Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!

Sabtu, 26 September 2026 03:00 WIB

Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan

Sabtu, 26 September 2026 02:00 WIB

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Sabtu, 26 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pelarutan Batuan dan Naiknya Fluida Magmatik Penyebab Berubahnya Warna Air Danau Kelimutu

By Putra JuangJumat, 24 Mei 2024 18:10 WIB2 Mins Read
Air Danau Kelimutu berubah warna. (Dok. BTNK Kelimutu)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, terkait perubahan warna air danau kawah di Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, pada 17 Mei 2024, air kawah I (Tiwu Ata Polo) mengalami perubahan dari berwarna hijau menjadi hijau tua. Teramati juga dua titik bualan air di atas permukaan air danau kawah di sebelah timur laut.

Kemudian, pada 22 Mei 2024 terjadi perubahan warna air danau kawah menjadi coklat kehitaman. Suhu air danau kawah terukur 21 derajat celcius.

Berdasarkan data pemantauan baik secara visual maupun instrumental menunjukkan perubahan yang signifikan baik dari perubahan warna air danau Kawah I, maupun kenampakan dan sebaran dari belerang di permukaan air danau Kawah II yang semakin intensif.

Baca Juga:  Pulau Tagulandang Disebut Akan Tenggelam Imbas Erupsi Gunung Ruang, Badan Geologi: Hoaks!

“Pengamatan visual mengindikasikan terjadinya pelarutan batuan pada Kawah I dan naiknya fluida magmatik ke permukaan, yang ditunjukkan dari peningkatan suhu air danau Kawah II,” ucap Hendra dalam keterangannya, Jumat (24/5/2024).

Hendra mengatakan, perluasan sebaran endapan belerang di permukaan air danau Kawah II menunjukkan peningkatan aktivitas sistem magmatik-hidrotermal yang ada di bawahnya.

Baca Juga:  Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar 28 Kali Sejauh 2,5 Km Dini Hari Tadi

“Perubahan warna air danau kawah, sebaran belerang yang intensif didukung oleh peningkatan kegempaan mengindikasikan terjadinya suplai magma ke permukaan,” ungkapnya.

Hendra menyebut, potensi ancaman bahaya Gunung Kelimutu saat ini adalah erupsi freatik dan magmatik yang menghasilkan lontaran material dalam radius 250 m.

“Hujan abu dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin,” ujarnya.

Hendra mengatakan, saat ini terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kelimutu. Karena itu, pihaknya menaikkan status Gunung Kelimutu dari Level I atau Normal ke Level II atau Waspada terhitung mulai Sabtu (24/5/2024) pukul 13.00 WITA.

Baca Juga:  Badan Geologi Pasang Alat Pemantauan Baru di Pulau Ruang

“Dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), masyarakat/pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 m dari tepi kawah,” katanya.

Hendra memastikan pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Kelimutu tetap dilakukan bersama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

“Masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu agar tetap tenang tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kelimutu,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.