Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Naik 7 Tingkat! Indonesia Kini Tempati Peringkat 16 Klasemen Medali Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 10:36 WIB

Catat Tanggalnya! Puncak HJKB ke-216 Baru Digelar Oktober, Ini Rangkaian Lengkapnya

Jumat, 25 September 2026 10:01 WIB

Serasa Ninja Warrior! Trotoar Gasibu Diuji Komunitas Difabel, Desainnya Tuai Kritik Warganet

Jumat, 25 September 2026 09:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Naik 7 Tingkat! Indonesia Kini Tempati Peringkat 16 Klasemen Medali Asian Games 2026
  • Catat Tanggalnya! Puncak HJKB ke-216 Baru Digelar Oktober, Ini Rangkaian Lengkapnya
  • Serasa Ninja Warrior! Trotoar Gasibu Diuji Komunitas Difabel, Desainnya Tuai Kritik Warganet
  • Pintu Transfer Resmi Ditutup, Skuad Persib Bandung Dipastikan Tanpa Wajah Baru
  • Baru Nikah Langsung Dihujat? Fakta di Balik Wedding Kiss Andre Taulany & Amanda Rigby
  • Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya
  • 15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya
  • Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pendapatan-Belanja Jabar Anjlok, Dedi Mulyadi Didesak Tinggalkan Pola One Man Show!

By Aga GustianaRabu, 9 Juli 2025 22:08 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Demul). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, angkat bicara terkait tren penurunan pendapatan dan belanja daerah yang menjadi sorotan publik. Ia menilai kondisi tersebut sebagai sinyal peringatan serius bagi pemerintahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Data terbaru dari Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa realisasi pendapatan APBD Jawa Barat hingga semester pertama 2025 hanya mencapai 41,2%. Angka ini tertinggal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (45,7%) dan Nusa Tenggara Barat (47,1%). Sementara itu, realisasi belanja daerah juga belum optimal, baru menyentuh 37,8%.

“Kami sebagai unsur legislatif tentu sangat prihatin. Ini harus menjadi alarm. Jawa Barat adalah provinsi dengan potensi ekonomi terbesar kedua nasional, tapi justru tertinggal dalam kinerja keuangan daerah,” tegas Ono Surono dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga:  Viral Emak-emak di Garut Pantau Aktivitas Galian dari Atas Bukit, Lapor ke Dedi Mulyadi

Bukan Sekadar Angka

Menurut Ono, rendahnya serapan anggaran tidak hanya mencerminkan persoalan administrasi fiskal, melainkan juga berdampak langsung pada berbagai sektor vital.

“Kita perlu jujur melihat fakta. Ini bukan sekadar urusan anggaran, tapi menyangkut pelayanan publik, pengurangan pengangguran, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya menambahkan.

Kepemimpinan Kolaboratif Diperlukan

Dalam pernyataannya, Ono juga memberikan masukan langsung kepada Gubernur Dedi Mulyadi untuk tidak menjalankan pemerintahan secara sentralistik. Ia mendorong gaya kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan terbuka terhadap partisipasi berbagai elemen.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Genjot Pembangunan Ruang Kelas, Targetkan Semua Sekolah Negeri Siap Pakai di 2026

“Era saat ini menuntut kepemimpinan berbasis teamwork, bukan one man show. Kapasitas Gubernur tidak diragukan, tetapi harus dibarengi dengan pelibatan OPD, wakil gubernur, mitra DPRD, dan stakeholder lainnya secara intensif,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Ia juga menekankan pentingnya sistem perencanaan dan pengawasan yang kuat, dengan memperluas ruang partisipasi publik serta mengaktifkan peran teknokrat di lingkungan birokrasi.

DPRD Siap Jadi Mitra Konstruktif

Ono menegaskan bahwa kritik yang disampaikan DPRD bukan dalam rangka menyerang, tetapi bagian dari fungsi pengawasan demi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Lebih dari Festival! WJF 2025 Jadi Momentum Penguatan Budaya dan Etos Kerja Jabar

“Kami siap mendukung jika ada langkah korektif. DPRD bukan lawan, tapi mitra konstitusional Gubernur. Namun kami juga tidak bisa tinggal diam bila tren ini dibiarkan tanpa koreksi,” tegasnya.

Ia pun berharap agar Gubernur segera merumuskan strategi baru dalam Refocusing Anggaran Semester Kedua, serta memperbaiki kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan hubungan kerja dengan DPRD.

“Rakyat Jawa Barat menaruh harapan besar. Kita semua bertanggung jawab menjawabnya dengan kerja, data, dan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Catat Tanggalnya! Puncak HJKB ke-216 Baru Digelar Oktober, Ini Rangkaian Lengkapnya

Serasa Ninja Warrior! Trotoar Gasibu Diuji Komunitas Difabel, Desainnya Tuai Kritik Warganet

15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.