Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

Senin, 28 September 2026 20:47 WIB

Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka

Senin, 28 September 2026 20:25 WIB

Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar

Senin, 28 September 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku
  • Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka
  • Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar
  • Persib Tantang Port FC di Thailand, Ikwan Tanamal Bidik Tiga Poin di Shopee Cup
  • DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum
  • Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final
  • 5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping
  • Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar Sebut Ancaman Gempa Megathrust di Pulau Jawa Hasil Asumsi Bukan Prediksi

By Putra JuangSelasa, 20 Agustus 2024 23:15 WIB2 Mins Read
Independent Geologist, Awang Satyana. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Independent Geologist, Awang Satyana menyatakan, jika publikasi yang dikeluarkan oleh sejumlah peniliti mengenai gempa megathrust yang mengancam selatan Pulau Jawa merupakan hasil daripada simulasi bukan prediksi.

Sebab menenurutnya, para ahli tidak bisa melakukan prediksi terhadap gempa megathrust. Sehingga dilakukan simulasi berdasarkan asumsi.

“Publikasi bahwa Megathrust Jawa dapat memicu gempa sebesar M 8.8-9.1 yang dapat membuat tsunami setinggi 12-20 meter yang melanda bagian selatan Jawa adalah simulasi/pemodelan dengan skenario terburuk berdasarkan asumsi, bukan prediksi,” ucap Awang saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk ‘Waspada Gempa Megathrust’, Selasa (20/8/2024).

“Para ahli gempa tidak bisa melakukan prediksi, dan ini pun simulasi hanya menggunakan asumsi,” tambahnya.

Awang mengatakan, para peneliti mengasumsikan gempa M 8.8-9.1 berdasarkan defisit slip pengukuran GPS di darat yang diekstrapolasi ke area interplate megathrust di forearc.

“Diakui bahwa ini over simplifikasi sebab relasi deficit slip GPS dan slip seismik kompleks,” ujarnya.

“Yang namanya seismik belum tentu menggambarkan sedang ada deformasi yang sedang terbangun, bisa saja menunjukan ketidakmampuan untuk menghasilkan gempa,” sambungnya.

Selain itu, data selat sunda dan selatan Jawa sangat kurang dibandingkan data barat Sumatera untuk analisis dan interpretasi kegempaan megathrust.

“Kerena itu pemodelan gempa megathrust di barat Sumatera berbeda tingkat validasinya untuk Selat Sunda dan selatan Jawa,” imbuhnya.

Menurutnya, pemodelan gempa megathrust Di sebalah barat Sumatera jauh lebih valid dibandingkan di selatan Jawa.

“Jadi kalau misalkan 8,7 dipotensialkan akan terjadi segitu. Akurasi analisisnya jauh lebih tinggi di barat Sumatera dibandingkan di selatan Jawa, karena kurang data. Akibatnya walau pun di plot M 8,7-8,8 dalam pendapat saya itu sulit terjadi,” katanya.

Awang mengungkapkan, gempa-gempa megathrust paling besar di selatan Jawa selama ini pengukuran oleh instrumen sejah 1990 itu bermagnito 7+.

“Bila dikatakan ada yang 8+ itu sebelum tahun 1900 itu berdasarkan interpretasi bukan data hasil pengukuran instrumen. Jadi para ahli pun saat mengatakan gempa-gempa itu jangan bilang asal saja, itu tuh berbeda validitasnya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka

Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar

DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.