bukamata.id – Aktivitas remaja di media sosial kembali menjadi perhatian, terutama ketika berkaitan dengan kesehatan mental. Di tengah tingginya penggunaan platform digital oleh anak muda, peran orang tua dalam mendampingi aktivitas daring menjadi semakin penting.
Merespons kondisi tersebut, Instagram mulai menghadirkan fitur notifikasi khusus bagi orang tua di Indonesia yang mengaktifkan pengawasan akun remaja. Fitur ini dirancang untuk membantu mendeteksi lebih awal aktivitas pencarian yang berkaitan dengan tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
Melalui sistem tersebut, orang tua dapat memperoleh pemberitahuan ketika Instagram mendeteksi remaja berulang kali mencari istilah terkait tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Meta untuk memperkuat perlindungan terhadap pengguna remaja di platformnya.
Instagram Kirim Peringatan kepada Orang Tua
Meta menjelaskan, fitur tersebut mulai diterapkan bagi orang tua di Indonesia yang telah mengaktifkan fitur pengawasan atau supervision pada akun Instagram anak mereka.
“Instagram akan mulai memberi tahu orang tua yang mengaktifkan fitur pengawasan di Indonesia jika remaja mencoba mencari istilah terkait bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri secara berulang kali dalam waktu singkat,” demikian pernyataan Meta yang dikutip Jumat (21/8/2026).
Fitur tersebut dirancang untuk membantu orang tua mengetahui adanya tanda-tanda yang mungkin membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Namun, sistem tidak dibuat untuk memberikan peringatan atas setiap pencarian. Meta menyebut pengembangan fitur dilakukan secara hati-hati agar notifikasi yang diterima orang tua tetap relevan dan tidak berlebihan.
Notifikasi Bisa Diterima Lewat WhatsApp dan SMS
Salah satu hal yang menarik dari fitur pengawasan Instagram ini adalah cara penyampaian peringatannya.
Notifikasi tidak hanya muncul melalui aplikasi. Orang tua juga dapat menerima pemberitahuan melalui email, SMS, dan WhatsApp, sehingga informasi penting tersebut diharapkan lebih mudah diterima.
Ketika orang tua membuka notifikasi, mereka akan melihat pesan yang memberikan informasi sekaligus panduan mengenai langkah yang dapat dilakukan.
Panduan tersebut dirancang berdasarkan masukan para ahli agar orang tua dapat memulai percakapan dengan anak secara lebih tepat ketika menemukan indikasi bahwa anak sedang menghadapi masalah.
Instagram menyebut pihaknya ingin membantu orang tua mengambil tindakan yang tepat ketika aktivitas pencarian anak menunjukkan kemungkinan kebutuhan akan dukungan.
“Kami ingin membantu orang tua mengambil langkah yang tepat ketika aktivitas pencarian remaja mereka mengindikasikan perlunya dukungan. Kami juga ingin menghindari pengiriman notifikasi yang tidak perlu, agar pesan yang dikirimkan tetap efektif dan bermanfaat,” demikian keterangan Instagram.
Meta Libatkan Pakar Kesehatan Mental
Pengembangan sistem pengawasan tersebut dilakukan dengan melibatkan Suicide and Self-Harm Advisory Group, kelompok penasihat yang memberikan masukan terkait isu bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri.
Keterlibatan para ahli menjadi bagian dari upaya Meta untuk memastikan fitur perlindungan remaja dikembangkan secara hati-hati, terutama karena isu kesehatan mental membutuhkan pendekatan yang sensitif.
Bagi orang tua, notifikasi tersebut bukan berarti menjadi bukti bahwa seorang anak pasti sedang mengalami masalah kesehatan mental. Pemberitahuan lebih tepat dipandang sebagai sinyal untuk meningkatkan perhatian dan membuka ruang komunikasi dengan anak.
Instagram Perketat Perlindungan Remaja
Instagram sendiri memiliki kebijakan yang melarang promosi tindakan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.
Di sisi lain, konten yang membahas pengalaman pribadi untuk berbagi cerita atau proses pemulihan masih dapat ditemukan dalam konteks tertentu. Namun, Instagram menerapkan pembatasan agar konten semacam itu tidak mudah diakses atau direkomendasikan kepada akun remaja.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Instagram menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi pengguna berusia muda.
Dengan tambahan notifikasi melalui WhatsApp, SMS, dan email, orang tua kini memiliki jalur komunikasi tambahan untuk mengetahui aktivitas pencarian yang berpotensi membutuhkan perhatian.
Pada akhirnya, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran komunikasi langsung antara orang tua dan anak. Ketika menerima notifikasi, orang tua diharapkan tidak langsung menghakimi atau mengambil kesimpulan, tetapi menjadikannya sebagai kesempatan untuk membuka percakapan dengan penuh empati.
Pendekatan yang tenang dan suportif dapat membantu anak merasa lebih aman untuk menceritakan apa yang sedang mereka alami. Dengan begitu, fitur pengawasan Instagram dapat menjadi salah satu alat pendukung dalam mendampingi remaja menghadapi tantangan di era digital.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










