Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

Rabu, 23 September 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Rabu, 23 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkot Tasikmalaya Targetkan Zero Stunting di Tahun 2024 

By Putri Mutia RahmanSabtu, 13 Januari 2024 19:49 WIB2 Mins Read
Stunting. (Foto: rsudmangusada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya, Jawa Barat, terus berusaha menurunkan angka dengan target zero di tahun 2024 stunting melalui program satu aparatur sipil negara (ASN) satu anak stunting di 69 kelurahan tersebar di 10 kecamatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan  gerakan yang dilakukan melalui program satu ASN satu anak tujuannya untuk menurunkan angka stunting yang masih tersisa dan semua unsur seperti Dinas Sosial, Keluarga Berencana (KB), Baznas, Babinsa, Polsek agnia dan Posyandu harus terlibat.

“Dalam mengentaskan angka stunting di Kota Tasikmalaya yang dilakukan melalui gerakan satu ASN satu anak stunting dan semua elemen masyarakat termasuk pemberian makan tambahan (PMT) yang diberikannya. Pemberian makanan pada anak harus berimbang seperti masak sayur sop, nasi, telur, daging, bubur kacang ijo, susu dan jeruk supaya berat badan bertambah serta tinggi badan juga meningkat,” jelasnya, Sabtu (13/1) dikutip dari Metro Tv News.

Ia juga mengatakan, angka stunting di wilayahnya mulai mengalami penurunan secara bertahap setelah dilakukan gerakan melalui program satu aparatur sipil negara (ASN) satu anak. Namun gerakan yang dilakukan harus ditangani supaya penanganan anak stunting kembali normal seperti biasa.

Berdasarkan data tahun lalu angka stunting mencapai 5.800 dan sekarang data terakhir 4.767 atau 10,75 persen dan tinggal 4,6 persen dituntaskan.

“Alhamdulillah, program one ASN one anak stunting di Kota Tasikmalaya sudah 691 anak dalam kondisi sudah normal seperti biasa tapi mereka tetap harus dibantu terutama dalam asupan gizi supaya tidak stunting lagi. Akan tetapi, untuk sisanya masih terus dilakukan agar mereka sembuh dari stunting dan paling utama tetap asupan gizi termasuk orang tuanya,” katanya.

Suryaningsih berharap, anak stunting di Tasikmalaya bisa normal kembali dengan adanya program satu ASN satu anak stunting. Meskipun beberapa anak masih terkendala dengan penyakit bawaan (komorbit).

“Mudah-mudahan tahun ini anak stunting bisa normal lagi dan bisa new zero di wilayah Kota Tasikmalaya. Akan tetapi, program satu ASN satu anak masih terdapat kendala terutama ketika anak balita stunting memiliki penyakit bawaan (komorbit) misalnya TB tapi mereka semuanya akan dituntaskan melalui gerakan satu ASN satu anak,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.