Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib

Jumat, 30 Oktober 2026 16:34 WIB

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 30 Oktober 2026 16:11 WIB

November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya

Jumat, 30 Oktober 2026 15:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan

By Aga GustianaJumat, 8 Mei 2026 17:30 WIB3 Mins Read
Pengelolaan sampah di PVJ dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari tingkat tenant. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kemegahan arsitekturnya, Paris Van Java (PVJ) Mal ternyata menyimpan sistem pengolahan limbah yang revolusioner. Pusat perbelanjaan ikonik di Kota Bandung ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan aset ekonomi yang mampu memangkas biaya operasional secara drastis.

Sejak 2014, PVJ telah bertransformasi menjadi mal ramah lingkungan yang mengelola sampahnya secara mandiri. Langkah ini menjadi oase di tengah isu darurat sampah yang kerap menghantui kota-kota besar.

Maggotisasi: Senjata Rahasia Pengurai Limbah

Setiap harinya, mal ini harus menghadapi kiriman sampah sebesar 3 hingga 4 ton. Volume ini biasanya melonjak tajam saat memasuki akhir pekan seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Namun, alih-alih membuangnya langsung ke TPA, PVJ memilih cara yang lebih cerdas.

Sekitar 60 persen dari total sampah tersebut adalah jenis organik. Untuk menanganinya, PVJ mengerahkan “pasukan” larva Black Soldier Fly (BSF) melalui metode maggotisasi.

Baca Juga:  Demo DPRD Jabar Memanas, Polisi Tembakan Gas Air Mata Pukul Mundur Massa

“Sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan organik, sisanya anorganik dan residu. Untuk organik, kami olah menggunakan sistem maggotisasi dan sejauh ini berjalan dengan baik tanpa kendala berarti,” ujar General Affairs PVJ, Budi Santosa, Kamis (8/5/2026).

Limbah organik yang diurai oleh maggot ini menghasilkan kasgot atau pupuk organik berkualitas tinggi. Menariknya, pupuk ini tidak dibuang, melainkan dikirim untuk menyuburkan perkebunan milik PVJ yang berlokasi di kawasan Lembang.

Disiplin Ketat: Salah Pilah, Denda Rp500 Ribu Menanti

Kesuksesan sistem ini berawal dari hulu, yakni para tenant. Dengan total sekitar 350 gerai, PVJ menerapkan aturan yang tidak main-main soal pemilahan sampah. Setiap gerai dibekali ember khusus dan wajib memisahkan limbah organik mereka sebelum dijemput petugas pada malam hari.

Baca Juga:  Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Awan, Suhu Sejuk dan Lembap

Bagi gerai yang membandel atau mencampur sampah, manajemen PVJ tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat.

“Kalau masih ada sampah yang tidak terpilah, kami tidak akan angkut. Bahkan kami kenakan denda Rp500 ribu dan dibuatkan berita acara pelanggaran. Ini bentuk komitmen kami agar semua tenant disiplin,” tegas Budi.

Efisiensi Finansial yang Fantastis

Selain dampak positif bagi ekosistem, langkah hijau ini ternyata sangat menguntungkan dari sisi neraca keuangan perusahaan. Pengolahan mandiri terbukti jauh lebih murah dibandingkan metode pembuangan konvensional.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

Sebelum sistem ini berjalan, PVJ harus merogoh kocek hingga Rp40–50 juta per bulan untuk biaya pengelolaan sampah. Kini, angka tersebut menyusut signifikan.

“Sekarang biaya itu bisa ditekan menjadi sekitar Rp20 juta saja. Artinya, selain menjaga lingkungan, ini juga efisien secara biaya,” tambahnya.

Meski sampah residu tetap dikirim ke TPA, volumenya kini jauh lebih sedikit. PVJ berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini seiring dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan. Bagi mereka, menjaga kebersihan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung pengelolaan sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.