Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

12 Warga Jadi Korban, Polisi Ungkap Modus Pinjam Motor Lalu Dijual via COD

Kamis, 8 Oktober 2026 20:29 WIB

Sumedang Siap Gelar Pilkades Digital, 424 TPS dan 92 Tim Teknis Dikerahkan

Kamis, 8 Oktober 2026 20:21 WIB

45 Menit Persib vs Port FC: Teja Jadi Penyelamat, Gol Tak Kunjung Datang

Kamis, 8 Oktober 2026 20:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 12 Warga Jadi Korban, Polisi Ungkap Modus Pinjam Motor Lalu Dijual via COD
  • Sumedang Siap Gelar Pilkades Digital, 424 TPS dan 92 Tim Teknis Dikerahkan
  • 45 Menit Persib vs Port FC: Teja Jadi Penyelamat, Gol Tak Kunjung Datang
  • Baru Bebas Bersyarat, Indra Kenz Kembali Dijemput dan Dipindahkan ke Lapas Tangerang
  • 88 SEOUL 23 Paskal Bandung Tutup Sementara, 24 Orang Dilaporkan Alami Gejala Keracunan
  • Link Live Streaming Port FC vs Persib Bandung Shopee Cup 2026: Nonton Aksi Thom Haye Malam Ini
  • Gak Disengaja? Viral WNI Terciduk Kasih Makan Sampah ke Rusa di Jepang, Faktanya Bikin Tercengang
  • Pemerintah Teliti Putusan MK Terkait Isu Ijazah Wapres Gibran: Masih Kami Pelajari Lebih Dalam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemantauan Hilal, Aceh Jadi Penentu Awal Ramadhan 2025

By Putra JuangJumat, 28 Februari 2025 16:31 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Umat Islam melaksanakan salat Idul Adha 2025 secara serentak pada Jumat, 6 Juni 2025. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemantauan hilal di Aceh pada Jumat (28/2/2025), menjadi perhatian nasional. Sebagai provinsi paling barat Indonesia, Aceh punya posisi strategis untuk melihat hilal lebih awal dibanding wilayah lain.

Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Alfirdaus Putra mengatakan, data hisab menunjukkan posisi hilal di Aceh sudah memenuhi kriteria imkan rukyah yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura).

“Berdasarkan perhitungan falak, tinggi hilal saat matahari terbenam di Sabang mencapai 4 derajat 40 menit, dengan elongasi terbesar 6 derajat 24 menit di Lhoknga. Ini artinya, hilal berpotensi bisa dilihat secara langsung jika cuaca cerah,” ucap Firdaus dikutip NU Online, Jumat (28/2/2025).

Firdaus menjelaskan, Aceh memiliki enam titik pengamatan resmi yang jadi acuan sidang isbat Kementerian Agama RI. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Sabang, Lhoknga, Calang, Meulaboh, Banda Aceh, dan Aceh Selatan.

Baca Juga:  Keistimewaan Malam Lailatul Qadar: Kesempatan Emas di Bulan Ramadan

Posisi Aceh yang menghadap langsung ke Samudera Hindia membuat langit cenderung lebih terbuka, sehingga peluang keberhasilan rukyah lebih besar dibanding daerah lain.

“Kalau ada saksi yang melihat hilal dan kesaksiannya diterima, awal Ramadhan kemungkinan besar ditetapkan pada Sabtu, 1 Maret 2025. Tapi kalau hilal tidak terlihat, maka kita istikmal (menyempurnakan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari,” jelasnya.

Baca Juga:  Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadhan

Pria yang juga tim Falakiyah Kemenag Kanwil Aceh itu menyebut bahwa tradisi rukyah hilal di Aceh sudah berlangsung turun-temurun, dijaga oleh para ulama dan santri di dayah-dayah (pesantren) salafiyah.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa para perukyat Aceh tidak hanya mengandalkan teleskop modern, tetapi juga menggabungkan ilmu falak klasik dengan amalan spiritual.

Sebelum pengamatan, mereka berzikir, berdoa, dan meminta keberkahan agar diberi kemudahan dalam melihat hilal sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadhan.

Baca Juga:  Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya

“Rukyah itu bukan sekadar aktivitas astronomi, tapi juga ibadah. Ini bentuk pengamalan sunnah Nabi Muhammad saw yang mengajarkan untuk memulai dan mengakhiri Ramadhan dengan melihat hilal,” ungkapnya.

Pendekatan ini menjadi cerminan kehati-hatian dalam menentukan waktu ibadah yang bersifat wajib. Para ulama Aceh berusaha mengharmoniskan metode hisab sebagai panduan awal, tetapi tetap mengutamakan rukyah sebagai konfirmasi visual untuk menjaga akurasi syar’i.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aceh Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

12 Warga Jadi Korban, Polisi Ungkap Modus Pinjam Motor Lalu Dijual via COD

Sumedang Siap Gelar Pilkades Digital, 424 TPS dan 92 Tim Teknis Dikerahkan

88 SEOUL 23 Paskal Bandung Tutup Sementara, 24 Orang Dilaporkan Alami Gejala Keracunan

Pemerintah Teliti Putusan MK Terkait Isu Ijazah Wapres Gibran: Masih Kami Pelajari Lebih Dalam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.