Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa

Kamis, 6 Agustus 2026 12:56 WIB

Perebutan Juara 3 Piala Presiden 2026! Persija Tantang Arema FC, Siapa Lebih Unggul?

Kamis, 6 Agustus 2026 12:35 WIB

Kode Redeem FF 6 Agustus 2026 Terbaru Hari Ini, Klaim Skin Senjata dan Bundle Gratis

Kamis, 6 Agustus 2026 12:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa
  • Perebutan Juara 3 Piala Presiden 2026! Persija Tantang Arema FC, Siapa Lebih Unggul?
  • Kode Redeem FF 6 Agustus 2026 Terbaru Hari Ini, Klaim Skin Senjata dan Bundle Gratis
  • Beauty Warehouse Sale Makeupuccino Hadir di Cimahi, Diskon hingga 80 Persen dan Hadirkan 100 Ribu Produk Kecantikan
  • Panduan Lengkap Bantuan Beras 30 Kg Agustus 2026: Jadwal Penyaluran, Kriteria, dan Cara Cek Penerima
  • Rancangan Anggaran Jabar 2027 Disepakati, DPRD Dorong APBD Lebih Transparan dan Efektif
  • PHK Massal PT Namnam Fashion Industries Jadi Alarm Industri Jawa Barat
  • Kejutan Bursa Transfer Persib: Sisa Satu Amunisi Anyar Diumumkan Saat Launching Skuad
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pembukaan Bandung Zoo Dinilai Prematur di Tengah Dugaan Stres Satwa

By Aga GustianaSelasa, 20 Januari 2026 08:37 WIB3 Mins Read
Bandung Zoo. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu pembukaan kembali Bandung Zoo menuai sorotan tajam dari kelompok pemerhati satwa. Geopix menyatakan keprihatinan mendalam terhadap dibukanya kebun binatang tersebut untuk umum tanpa adanya penjelasan terbuka mengenai hasil evaluasi maupun audit pengelolaan. Situasi ini dinilai semakin mengkhawatirkan setelah muncul dugaan kondisi tidak ideal pada sejumlah satwa liar dilindungi, seperti orangutan, gajah, dan monyet hitam, yang disebut membutuhkan penanganan serta penilaian segera.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesejahteraan satwa seharusnya menjadi dasar utama sebelum Bandung Zoo kembali menerima kunjungan publik, terlebih di tengah konflik pengelolaan yang telah berlangsung lama.

“Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak. Bahkan kelayakan tersebut tidak sekedar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, tetapi para pihak juga harus memastikan aspek-aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh seperti kesejahteraan tenaga kerja serta yang lebih penting kesejahteraan satwa-satwanya. Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stress Orangutan, Gajah dan Monyet Hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan”, ujar Annisa dalampernyataan resminya, dikutip Selasa (20/1/2026).

Kekhawatiran tersebut turut diperkuat oleh pandangan ahli satwa liar. Indira Nurul Qomariah, Senior Biologist sekaligus Wildlife Curator dari Center for Orangutan Protection, menjelaskan bahwa perubahan fisik pada primata bisa menjadi indikator masalah serius.

“Pada primata termasuk orangutan dan monyet hitam, kebotakan di lengan dan kaki bawah dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit, malnutrisi, atau stres (akibat kebosanan atau kebiasaan kompulsif) yang memicu perilaku seperti overgrooming. Kebotakan dapat juga disebabkan oleh penyakit genetik seperti alopecia. Perlu dilakukan pemeriksaan medis dan observasi perilaku lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebotakan tersebut”, jelas Indira.

Tidak hanya primata, kondisi gajah di Bandung Zoo juga menjadi perhatian khusus. Indira menilai perilaku yang ditunjukkan gajah mengarah pada tanda-tanda tekanan psikologis.

“Gajah menunjukkan perilaku stereotip berupa swaying (gerakan berulang tanpa tujuan), yang termasuk indikator stres. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, antara lain kurangnya pengayaan (enrichment) atau kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan gajah lainnya”, tambahnya.

Geopix menilai bahwa membuka kebun binatang di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa justru berisiko memperburuk kondisi yang ada. Langkah tersebut dianggap mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi ex-situ di Indonesia. Dalam konteks ini, otoritas publik dinilai memiliki kewajiban hukum sekaligus tanggung jawab moral untuk memastikan setiap lembaga konservasi menjalankan standar kesejahteraan satwa secara ketat dan transparan.

Sebelum Bandung Zoo kembali sepenuhnya dibuka untuk publik, Geopix mendesak sejumlah langkah penting untuk dilakukan, antara lain evaluasi menyeluruh terhadap kondisi satwa dan fasilitas kandang, audit independen oleh pihak berwenang dan tenaga ahli, keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait kesehatan serta perawatan satwa, serta penundaan operasional hingga seluruh standar kesejahteraan benar-benar terpenuhi.

Geopix juga menegaskan bahwa kondisi satwa liar dilindungi di Bandung Zoo hanyalah bagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Fenomena ini disebut sebagai “gunung es” dari masalah kesejahteraan satwa di kebun binatang dan lembaga konservasi di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Geopix, kepercayaan publik terhadap lembaga konservasi tidak dapat dibangun secara instan, melainkan harus dibuktikan melalui komitmen nyata dan konsisten dalam melindungi serta menjamin kesejahteraan setiap satwa yang berada di dalamnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Zoo gajah Kebun Binatang Bandung Kesejahteraan Satwa konservasi satwa Orangutan Satwa Dilindungi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa

Beauty Warehouse Sale Makeupuccino Hadir di Cimahi, Diskon hingga 80 Persen dan Hadirkan 100 Ribu Produk Kecantikan

Rancangan Anggaran Jabar 2027 Disepakati, DPRD Dorong APBD Lebih Transparan dan Efektif

PHK Massal PT Namnam Fashion Industries Jadi Alarm Industri Jawa Barat

BPS Ungkap Fakta Kemiskinan 2026: Jawa Terbanyak, Kalimantan Paling Sedikit

Pohon Gasibu Ditebang, Klaim Dedi Mulyadi soal Ukuran Berbeda dengan Data Visual

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.