Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan

Jumat, 8 Mei 2026 17:30 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di KBB, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Jumat, 8 Mei 2026 17:04 WIB

Bobotoh Dilarang ke Samarinda! Persib Wanti-wanti Sanksi Jelang Lawan Persija

Jumat, 8 Mei 2026 16:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan
  • Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di KBB, Pelaku Ternyata Tetangga Korban
  • Bobotoh Dilarang ke Samarinda! Persib Wanti-wanti Sanksi Jelang Lawan Persija
  • Viral! Warganet Buru Link Video Syur ‘Guru Bahasa Inggris’, Benarkah Faktanya?
  • Oknum Guru PPPK Ciamis Jadi Otak Investasi Bodong Program MBG
  • Persija vs Persib Bisa Ditonton Gratis? Cek Jadwal Siaran Langsung Super League
  • Final Kepagian! Persija vs Persib: Tiga Poin Harga Mati Menuju Singgasana Juara Super League 2026
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 8 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan

By Aga GustianaJumat, 8 Mei 2026 17:30 WIB3 Mins Read
Pengelolaan sampah di PVJ dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari tingkat tenant. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kemegahan arsitekturnya, Paris Van Java (PVJ) Mal ternyata menyimpan sistem pengolahan limbah yang revolusioner. Pusat perbelanjaan ikonik di Kota Bandung ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan aset ekonomi yang mampu memangkas biaya operasional secara drastis.

Sejak 2014, PVJ telah bertransformasi menjadi mal ramah lingkungan yang mengelola sampahnya secara mandiri. Langkah ini menjadi oase di tengah isu darurat sampah yang kerap menghantui kota-kota besar.

Maggotisasi: Senjata Rahasia Pengurai Limbah

Setiap harinya, mal ini harus menghadapi kiriman sampah sebesar 3 hingga 4 ton. Volume ini biasanya melonjak tajam saat memasuki akhir pekan seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Namun, alih-alih membuangnya langsung ke TPA, PVJ memilih cara yang lebih cerdas.

Sekitar 60 persen dari total sampah tersebut adalah jenis organik. Untuk menanganinya, PVJ mengerahkan “pasukan” larva Black Soldier Fly (BSF) melalui metode maggotisasi.

Baca Juga:  Atasi Krisis Sampah, DPRD Jabar dan Bandung Barat Perkuat Sinergi Regulasi

“Sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan organik, sisanya anorganik dan residu. Untuk organik, kami olah menggunakan sistem maggotisasi dan sejauh ini berjalan dengan baik tanpa kendala berarti,” ujar General Affairs PVJ, Budi Santosa, Kamis (8/5/2026).

Limbah organik yang diurai oleh maggot ini menghasilkan kasgot atau pupuk organik berkualitas tinggi. Menariknya, pupuk ini tidak dibuang, melainkan dikirim untuk menyuburkan perkebunan milik PVJ yang berlokasi di kawasan Lembang.

Disiplin Ketat: Salah Pilah, Denda Rp500 Ribu Menanti

Kesuksesan sistem ini berawal dari hulu, yakni para tenant. Dengan total sekitar 350 gerai, PVJ menerapkan aturan yang tidak main-main soal pemilahan sampah. Setiap gerai dibekali ember khusus dan wajib memisahkan limbah organik mereka sebelum dijemput petugas pada malam hari.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Gandeng Tokoh Agama untuk Ubah Pandangan Masyarakat terhadap Sampah

Bagi gerai yang membandel atau mencampur sampah, manajemen PVJ tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat.

“Kalau masih ada sampah yang tidak terpilah, kami tidak akan angkut. Bahkan kami kenakan denda Rp500 ribu dan dibuatkan berita acara pelanggaran. Ini bentuk komitmen kami agar semua tenant disiplin,” tegas Budi.

Efisiensi Finansial yang Fantastis

Selain dampak positif bagi ekosistem, langkah hijau ini ternyata sangat menguntungkan dari sisi neraca keuangan perusahaan. Pengolahan mandiri terbukti jauh lebih murah dibandingkan metode pembuangan konvensional.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Banjir Bandung Raya Butuh Penanganan Terpadu dari Pemprov Jabar

Sebelum sistem ini berjalan, PVJ harus merogoh kocek hingga Rp40–50 juta per bulan untuk biaya pengelolaan sampah. Kini, angka tersebut menyusut signifikan.

“Sekarang biaya itu bisa ditekan menjadi sekitar Rp20 juta saja. Artinya, selain menjaga lingkungan, ini juga efisien secara biaya,” tambahnya.

Meski sampah residu tetap dikirim ke TPA, volumenya kini jauh lebih sedikit. PVJ berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini seiring dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan. Bagi mereka, menjaga kebersihan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung lingkungan hidup Maggot BSF Paris Van Java pengelolaan sampah Pupuk Organik PVJ Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di KBB, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Oknum Guru PPPK Ciamis Jadi Otak Investasi Bodong Program MBG

Dinsos Bandung Perkuat Penanganan PMKS Lewat Rumah Singgah Terpadu

Teknologi Pengolahan Sampah Autothermix Diuji di Bandung, Solusi Baru Masalah Sampah Kota

41 Titik Kabel di Bandung Dirapikan, Pemkot Dorong Sistem Bawah Tanah

Heboh Admin SPPG Pasirwangi Merokok saat Live TikTok, Ini Klarifikasinya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.