bukamata.id – Para calon siswa yang belum berhasil menembus ketatnya persaingan masuk SMA dan SMK negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 tidak perlu berkecil hati. Peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang menengah atas masih terbuka lebar melalui jalur kemitraan.
Mulai pembukaan SPMB gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung dari 30 Juni hingga 6 Juli 2026, para pendaftar dapat langsung mengalihkan pilihan ke 1.128 Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang secara resmi telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah taktis ini sengaja disiapkan Pemprov Jabar guna memberikan wadah pendidikan bagi puluhan ribu anak didik yang tidak kebagian kursi di sekolah negeri. Infrastruktur program ini pun terus diperluas hingga kini merangkul seribu lebih sekolah swasta di berbagai penjuru wilayah pasundan.
Pendaftaran Jalur Swasta Dilakukan Terintegrasi
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa calon peserta didik diperbolehkan langsung melirik sekolah swasta mitra sejak awal fase kedua ini jika kalkulasi peluang lolos di sekolah negeri terhitung tipid.
“Sudah bisa daftar di tahap dua nanti, sudah bisa langsung milih SSK. Kalau mereka daftar ke negeri, penuh kuotanya, karena jaraknya terlalu jauh, dia sudah melihat kemungkinannya kecil, dia bisa langsung daftar ke SSK gitu,” kata Purwanto saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).
Menepis kabar burung yang sempat beredar bahwa proses pendaftaran ke sekolah swasta harus ditempuh secara luring, Purwanto meluruskan bahwa mekanisme penentuan sekolah SSK tersebut sudah terintegrasi penuh di dalam portal resmi SPMB.
“Online sama di sistem. Bisa langsung milih,” ujarnya.
Subsidi Jutaan Rupiah Tanpa Sekat Jalur Zonasi
Melalui skema SSK ini, pemerintah daerah memberikan stimulus finansial senilai Rp2,7 juta bagi tiap murid. Subsidi tersebut dialokasikan untuk memangkas dana sumbangan pendidikan (DSP) sebesar Rp1,5 juta serta sokongan iuran bulanan senilai Rp100 ribu atau setara Rp1,2 juta per tahunnya.
Keunggulan lainnya, Purwanto memaparkan bahwa masyarakat memiliki fleksibilitas penuh untuk menentukan lembaga pendidikan swasta yang diinginkan tanpa perlu terikat oleh aturan saringan yang ketat seperti pada sekolah negeri.
“Iya, bisa langsung milih. Dia mau sekolah swasta di mana yang dekat, ya tergantung pilihan. Kalau itu mah tidak berdasarkan jalur-jalur lagi kalau ke swasta. Dia milih swasta mana, bisa langsung klik, masuk,” jelasnya.
Kendati demikian, bagi sekolah swasta lain yang ingin menyusul untuk ikut serta dalam program subsidi ini, kesempatan tersebut dipastikan telah habis. Pemprov Jabar menegaskan daftar 1.128 sekolah terafiliasi yang ada saat ini sudah bersifat final untuk gelombang kedua.
“Sudah ditutup kemarin. Kan lama kita memberikan kesempatan untuk bergabung,” tegas Purwanto.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









