bukamata.id – Sebuah gol kilat di awal laga menjadi pembeda dalam duel sengit Grup C Piala Dunia 2026. Tim nasional Maroko sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0 di Gillette Stadium, Massachusetts, pada Sabtu (20/6) dini hari WIB.
Gol semata wayang dari Ismael Saibari saat laga baru berjalan 72 detik memastikan kemenangan krusial bagi wakil Afrika tersebut. Hasil ini sekaligus membuka lebar peluang kedua tim untuk memperebutkan tiket ke babak 32 besar pada laga penentu berikutnya.
Skema Kilat Penghancur Taktik
Pertandingan baru saja dimulai ketika lini belakang Skotlandia dikejutkan oleh determinasi tinggi anak asuh Walid Regragui. Memanfaatkan strategi build-up yang rapi dari lini belakang, Brahim Diaz yang bergerak di sektor kanan dengan cerdik melepaskan umpan terobosan akurat ke jantung pertahanan lawan.
Ismael Saibari yang lolos dari kawalan ketat langsung menyambut bola. Tanpa kontrol berlebih, ia melepaskan sepakan melengkung yang bersarang telak di pojok kanan atas gawang Skotlandia. Papan skor langsung berubah 1-0 untuk keunggulan Maroko.
The Tartan Army – julukan Skotlandia – praktis tertekan sepanjang paruh pertama. Mereka dipaksa bertahan total di area sendiri sambil sesekali mengintip peluang lewat serangan balik. Maroko hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-18 jika sontekan Achraf Hakimi tidak mentah di tangan kiper lawan. Keunggulan satu gol bertahan hingga turun minum.
Drama Menit Akhir dan Perlawanan Skotlandia
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Saibari nyaris mencetak brace pada menit ke-50 saat upayanya membentur bek lawan dan hanya mengenai mistar gawang. Tak lama berselang, giliran sundulan Bilal El Khannous yang berhasil digagalkan lewat aksi gemilang penjaga gawang Skotlandia.
Skotlandia mulai keluar menyerang setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Maroko yang dikawal Issa Diop pada menit ke-63. Sayang, eksekusi akhir Ryan Christie masih melambung tinggi.
Memasuki sepuluh menit terakhir, tensi pertandingan memuncak. Kubu Skotlandia sempat melayangkan protes keras pada menit ke-80 setelah Scott McTominay terjatuh di kotak terlarang, namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Gelandang Manchester United tersebut terus menebar ancaman di sisa laga, termasuk sebuah sepakan jarak dekat yang sayangnya masih bisa diamankan dengan pelukan erat kiper Maroko. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan dramatis Singa Atlas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








