Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Menang, Balsa Sekulic Malah Sedih! Pengakuan Jujur Striker Baru Usai Taklukkan Arema FC

Senin, 27 Juli 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji

Minggu, 26 Juli 2026 21:02 WIB

Kena Batunya? Influencer Endang Yustika Senggol Warga Threads, Berujung Dirujak Se-Indonesia!

Minggu, 26 Juli 2026 21:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Menang, Balsa Sekulic Malah Sedih! Pengakuan Jujur Striker Baru Usai Taklukkan Arema FC
  • Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji
  • Kena Batunya? Influencer Endang Yustika Senggol Warga Threads, Berujung Dirujak Se-Indonesia!
  • Final Panas China Open 2026 Berakhir Manis, Fajar/Fikri Buktikan Indonesia Masih Raja Ganda Putra
  • Igor Tolic Sukses di Laga Perdana, Namun Bayangan Bojan Hodak Masih Melekat
  • Tak Cuma Sekolah Negeri, DPRD Jabar Dorong Dana Pendidikan untuk Semua Siswa Tanpa Diskriminasi
  • Bye Akun Palsu! Facebook Verified Hadir, Cukup Pakai Video Selfie untuk Dapat Lencana
  • Saatnya Pecah Telur! Timnas Indonesia Incar Gelar AFF Pertama, Nadeo Bicara Target Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pangkas Biaya 50%! Rahasia PVJ Bandung Sulap 4 Ton Sampah Jadi Cuan

By Aga GustianaJumat, 8 Mei 2026 17:30 WIB3 Mins Read
Pengelolaan sampah di PVJ dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari tingkat tenant. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kemegahan arsitekturnya, Paris Van Java (PVJ) Mal ternyata menyimpan sistem pengolahan limbah yang revolusioner. Pusat perbelanjaan ikonik di Kota Bandung ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan aset ekonomi yang mampu memangkas biaya operasional secara drastis.

Sejak 2014, PVJ telah bertransformasi menjadi mal ramah lingkungan yang mengelola sampahnya secara mandiri. Langkah ini menjadi oase di tengah isu darurat sampah yang kerap menghantui kota-kota besar.

Maggotisasi: Senjata Rahasia Pengurai Limbah

Setiap harinya, mal ini harus menghadapi kiriman sampah sebesar 3 hingga 4 ton. Volume ini biasanya melonjak tajam saat memasuki akhir pekan seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Namun, alih-alih membuangnya langsung ke TPA, PVJ memilih cara yang lebih cerdas.

Sekitar 60 persen dari total sampah tersebut adalah jenis organik. Untuk menanganinya, PVJ mengerahkan “pasukan” larva Black Soldier Fly (BSF) melalui metode maggotisasi.

“Sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan organik, sisanya anorganik dan residu. Untuk organik, kami olah menggunakan sistem maggotisasi dan sejauh ini berjalan dengan baik tanpa kendala berarti,” ujar General Affairs PVJ, Budi Santosa, Kamis (8/5/2026).

Limbah organik yang diurai oleh maggot ini menghasilkan kasgot atau pupuk organik berkualitas tinggi. Menariknya, pupuk ini tidak dibuang, melainkan dikirim untuk menyuburkan perkebunan milik PVJ yang berlokasi di kawasan Lembang.

Disiplin Ketat: Salah Pilah, Denda Rp500 Ribu Menanti

Kesuksesan sistem ini berawal dari hulu, yakni para tenant. Dengan total sekitar 350 gerai, PVJ menerapkan aturan yang tidak main-main soal pemilahan sampah. Setiap gerai dibekali ember khusus dan wajib memisahkan limbah organik mereka sebelum dijemput petugas pada malam hari.

Bagi gerai yang membandel atau mencampur sampah, manajemen PVJ tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat.

“Kalau masih ada sampah yang tidak terpilah, kami tidak akan angkut. Bahkan kami kenakan denda Rp500 ribu dan dibuatkan berita acara pelanggaran. Ini bentuk komitmen kami agar semua tenant disiplin,” tegas Budi.

Efisiensi Finansial yang Fantastis

Selain dampak positif bagi ekosistem, langkah hijau ini ternyata sangat menguntungkan dari sisi neraca keuangan perusahaan. Pengolahan mandiri terbukti jauh lebih murah dibandingkan metode pembuangan konvensional.

Sebelum sistem ini berjalan, PVJ harus merogoh kocek hingga Rp40–50 juta per bulan untuk biaya pengelolaan sampah. Kini, angka tersebut menyusut signifikan.

“Sekarang biaya itu bisa ditekan menjadi sekitar Rp20 juta saja. Artinya, selain menjaga lingkungan, ini juga efisien secara biaya,” tambahnya.

Meski sampah residu tetap dikirim ke TPA, volumenya kini jauh lebih sedikit. PVJ berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini seiring dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan. Bagi mereka, menjaga kebersihan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung lingkungan hidup Maggot BSF Paris Van Java pengelolaan sampah Pupuk Organik PVJ Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji

Tak Cuma Sekolah Negeri, DPRD Jabar Dorong Dana Pendidikan untuk Semua Siswa Tanpa Diskriminasi

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

Bikin Jantungan! Aksi Kejar Maling LPG di ‘Dlingo GP’, Sirkuit Fiktif Paling Hot di Jogja!

Tragis! Terduga Pencuri Ayam Tewas di Tangan Massa, KemenHAM Ikut Bersuara

Update Harga Emas Antam Minggu 26 Juli 2026, Buyback Tetap Rp2,352 Juta per Gram

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.