Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib

Rabu, 9 September 2026 15:27 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Pesta Demokrasi Desa di Jawa Barat Siap Bertransformasi ke Sistem Digital

Rabu, 9 September 2026 15:08 WIB

Viral Labrak Pelakor, Sosok dr Putri Mulia Bela Grania Ternyata Anak Jenderal Polri

Rabu, 9 September 2026 15:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Tinggalkan Cara Lama, Pesta Demokrasi Desa di Jawa Barat Siap Bertransformasi ke Sistem Digital
  • Viral Labrak Pelakor, Sosok dr Putri Mulia Bela Grania Ternyata Anak Jenderal Polri
  • Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau: Kelompok Rentan Diimbau Waspada Kerusakan Paru
  • Cetak Gol di Depan Puluhan Ribu Bobotoh, Balsa Sekulic Ungkap Janji Spesial untuk Persib
  • Ancaman Nyata Balsa Sekulic Jelang Duel Panas Persib Kontra Persija Racikan Shin Tae-yong
  • Jadi Player of the Match, Moussa Sidibe Malah Kecewa: Bhayangkara FC Harusnya Menang
  • Peta Dunia Resmi Berubah: Tampilan Afrika Makin Luas, Amerika dan Eropa Menyusut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 9 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau: Kelompok Rentan Diimbau Waspada Kerusakan Paru

By Aga GustianaRabu, 9 September 2026 14:10 WIB2 Mins Read
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Erupsi lanjutan Gunung Anak Krakatau yang berdurasi 28 detik pada Rabu (9/9/2026) kembali memicu imbauan kewaspadaan di wilayah Jawa Barat. Mengingat sebaran partikel abu halus sempat menjangkau beberapa area di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir, potensi timbulnya dampak pada kualitas udara dan kesehatan warga menjadi perhatian serius penanganan medis.

Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan publik agar tidak menyepelekan paparan material mikro dari gunung api tersebut. Paparan langsung berisiko memicu gangguan kesehatan serius, khususnya pada organ pernapasan.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, mengatakan gangguan yang paling perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi saluran pernapasan.

“Yang paling perlu diwaspadai adalah ISPA dan iritasi saluran pernapasan, terutama batuk, tenggorokan terasa gatal, pilek, sesak atau rasa berat di dada. Pada penderita asma dan PPOK, abu vulkanik dapat menjadi pencetus kekambuhan atau memperberat gejala,” kata Vini.

Baca Juga:  Bawaslu Jabar Temukan Puluhan Surat Suara Pilpres Sudah Tercoblos hingga Potensi Digelar PSU

Efek negatif dari sebaran abu ini berpotensi membahayakan populasi berisiko tinggi jika terpapar dalam konsentrasi pekat. Ancaman kesehatan tersebut tidak terbatas pada saluran pernapasan semata.

“Pada paparan yang berat, terutama pada kelompok rentan, dapat terjadi gangguan pernapasan yang lebih serius termasuk pneumonia. Selain pernapasan, keluhan yang cukup khas adalah iritasi mata dan gangguan kulit,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Melihat cakupan dampak yang meluas, pihak otoritas kesehatan tidak sekadar memantau tren kasus ISPA, melainkan juga mengawasi berbagai potensi komplikasi medis lainnya di titik-titik terdampak sebaran abu.

“Kemenkes juga menegaskan bahwa paparan abu vulkanik berintensitas tinggi berisiko menyebabkan ISPA, iritasi mata dan gangguan kulit. Tidak hanya melihat kasus ISPA. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat saat ini memantau gangguan pernapasan, asma/PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera dan dampak kesehatan lainnya,” ucap dia.

Baca Juga:  Mayday 2025, Buruh Jabar Desak Dedi Mulyadi Selesaikan 4 Masalah Krusial

Sebagai langkah antisipasi atas kemungkinan meluasnya sebaran abu pasca-erupsi terbaru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menginstruksikan seluruh pusat layanan kesehatan untuk siaga penuh.

Kebijakan antisipatif ini turut diperkuat melalui instruksi tertulis dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 119/KS.01.01/DINKES terkait Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Kebijakan Pemprov Jabar adalah seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak harus meningkatkan kesiapsiagaan,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Cara Lama, Pesta Demokrasi Desa di Jawa Barat Siap Bertransformasi ke Sistem Digital

Viral Labrak Pelakor, Sosok dr Putri Mulia Bela Grania Ternyata Anak Jenderal Polri

Peta Dunia Resmi Berubah: Tampilan Afrika Makin Luas, Amerika dan Eropa Menyusut

Hari Kedua Pencarian Speedboat di Selat Sunda, 5 Jurnalis Belum Ditemukan

Anak Krakatau Kembali Meletus, Sensor Seismograf Catat Getaran Erupsi 28 Detik

Kemarau Panjang Meluas: 72 Ribu Warga di 14 Kecamatan Purwakarta Kesulitan Air Bersih

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • Jangan Asal Klik! Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral Bisa Bawa Bahaya
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.