriman tersebut dilakukan melalui jalur darat dengan menggunakan jasa kapal penyeberangan.
“Jadi informasinya memang Taopik ini rencananya mau ngirim barang dari Bogor ke Banjarmasin lewat jalur darat, kapal yang dinaikin itu ya Kapal Virgo,” ungkap Didin.
Istri Taopik Sudah Berangkat ke Banjarmasin
Setelah kabar mengenai kecelakaan kapal diterima keluarga, pihak perusahaan tempat Taopik bekerja turut membantu proses penanganan keluarga korban.
Istri Taopik bahkan telah diberangkatkan menuju Banjarmasin untuk mendapatkan informasi terbaru terkait proses pencarian dan identifikasi korban.
“Istri korban dijemput oleh perusahaan tempat bekerja korban pada hari Rabu tanggal 16 September 2026 kemarin untuk berangkat ke Banjarmasin,” kata Didin.
Selain Taopik Hidayat, terdapat satu lagi warga Sumedang yang tercatat dalam manifes penumpang Kapal Virgo Transport 8. Dia adalah Rafiq Ilham Bintang Pratama.
Sama seperti Taopik, keberadaan Rafiq hingga kini juga belum diketahui.
Pemkab Sumedang Pantau Pencarian dari Banjarmasin
Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memantau perkembangan pencarian kedua warganya tersebut.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebelumnya mengatakan Pemkab Sumedang akan meminta BPBD dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk berkoordinasi dengan posko atau crisis center yang berada di Banjarmasin.
“Pemda akan terus berupaya lewat BPBD dan Diskominfo terus berkomunikasi dengan krisis center yang ada di Banjarmasin untuk mengupdate memastikan apakah Rafiq ini sudah ketemukan atau belum sehingga bisa cepat mendapatkan informasi dan bisa mendapatkan kejelasan sehingga bisa menyampaikan berita kembali kepada keluarganya,” ujar Dony.
Dony berharap kedua warga Sumedang yang menjadi bagian dari manifes Kapal Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang mustahil. Memohon pada Allah mudah-mudahan Rafiq Ilham selamat bisa segar diketemukan. Kita akan monitor terus update berita di krisis center di Banjarmasin,” katanya.
Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Kapal Virgo Transport 8 mengalami insiden di perairan Laut Jawa setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (12/9/2026).
Kapal dengan rute Surabaya-Banjarmasin tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 10.33 WIB.
Dalam perjalanannya, kapal yang membawa sekitar 243 penumpang tersebut menghadapi cuaca buruk hingga akhirnya terbalik di perairan Laut Jawa.
Proses pencarian dan evakuasi korban kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan penumpang yang belum diketahui keberadaannya.
Bagi keluarga Taopik Hidayat dan Rafiq Ilham di Sumedang, perkembangan operasi SAR di Banjarmasin menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan kedua warga tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









