Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Rabu, 28 Oktober 2026 09:20 WIB

Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh

Rabu, 28 Oktober 2026 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya

Rabu, 28 Oktober 2026 08:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
  • Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh
  • Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya
  • Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra
  • Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba
  • BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar akan Telusuri Sumber Penyebaran Monkeypox yang Semakin Bertambah

By Putri Mutia RahmanSelasa, 14 November 2023 10:54 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Kulit Manusia yang Terpapar Cacar Monyet atau Monkeypox. (rsabhk.coid)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Kasus penyebaran cacar monyet atau monkeypox di Jawa Barat terus bertambah, Dinas Kesehatan (Dinkes) melaporkan kini ada lima kasus yang ditemukan di empat kabupaten dan kota.

Lima kasus tersebut ditemukan satu orang di masing-masing Kabupaten dan Kota. diantaranya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Bekasi, Depok, dan Kota Bandung. Namun untuk pasien cacar monyet dari Kota Bandung sudah berangsur membaik dan dinyatakan sembuh. 

Menanggapi hal itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, Dinas Kesehatan provinsi bersama dengan kabupaten kota masih mencari sumber penyebaran dari penyakit ini.

“Soal penyebab monkeypox kami masih mencari, yang penting semua rumah sakit sudah siap dan tidak boleh menolak (pasien monkeypox),” ujar Bey, Selasa (14/11/2023). 

Baca Juga:  Dinkes Jabar Himbau Penyakit Cacar Monyet Penyebarannya Cepat, Namun Penyebab Kematian Minim

Sedangkan, Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, penambahan kasus terjadi di wilayah Cirebon. Sampel baru dilaporkan ke Dinkes Jabar beberapa waktu kemarin. Pasien saat ini menjalani perawatan di rumah sakit daerah setempat. 

“Kan baru masuk konfirmasinya jadi kalau sembuh rasanya Dinkes Kabupaten Cirebon belum menyatakan sembuh, jadi masih dirawat,” kata Vini. 

Vini memastikan, nantinya akan ada perkembangan terbaru dari pelaksanaan kontak erat sang pasien. Akan tetapi, secara umum pelacakan pasien cacar monyet terkendala pada informasi perjalanan pengidap. 

“Dari 5 kasus ini yang saya baca dari laporan itu memang gak ada yang maaf ya tanda kutip mengaku, jadi ya kami dalam hal ini memang yang kemarin ada suspek pulang dari Malaysia negatif malah cacar air. Jadi memang cacar air itu lagi banyak juga ya,” kata dia.

Baca Juga:  Mpox Darurat Kesehatan Global, Dinkes Kota Cimahi Minta Warga Tak Panik

Begitupun dengan Dinkes Kota Bandung, mereka memiliki kendala yang sama dalam pelacakan kontak erat satu orang pasien cacar monyet dari Pasirlayung. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Girindra Wardhana mengatakan, pasien cacar monyet tidak terbuka soal riwayat perjalanannya. 

“Kami agak menemukan kesulitan, karena yang bersangkutan tidak terbuka. Ketemu siapa saja gitu ya, selama 21 hari itu. Jadi ini sih masih terus didalemin (penyebabnya) ya, posisi sekarang kan di ruang isolasi di RSHS,” ujar Girindra saat dikonfirmasi, Selasa (2/10/2023). 

Baca Juga:  Kasus Bertambah, Satu Warga Cianjur Positif Monkeypox

Girindra menambahkan, pasien positif cacar monyet di Kota Bandung ini tidak ada kaitannya dengan pasien lainnya di Jakarta. Berdasarkan keterangan pasien, riwayat perjalanannya tidak ada beraktivitas lama di DKI Jakarta. 

“Memang tidak ke Jakarta yang bersangkutan pernah ke Sukabumi. Ditanya ke Jakarta jawabnya tidak, jadi tidak sampai ke sana selama 21 hari itu. Dan lebih banyak di rumah katanya gitu,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cacar Monyet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.