Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

By Aga GustianaJumat, 19 Juni 2026 22:30 WIB2 Mins Read
Figur senior Asep Ado. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Momentum hari jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) diwarnai gelombang evaluasi pahit. Alih-alih dipenuhi euforia perayaan, pemerintah daerah justru dihantam rapor merah dari masyarakat yang menilai kebijakan yang ada belum menyentuh akar permasalahan publik. Kesejahteraan kolektif yang menjadi ruh utama pemekaran wilayah dua dekade silam dinilai masih berupa angan-angan.

Kritik pedas ini ditiupkan langsung oleh jajaran tokoh deklarator pemekaran KBB, salah satunya tokoh senior Asep Ado. Para inisiator yang dahulu bertaruh keringat demi memisahkan wilayah ini agar pembangunan lebih cepat, kini berbalik arah mempertanyakan arah kompas pembangunan daerah yang stagnan. Urusan klasik seperti jalan rusak, sempitnya lapangan kerja, hingga birokrasi yang lamban menjadi coretan hitam yang terus berulang setiap tahunnya.

“Masyarakat KBB hari ini tidak butuh pejabat yang pandai bersilat lidah di media massa atau pamer pencapaian semu di media sosial. Rakyat butuh bukti nyata,” kata Asep Ado, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga:  Kecelakaan Tragis di Cisarua! Truk Tabrak Motor, Bocah 10 Tahun Meninggal Dunia

Fenomena Pejabat “Amnesia” Usai Pemilu

Dalam ruang refleksi publik kali ini, warga juga menumpahkan kekecewaan mereka terhadap tabiat para pemangku kebijakan. Hubungan antara pejabat dan konstituen dinilai hanya bersifat transaksional menjelang pesta demokrasi, yang seketika berubah dingin begitu kursi kekuasaan berhasil direbut.

“Dulu saat butuh suara, ketuk pintu rumah warga sampai pelosok pun dilakoni. Sekarang, jangankan menemui rakyat yang menagih janji, melihat keluar dari kaca mobil dinas yang gelap saja mungkin mereka enggan,” ujar Asep.

Baca Juga:  Kebakaran TPA Sarimukti Tinggal 50 Persen

Melalui momentum ini, komite pendiri wilayah menegaskan kembali bahwa KBB berdiri di atas fondasi aspirasi rakyat yang mendambakan pemerataan pembangunan dan kemudahan akses pelayanan. Oleh sebab itu, para elite lokal diingatkan untuk menanggalkan arogansi kekuasaan dan kembali pada khitah mereka sebagai pelayan rakyat.

Gugatan Terhadap Tujuan Pemekaran Wilayah

Para tokoh menilai, jika di usia yang hampir menginjak kepala dua ini Bandung Barat masih saja terjebak dalam pusaran problem mendasar serta tumpukan janji kampanye yang berdebu, maka sangat wajar jika masyarakat mulai bersikap skeptis.

Baca Juga:  Pandawara Group Sebut Sungai di KBB Jadi The New Ocean Rubbish, Warganet: Gak Bisa Berkata-kata

“Apakah pemekaran daerah ini dulu diperjuangkan untuk menyejahterakan rakyat, atau hanya untuk membuka fasilitas mewah bagi segelintir elite?” sindir Asep.

Ulang tahun ke-19 ini seyogianya menjadi alarm keras bagi birokrat di Pemkab Bandung Barat untuk menghentikan panggung pencitraan dan fokus menelurkan program kerja yang berdampak instan pada isi dompet dan urusan perut warga.

“Rakyat KBB sudah cerdas; mereka tidak bisa lagi dikenyangkan hanya dengan janji-janji manis yang menguap begitu saja setelah pemilu usai. Saatnya turun ke lapangan, realisasikan janji Anda, atau bersiaplah dicatat sejarah sebagai pejabat yang gagal amanah,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.