Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Senin, 24 Agustus 2026 11:12 WIB

Ramon Tanque Tak Takut Lawan Manila Digger, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Penyerang Persib Kecewa

Senin, 24 Agustus 2026 10:53 WIB

Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung

Senin, 24 Agustus 2026 10:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan
  • Ramon Tanque Tak Takut Lawan Manila Digger, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Penyerang Persib Kecewa
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Aturan Tak Melarang Tapi Calon Kadet Dipaksa Lepas Hijab? Teka-Teki Polemik Seragam di Unhan
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Banjir Item Gratis! Deretan Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini 24 Agustus 2026
  • Harga Emas Antam Hari Ini 24 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta di Pegadaian
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengajian Tujuh Harian di Depok Mendadak Panas, Penagihan Utang Arisan Picu Keributan

By SusanaSenin, 19 Januari 2026 10:30 WIB3 Mins Read
Orang dewasa dan anak-anak berdoa di depan rumah saat acara keagamaan di Indonesia.
Video viral dari Citayam, Depok, memperlihatkan keributan saat pengajian tujuh harian berubah ricuh akibat penagihan utang arisan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video keributan yang terjadi di kawasan Citayam, Kota Depok, mendadak viral di media sosial.

Insiden tersebut memperlihatkan suasana pengajian tujuh harian meninggalnya seorang lansia yang berubah ricuh setelah puluhan warga mendatangi rumah duka untuk menagih utang arisan.

Peristiwa ini memantik perdebatan luas di ruang publik. Di satu sisi, penagihan utang saat suasana berkabung dinilai tidak pantas. Namun di sisi lain, muncul fakta bahwa utang tersebut diduga bernilai besar dan telah berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.

Kronologi Awal Keributan di Rumah Duka

Berdasarkan informasi yang beredar, keributan bermula ketika sekelompok ibu-ibu mendatangi sebuah rumah di Citayam yang tengah menggelar pengajian tujuh harian.

Kedatangan mereka bertujuan menagih utang arisan kepada seorang perempuan yang merupakan anggota keluarga di rumah tersebut.

Awalnya, situasi masih terkendali. Namun ketegangan meningkat ketika prosesi doa masih berlangsung dan perdebatan mulai terjadi di depan rumah duka. Video kejadian itu kemudian direkam warga dan tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Cucu Pemilik Rumah Emosi, Lontarkan Ancaman

Dalam video yang viral, ketika seorang perempuan terlihat terpancing emosi. Dalam video yang beredar, ia melontarkan kata-kata bernada ancaman kepada sejumlah ibu-ibu penagih utang.

Ucapan tersebut menuai kecaman warganet karena dinilai tidak pantas, terlebih di tengah suasana duka. Ancaman kekerasan yang terekam kamera juga dianggap berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

Utang Diduga Capai Hampir Rp1 Miliar

Unggahan akun Instagram @haisyahrill_ turut menyedot perhatian publik. Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan:

“Innalillahi, telah pulang dan hilang dari bumi akhlak. Anak ini, emanya punya utang malah lebih galak. Mari kita kawal dan bantu ibu-ibu ini sampai tuntas.”

Sementara itu, sejumlah warganet lain mengungkapkan dugaan nominal utang yang cukup besar. Salah satunya ditulis akun @bun* yang menyebut korban mencapai banyak orang dengan nominal bervariasi.

“Uangnya masing-masing ada yang Rp16 juta, Rp20 juta, Rp30 juta, Rp50 juta. Katanya kalau ditotal hampir Rp1 miliar. Dulu yang punya utang punya toko sembako dan snack, tapi sekarang sudah tutup. Semua dijanjiin mau dibayar kalau rumahnya sudah dijual,” tulisnya.

Penagihan Dilakukan Karena Korban Kesulitan Bertemu

Warganet lain, akun @iiq*, menambahkan sudut pandang berbeda terkait kronologi. Menurutnya, penagihan dilakukan bukan tanpa alasan.

Ia menyebut bahwa pihak yang berutang kerap menghindar dan sulit ditemui, sehingga momen pengajian menjadi satu-satunya kesempatan para korban untuk bertemu langsung.

“Utangnya sudah lama. Yang nagih sudah dikasih banyak waktu dan kelonggaran. Datang pas berduka karena memang tidak ada pilihan lain, takutnya nanti kabur lagi,” tulisnya.

Meski begitu, ia menilai emosi yang meledak-ledak justru memperkeruh suasana dan membuat masalah semakin viral.

Menuai Pro dan Kontra di Masyarakat

Peristiwa ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Banyak yang menyayangkan penagihan utang dilakukan saat keluarga sedang berduka. Namun tidak sedikit pula yang membela para penagih karena merasa hak mereka selama ini diabaikan.

“Amit amit benci bgt sm orng modelan begini, emg ga niat bayar aja gasih?,” tulis akun @bhe***

“Jujur yaa ,,klo sya d posisi si teteh yg marah²,, justru sy berterimakasih,krna sdh di ingatkan,,, jika memang blm ada uang untuk Byr nya,,bisa negosiasi mnta waktu,,, sy rasa jika kita niat nya baik mah,, insyaallah,,, akan timbul nya kebaikan,,, laaahh ini si Teteh marah²,,, aneeeh bgt,, dan sodara nya bilang “punya hati dong”. Laaahhh dia yg punya hati yaa pdhal,,, heheheee astagfirullah,” tulis akun @lel***

“Lo ngutang lo yang galak pas di tagih. RIP akal sehat,” tulis akun @ger**

Penutup

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut kasus tersebut. Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara hukum dan musyawarah agar tidak kembali memicu konflik serupa di lingkungan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung

Aturan Tak Melarang Tapi Calon Kadet Dipaksa Lepas Hijab? Teka-Teki Polemik Seragam di Unhan

Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung

Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Agustus 2026 Cair Rp600 Ribu? Cek Jadwal dan Status Penerima Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.