Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Senin, 28 September 2026 06:00 WIB

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Senin, 28 September 2026 03:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pandawara Group Bersihkan Pantai Cibutun Barengan Forkopimda Kabupaten Sukabumi

By Putra JuangJumat, 6 Oktober 2023 10:49 WIB2 Mins Read
Pandawara Group menyebut Pantai Cibutun sebagai pantai terkotor keempat di Indonesia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pandawara Group sebagaimana jadwal yang sudah dicanangkan akan membersihkan kekotoran Pantai Cibutun di Desa Sangrawayang dan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Jadwal kegiatan clean up Pantai Cibutun yang dijadwalkan Pandawara Group dimulai dari Jumat hingga Sabtu (6-7/10/2023).

Jadwal itu juga beririsan dengan kegiatan serupa yang diinisiasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.

Hanya saja, Forkopimda Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan tersebut sejak Rabu (4/10/2023).

Pandawara sendiri sudah menemui sejumlah pihak yang sebelumnya menyatakan keberatan dengan unggahan Instagram @pandawaragroup.

Persoalannya ada pada tulisan pantai terkotor nomor 4 di Indonesia, yang dinilai hanya klaim tanpa bukti sehingga komunitas penggiat lingkungan itu diminta melakukan klarifikasi.

Baca Juga:  Persib Bandung Pesta Gol ke Gawang Persita, David Da Silva Sumbang Hattrick

Klarifikasi pun dilakukan secara langsung. Diunggah lewat Instagram Pandawara pada Kamis (5/10/2023), mereka bertemu dengan sejumlah pihak di Desa Sangrawayang.

Seperti Kepala Desa Sangrawayang Muchtar, lalu unsur Karang Taruna, KNPI, sejumlah OKP dan ormas di Kecamatan Simpenan.

Melalui sebuah video, Pandawara menyampaikan klarifikasi. Mereka mengakui bahwa titel terkotot bukan merupakan perankingan.

“Kita ingin mengklarifikasi bahwasanya pantai terkotor nomor 4 itu adalah urutan kunjungan Pandawara bukan urutan ataupun peringkat penobatan ranking,” kata Gilang Rahma, salah seorang anggota Pandawara dalam video.

Baca Juga:  Berdampak Buruk, Muhammadiyah Tegaskan Tak Beri Izin Kampanye di Lembaga Pendidikan

Menurut dia, penolakan pun sebenarnya tidak pernah terjadi seperti kabar yang beredar selama ini.

“Tidak ada satu unsur pun menolah, entah itu dari karang taruna, ormas, ataupun kepala desa setempat melainkan pada saat memang kita survei pertama pun pihak-pihak beliau-beliau ini mendukung,” ujar Gilang.

Karena itu, dia meminta semua pihak yang sempat terseret perhatiannya karena polemik ini tidak saling menyalahkan.

“Stop untuk saling menyalahkan, stop untuk saling memvonis satu sama lain, dan stop untuk memberikan asumsi dan komentar negatif,” ujar Gilang.

Baca Juga:  6 Pemain Persib Bandung Absen di Laga vs Persebaya Surabaya, Bojan Andalkan 2 Amunisi Ini

Sebelum itu, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan polemik itu sudah berakhir. Bahkan, kepala desa memohon maaf.

“Pak Kades sempat sampaikan mohon maaf sempat emosi, saya bilang gapapa itu kan biasa,” ujar Bey, Kamis (5/10/2023).

Namun hal tersebut juga menjadi refleksi untuk pemerintah setempat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk untuk pemerintah provinsi.

“Itu kritik pada kami agar lebih peduli lagi kepada masyarakat, harus lebih memperhatikan lagi lingkungan,” kata Bey.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Kabupaten Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.