Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi

Kamis, 28 Mei 2026 18:07 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!

Kamis, 28 Mei 2026 18:04 WIB

Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?

Kamis, 28 Mei 2026 17:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi
  • Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Viral Aksi Penganiayaan saat Konvoi Persib, Viking Persib Club: Sanksi Berat, Kartu Anggota Dicabut!
  • Pesta Juara Persib Bandung Tercoreng Aksi Pemukulan Oknum Bobotoh di Jalan Merdeka
  • Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung
  • Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga
  • Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lemhannas Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Barak Militer Bukan Tempat Rehabilitasi

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily menilai pendekatan militeristik bukan satu-satunya solusi untuk menangani anak-anak yang dianggap berperilaku menyimpang.

Hal itu ia sampaikan menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim anak-anak ‘nakal’ ke barak militer.

“Masalah perilaku anak-anak tidak serta-merta bisa diselesaikan dengan pendidikan ala militer,” ujar Ace di Kantor Lemhannas, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Menurut Ace, pendidikan militer idealnya diberikan kepada individu-individu terbaik yang memiliki kesiapan mental dan fisik, bukan sebagai ‘tempat rehabilitasi’ bagi anak bermasalah. Ia khawatir hal ini menimbulkan stigma negatif terhadap pendidikan militer itu sendiri.

Baca Juga:  Setelah 8 Jam, Dua Paslon Cagub-Cawagub Jabar Selesai Jalani Tes Kesehatan

“Jangan sampai ada anggapan bahwa barak militer adalah tempat pembuangan anak-anak nakal,” tambahnya.

Ace menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani anak-anak yang menghadapi masalah perilaku. Ia menilai, solusi terbaik adalah dengan memahami latar belakang dan akar masalah yang dihadapi anak tersebut.

Baca Juga:  Pasangan Dedi-Erwan Dapat Dukungan Purnawirawan TNI-Polri di Pilgub Jabar 2024

“Kita harus melihat kasus-kasus ini secara menyeluruh, jangan terburu-buru mengambil pendekatan militer sebagai jalan keluar utama,” ucap Ace.

Ia menambahkan bahwa pendidikan untuk anak-anak harus mempertimbangkan berbagai faktor perkembangan, baik secara emosional, intelektual, maupun spiritual. Menurutnya, lingkungan sekitar juga memainkan peran besar dalam membentuk karakter anak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Cecar Kades Wiwin Soal Nasi Kotak: Bikin Repot

“Pendekatan kepada anak-anak yang bermasalah sebaiknya dilakukan secara holistik, tidak hanya fokus pada fisik semata, tetapi harus dari aspek pembinaan jangka panjang,” tegasnya.

Ace berharap kebijakan-kebijakan yang menyangkut masa depan anak-anak harus benar-benar dikaji dari banyak sisi, agar tidak menimbulkan dampak negatif yang justru memperburuk kondisi anak tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ace Hasan Syadzily Dedi Mulyadi Gubernur Lemhannas pendidikan militer
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.