Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Dapatkan Token SG2 dan Skin Eksklusif Gratis

Sabtu, 23 Mei 2026 06:00 WIB

4 Wisata Sumedang Paling Hits 2026 yang Suguhkan Lanskap Ala Eropa

Sabtu, 23 Mei 2026 02:00 WIB

Bosan ke Lembang? Ini 4 Hidden Gems Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Wajib Dikunjungi Weekend Ini

Sabtu, 23 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Dapatkan Token SG2 dan Skin Eksklusif Gratis
  • 4 Wisata Sumedang Paling Hits 2026 yang Suguhkan Lanskap Ala Eropa
  • Bosan ke Lembang? Ini 4 Hidden Gems Wisata Bandung Terbaru 2026 yang Wajib Dikunjungi Weekend Ini
  • Membongkar Kedok Link Video “TKW Taiwan 3 vs 1”: Tren Clickbait Medsos yang Mengancam Keamanan Data
  • El Nino Mengintai Majalengka: Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih dan Karhutla
  • Panaskan Bursa Transfer: Persib Bandung Tikungan dengan Raksasa ASEAN Demi Kiper Eredivisie
  • Buntut Boikot Promosi Film, Rumah Produksi HAS Pictures Resmi Somasi Ratu Sofya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Part 2 Banyak Dicari Netizen, Pakar Ingatkan Jebakan Phising!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 23 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemerintah Takut Gerakan Masyarakat Sipil, Ketua BEM KEMA Unpad: Ada Traumatis Reformasi 98

By Putra JuangSenin, 26 Februari 2024 14:01 WIB2 Mins Read
Ketua BEM KEMA Unpad 2024, Fawwaz Ihza Mahenda Daeni. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua BEM KEMA Unpad 2024, Fawwaz Ihza Mahenda Daeni mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia yang setiap tahun terus mengalami penurunan.

Ajakan itu disampaikan Fawwaz saat memberikan Kuliah Umum Perdana Departemen Hukum Tata Negara Unpad bertajuk ‘Pemilu 2024: Kemunduran Demokrasi?’, Senin (26/2/2024).

“Pemilu ini, demokrasi ini dan pemerintah ini itu harus kita awal, karena ini bukan permasalahan anak hukum saja, tapi ini permasalahan kita semua,” ucap Fawwaz.

“Engga peduli latar belakang kita apa, engga peduli anda dari mana, ketika anda warga Indonesia yang akan dipimpin oleh pemerintah selama 5 tahun kedepan maka itu akan sangat berdampak kepada kita,” tambahnya.

Baca Juga:  Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Sasar 23 Juta Peserta, Dimulai Kapan?

Fawwaz menilai, kekuatan utama dalam sebuah negara bukan berada pada seorang pimpinan atau presiden, namun justru ada pada masyarakat sipil.

“Kita lihat, dulu revolusi Prancis yang mana dangat tiran raja-rajanya itu berhasil ditumbangkan oleh masyarakat sipilnya. Dan 98, segitu otoriternya, segitu dikuasainya entah parleman, pengadilan dan bahkan TNI/Polri itu dikuatkan oleh order baru tapi akhirnya bisa jatuh, kenapa? Karena ada peran masyarakat sipil,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan Upacara HUT ke-78 RI Digelar Full Luring

Menurutnya, yang ditakuti oleh pemerintah bukanlah adanya oposisi dalam parlemen, namun kekuatan dari masyarakat sipil.

“Jadi sebenarnya yang ditakutkan oleh pemerintah itu bukanlah oposisi yang dalam parlemen, tapi lebih menakutkan oposisi dalam masyarakat sipil,” katanya.

“Tapi sayangnya kita pada saat ini masih belum sadar seberapa penting gerakan masyarakat sipil, seberapa penting juga kita untuk menyuarakan pendapat kita,” tambahnya.

Fawwaz menyebut, gerakan masyarakat sipil tidak melulu soal demo saja. Menurutnya, hanya dengan acara-acara diskusi saja, pemerintah sudah mulai ketakutan.

Baca Juga:  Ferry Irwandi Bongkar Kesalahan Pemerintah di Balik Demo Ricuh

“Kita ikut diskusi aja itu udah masuk dalam gerakan masyarakat sipil dan mereka ketar ketir. Karena ada dalam genetik mereka itu traumatis dengan yang namanya reformasi 98,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Fawwaz, yang dibutuhkan saat ini bukanlah gerakan reformasi, tapi revolusi.

“Tapi aganya kita ga butuh reformasi, karena kita kembali lagi ke dalam agenda orde baru yang neo orde baru. Oleh karena itu, menurut saya sudah tidak butuh reformasi tapi revolusi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

masyarakat sipil pemerintah reformasi 98 Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabupaten Bekasi

El Nino Mengintai Majalengka: Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih dan Karhutla

Hadiah Fantastis Rp750 Juta Bagi Siapapun yang Temukan Buronan Kasus Paoman

Suarakan Kemanusiaan di Gaza, Kisah Keberanian Jurnalis Thoudy Badai Inspirasi Pihak Keluarga

Menelusuri Sosok Aman Yani, Mantan Bankir yang Dicari Dedi Mulyadi dengan Sayembara Rp750 Juta

Detik-detik Lansia 78 Tahun di Cigadung Disekap Rampok: CCTV Dirusak, Motor-HP Raib!

Cerita Relawan Indonesia yang Sempat ‘Diculik’ Israel: Disetrum hingga Dipukul Selama Ditahan

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.