Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Sisi Lain 17-an! Perayaan Kemerdekaan Tanpa Sekat ala Dunia vs Tenda Mewah Indonesia!

Jumat, 14 Agustus 2026 14:08 WIB

Warisan Miliarder Indonesia Terungkap, Empat Anak Michael Hartono Dapat Saham Rp52 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 13:35 WIB
Pelecehan Seksual

Dipicu Masalah Uang, Ayah di Purwakarta Tega Siksa Anak Kandung

Jumat, 14 Agustus 2026 13:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Sisi Lain 17-an! Perayaan Kemerdekaan Tanpa Sekat ala Dunia vs Tenda Mewah Indonesia!
  • Warisan Miliarder Indonesia Terungkap, Empat Anak Michael Hartono Dapat Saham Rp52 Triliun
  • Dipicu Masalah Uang, Ayah di Purwakarta Tega Siksa Anak Kandung
  • AFC Tolak Banding Persib Bandung, Denda Miliaran Rupiah dan Sanksi Laga Kandang Tetap Berlaku
  • Marc Klok Kembali ke Persib Usai Tugas Negara, Langsung Tancap Gas di Bali
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Ferran Torres Tinggalkan Barcelona, PSG Tebus Rp900 Miliar dan Siapkan Kontrak hingga 2031
  • Geger! Dua Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi, Leher Terluka Parah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warisan Miliarder Indonesia Terungkap, Empat Anak Michael Hartono Dapat Saham Rp52 Triliun

By SusanaJumat, 14 Agustus 2026 13:35 WIB3 Mins Read
Michael Bambang Hartono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Almarhum Michael Bambang Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, dikabarkan meninggalkan warisan berupa pengalihan saham kepada empat anaknya. Nilai saham yang dialihkan disebut mencapai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,37 triliun per orang, dengan asumsi kurs Rp17.870 per dolar AS.

Mengutip The Star, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026 dalam usia 86 tahun. Semasa hidup, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, menjadi pemilik lebih dari separuh saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui perusahaan induk keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA).

Berdasarkan dokumen pemerintah, sebanyak 49 persen saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan telah dibagikan secara rata kepada keempat ahli warisnya.

Jika mengacu pada kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan di BCA, nilai saham yang sebelumnya dimiliki Michael di perusahaan induk tersebut mencapai sekitar US$11,7 miliar atau Rp209,12 triliun per 11 Agustus 2026.

Empat Ahli Waris Terima Saham

Pengalihan saham tersebut menjadi bagian dari proses pewarisan aset keluarga Hartono. Keempat anak Michael masing-masing disebut menerima porsi yang sama dari 49 persen kepemilikan saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan.

Selain menerima warisan saham, anak-anak Michael juga tercatat menduduki sejumlah posisi dalam jaringan bisnis keluarga pemilik Djarum.

Kerajaan bisnis keluarga Hartono mencakup berbagai sektor, mulai dari industri rokok, perbankan, pusat perbelanjaan, perdagangan elektronik atau e-commerce hingga perkebunan.

Besarnya nilai aset yang dialihkan membuat proses pewarisan tersebut disebut sebagai salah satu transfer kekayaan terbesar di kawasan Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Nilainya bahkan disebut melampaui warisan mendiang pendiri United Overseas Bank Ltd. asal Singapura, Wee Cho Yaw, yang diperkirakan mencapai sekitar US$10 miliar atau Rp178,74 triliun.

BCA Ungkap Perubahan Pengendali PT Dwimuria

Sementara itu, berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BCA telah menyampaikan informasi terkait perubahan kepemilikan dan pengendalian PT Dwimuria Investama Andalan yang merupakan pemegang saham pengendali terakhir BCA.

BCA menjelaskan perubahan tersebut terjadi setelah Michael Bambang Hartono meninggal dunia.

“Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA) yang juga merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali PT DIA,” tulis BCA dalam keterbukaan informasi BEI pada Jumat (20/3).

Dalam keterbukaan informasi tersebut dijelaskan bahwa PT Dwimuria Investama Andalan sebelumnya dikendalikan oleh Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Setelah Michael meninggal dunia, Robert Budi Hartono menjadi satu-satunya pengendali PT Dwimuria Investama Andalan dengan persentase kepemilikan yang tetap sebesar 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Terakhir BCA

BCA juga menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat perubahan struktur kepemilikan akhir perseroan.

Pada 30 Juli 2026, BCA menerima Surat OJK Nomor SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 mengenai struktur kepemilikan akhir PT Bank Central Asia Tbk.

Dalam surat tersebut, perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK. Robert Budi Hartono ditetapkan sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.

“Sehubungan dengan perubahan pemegang saham pengendali dari PT DIA yang juga merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan tersebut, pada tanggal 30 Juli 2026 Perseroan telah menerima Surat OJK No. SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026,” jelas BCA dalam keterbukaan informasi.

Dengan perubahan tersebut, Robert Budi Hartono kini menjadi pengendali terakhir BCA setelah sebelumnya perusahaan dikendalikan bersama mendiang Michael Bambang Hartono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

keluarga Hartono Michael Bambang Hartono Robert Budi Hartono saham BCA warisan keluarga Hartono warisan Michael Hartono warisan Rp209 triliun
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Sisi Lain 17-an! Perayaan Kemerdekaan Tanpa Sekat ala Dunia vs Tenda Mewah Indonesia!

Pelecehan Seksual

Dipicu Masalah Uang, Ayah di Purwakarta Tega Siksa Anak Kandung

Geger! Dua Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi, Leher Terluka Parah

Wacana Pembatasan Pertalite Sasar Desil 9 dan 10: Siapa Saja Kelompok yang Terancam Tak Dapat BBM Subsidi?

Pemkot Bandung Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Kecil, PSEL Jelekong Ikut Dikaji

Kota Bandung Masih Gelap di Banyak Titik, Butuh 36 Ribu Penerangan Jalan Lagi

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.