Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Senin, 2 November 2026 06:00 WIB

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lemhannas Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Barak Militer Bukan Tempat Rehabilitasi

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily menilai pendekatan militeristik bukan satu-satunya solusi untuk menangani anak-anak yang dianggap berperilaku menyimpang.

Hal itu ia sampaikan menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim anak-anak ‘nakal’ ke barak militer.

“Masalah perilaku anak-anak tidak serta-merta bisa diselesaikan dengan pendidikan ala militer,” ujar Ace di Kantor Lemhannas, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Menurut Ace, pendidikan militer idealnya diberikan kepada individu-individu terbaik yang memiliki kesiapan mental dan fisik, bukan sebagai ‘tempat rehabilitasi’ bagi anak bermasalah. Ia khawatir hal ini menimbulkan stigma negatif terhadap pendidikan militer itu sendiri.

Baca Juga:  KDM Lepas Ekspor Perdana Sepatu On Cloud Running dari Majalengka

“Jangan sampai ada anggapan bahwa barak militer adalah tempat pembuangan anak-anak nakal,” tambahnya.

Ace menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani anak-anak yang menghadapi masalah perilaku. Ia menilai, solusi terbaik adalah dengan memahami latar belakang dan akar masalah yang dihadapi anak tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Mau Ambil Pusing soal Pilgub Jabar 2024: Yang Penting Kerja untuk Rakyat

“Kita harus melihat kasus-kasus ini secara menyeluruh, jangan terburu-buru mengambil pendekatan militer sebagai jalan keluar utama,” ucap Ace.

Ia menambahkan bahwa pendidikan untuk anak-anak harus mempertimbangkan berbagai faktor perkembangan, baik secara emosional, intelektual, maupun spiritual. Menurutnya, lingkungan sekitar juga memainkan peran besar dalam membentuk karakter anak.

Baca Juga:  Usulan Pendidikan Militer Jadi Muatan Lokal, KDM: Anak Nakal Punya Potensi Jadi Tentara

“Pendekatan kepada anak-anak yang bermasalah sebaiknya dilakukan secara holistik, tidak hanya fokus pada fisik semata, tetapi harus dari aspek pembinaan jangka panjang,” tegasnya.

Ace berharap kebijakan-kebijakan yang menyangkut masa depan anak-anak harus benar-benar dikaji dari banyak sisi, agar tidak menimbulkan dampak negatif yang justru memperburuk kondisi anak tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ace Hasan Syadzily Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.