Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Rabu, 4 November 2026 06:00 WIB

Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 4 November 2026 02:00 WIB
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Operasi Besar-besaran Digelar, 5 Jurnalis Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau

By Aga GustianaRabu, 9 September 2026 16:43 WIB3 Mins Read
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau yang terpantau erupsi. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Tanah Air. Sebuah rombongan yang terdiri dari lima orang jurnalis serta tiga awak kapal dilaporkan hilang tanpa jejak saat menjalankan tugas peliputan di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, tim gabungan terus berpacu dengan waktu menyisir perairan Selat Sunda guna menemukan keberadaan mereka.

Peristiwa bermula ketika rombongan memutuskan menyewa armada kapal pada Senin (7/9) siang dengan jadwal kepulangan pada sore hari ke arah Pantai Carita, Pandeglang. Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, kapal tersebut tak kunjung bersandar.

Sandi Wiyasa, pemilik kapal yang disewa, mengaku awalnya tidak menduga akan terjadi hal buruk. Ia mengira awak media sengaja bertahan lebih lama di lokasi untuk berburu dokumentasi terbaik.

“Saya pun berpikir karena mungkin kondisi, biasanya kan media minta angle yang bagus, foto yang bagus, takutnya nginep. Itu kan kita masih positive thinking ke kejadian itu,” ujar Sandi, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga:  Syarat Akreditasi Tak Terpenuhi, 7 Kampus di Jabar dan Banten Terancam Ditutup

Kecurigaan baru memuncak pada Selasa (8/9) pagi setelah kabar dari perahu lain tak membuahkan hasil. Usaha mengonfirmasi keberadaan rombongan kepada kapal-kapal yang baru bertolak dari area Krakatau berakhir nihil.

“Kita pastikan bahwa hilang itu setelah ada beberapa kapal yang pulang dari Krakatau, dari rombongan media (lain) juga, tidak ketemu. Makanya langsung (dicari) Basarnas itu,” ujarnya.

Sandi mengaku telah memperluas jaringan komunikasi mandiri guna melacak keberadaan kapalnya, mulai dari menghubungi sejawat nelayan hingga petugas lokal di wilayah sekitar.

“Kita juga tapi sudah menghubungi masyarakat, nelayan-nelayan yang kita kenal, penjaga-penjaga yang di Gunung Krakatau, sudah kita hubungi dari kemarin,” ujarnya.

Baca Juga:  Banten Diguncang Gempang, BPBD Ungkap Belum Ada Laporan Kerusakan

Adapun daftar nama wartawan yang berada di dalam kapal tersebut meliputi M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis lepas). Sementara tiga orang lainnya merupakan kru perahu, yakni Warta (nahkoda), Sukarman (ABK), dan Heriyanto (pemandu wisata).

Pencarian Skala Besar Diperluas

Merespons kondisi darurat ini, Basarnas Banten langsung memimpin operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dengan memfokuskan penyisiran di titik-titik pulau sekitar gugusan Gunung Anak Krakatau.

“Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Rabu (9/9/2026).

Memasuki fase pencarian lanjutan, kekuatan armada ditambah signifikan. Sebanyak lima unit kapal penyelamat diterjunkan untuk mengarungi bentangan laut seluas 271 nautical mile (NM). Armada yang dikerahkan mencakup KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, serta KP Sanjaya 7016 kepunyaan Polairud Mabes Polri.

Baca Juga:  Abu Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta: 624 Penerbangan Batal Terbang, 75 Ribu Penumpang Terjebak

“Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), area pencarian dibagi ke beberapa sektor dengan total sekitar 271 NM. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer melakukan penyisiran di sektor masing-masing, sementara RIB 02 Banten difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, pihak otoritas berharap solidaritas dan dukungan moral dari publik demi kelancaran misi kemanusiaan ini.

“Kami mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar sesegera mungkin tim SAR menemukan korban dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banten Gunung Anak Krakatau jurnalis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.