Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Rabu, 13 Mei 2026 20:27 WIB

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Rabu, 13 Mei 2026 20:21 WIB

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

Rabu, 13 Mei 2026 20:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
  • 13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta
  • 7 Pemain Timnas di Persib vs PSM, Pertarungan Gengsi Tak Terhindarkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penampakan Mumi Kucing Purba yang Ditemukan Di Serbia, Tubuhnya Masih Utuh

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 15:50 WIB3 Mins Read
Mumi Kucing Siberia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tim peneliti dari Rusia menemukan mumi kucing yang membeku selama 35 ribu tahun di lapisan es Arktik, Siberia. Mumi kucing purba bergigi pedang ini ditemukan masih utuh.

Terlihat hewan ini memiliki kumis, cakar serta bagian tubuh seperti kepala dan kaki depan yang terawetkan sempurna.

Mumi kucing purba ini ditemukan pada tahun 2020 di tepi sungai Badyarikha, Yakutia. Diperkirakan hewan ini berasal dari zaman Pleistosen akhir (126,00 – 11,700 tahun yang lalu).

Dari bentuknya, kemungkinan kucing ini masih kecil dan mati pada usia tiga minggu. Hal ini juga berdasarkan petunjuk dari pertumbuhan gigi susunya.

Penelitian terbaru, yang diterbitkan di Scientific Reports, menjelaskan anatomi dari hewan ini, termasuk bulunya yang tebal, lembut, dan berwarna coklat. Serta kumisnya yang masih terlihat utuh meskipun bulu matanya telah hilang.

Homotherium latidens merupakan salah satu predator puncak zaman es. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh anak kucing ini telah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi salju dan suhu dingin.

Baca Juga:  Cat Lovers Merapat! Ini 2 Cafe Kucing di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Dibandingkan dengan anak singa modern, ia memiliki telapak kaki yang lebih lebar tanpa bantalan di pergelangannya. Hal tersebut memungkinkan H.latidens untuk berjalan stabil di atas salju.

Melansir Science, karakteristik lainnya meliputi leher yang jauh lebih tebal (dua kali lebih tebal dari singa Afrika modern), mulut lebih besar, telinga lebih kecil, dan kaki depan yang lebih panjang.

Baca Juga:  Catat, Jadwal dan Syarat Vaksin Rabies dan Sterilisasi Kucing Liar Gratis di Bandung

Penemuan ini menjawab banyak pertanyaan yang sebelumnya hanya dapat diduga melalui fosil. Sebagai contoh, H.latidens memiliki tubuh yang lebih pendek dan kaki lebih panjang dari singa modern, adaptasi yang terlihat sudah berkembang pada H.latidens usia tiga minggu.

Selain itu, otot-otot tebal yang terlihat pada mumi menunjukkan kemampuan berburu yang kuat sejak usia muda.

Penemuan ini juga memperluas pemahaman tentang persebaran Homotherium di Eurasia, yang sebelumnya diduga hanya hidup hingga Pleistosen tengah (770,000 – 126,000 tahun yang lalu). Dengan tubuh yang terawetkan sempurna, para peneliti kini dapat mempelajari lebih dalam tentang struktur anatomi seperti bentuk otot, tekstur bulu, dan adaptasi terhadap iklim ekstrem.

Baca Juga:  Ditembak Ku Aing! Viral Aksi Keji Pria Bunuh Kucing di Bandung

“Selama ini, keberadaan Homotherium terakhir di Eurasia tercatat pada Kala Pleistosen Tengah [770.000 hingga 126.000 tahun lalu],” tulis para peneliti dalam studi mereka, melansir Live Science, Sabtu (16/1).

“Penemuan mumi H. latidens di Yakutia memperluas pemahaman tentang distribusi genus tersebut dan mengonfirmasi keberadaannya pada Kala Pleistosen Akhir [126.000 hingga 11.700 tahun lalu] di Asia,” tambah mereka.

Meskipun analisis ini sudah mengungkap banyak fakta menarik, para ilmuwan masih terus meneliti. Penelitian mendalam tentang anatomi dan ekologi hewan ini akan diterbitkan dalam studi lautan.

“Ciri-ciri anatomi penemuan ini akan dibahas lebih rinci dalam makalah berikutnya,” tulis mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kucing mumi Purba siberia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!

Catat! Jadwal Operasional bank bjb Selama Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2026

Lari Gratis di Dieng Caldera Race 2026? Cukup Nabung di bank bjb, Begini Caranya!

Video Guru Bahasa Inggris vs Siswa, Bikin Heboh, Ada Kejanggalan Mengejutkan di Menit ke 2

Panduan Lengkap SPMB Kota Bandung 2026: Aturan Baru, Jalur, dan Jadwal Penting yang Wajib Diketahui Orang Tua

Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.