bukamata.id – Penyerang Persib Bandung, Ramon Tanque, tidak mempermasalahkan keputusan timnya menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) untuk menghadapi Manila Digger dalam laga kualifikasi AFC Champions League (ACL) Two pada 31 Agustus 2026.
Bagi Ramon Tanque, perpindahan venue dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke Stadion Si Jalak Harupat bukan persoalan besar. Ia justru menyayangkan pertandingan tersebut harus digelar tanpa kehadiran Bobotoh di tribun.
Persib terpaksa menggunakan SJH karena Stadion GBLA untuk sementara diprioritaskan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kondisi rumput. Namun, laga kontra Manila Digger juga tidak dapat disaksikan langsung oleh penonton akibat sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sanksi tersebut merupakan buntut dari insiden masuknya oknum suporter pada pertandingan Persib di kompetisi ACL Two musim sebelumnya.
Ramon Tanque Kecewa Persib Tanpa Bobotoh
Ramon Tanque menilai keberadaan Bobotoh memiliki arti penting bagi Persib, terutama ketika tim menjalani pertandingan dengan atmosfer kompetisi internasional.
Karena itu, meskipun lokasi pertandingan berpindah ke Stadion Si Jalak Harupat, absennya suporter tetap menjadi kehilangan besar bagi skuad Maung Bandung.
“Mengenai bermain di stadion lain (SJH), saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup (tanpa penonton). Jadi, tidak akan ada suporter,” ujar Ramon, dikutip dari laman resmi Persib, Senin (24/8/2026).
Menurut pemain asal Brasil tersebut, dukungan Bobotoh selama pertandingan selama ini menjadi salah satu sumber energi tambahan bagi para pemain Persib.
Ia berharap insiden yang menyebabkan sanksi tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ramon Tanque: Bobotoh Sangat Krusial bagi Persib
Ramon mengingatkan bahwa Bobotoh memiliki peran besar dalam perjalanan Persib. Dukungan yang diberikan dari tribun, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri bagi pemain ketika bertanding.
“Biarlah itu menjadi pelajaran. Bobotoh sangat penting bagi kami karena mereka adalah dukungan utama kami, selalu ada memberikan semangat. Sangat krusial, keberadaan suporter yang terus mendukung kami,” kata Ramon.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bagi pemain Persib, pertandingan tanpa penonton bukan hanya soal hilangnya atmosfer stadion.
Tidak adanya Bobotoh juga berarti tim kehilangan salah satu sumber motivasi yang selama ini melekat dengan perjalanan Persib, baik di kompetisi domestik maupun level Asia.
Persib Sudah Terbiasa Bermain di Stadion Si Jalak Harupat
Meski harus bermain tanpa penonton, Ramon Tanque tidak terlalu mencemaskan perubahan stadion.
Menurutnya, para pemain Persib sudah memiliki pengalaman bermain di Stadion Si Jalak Harupat dalam agenda pramusim Piala Presiden 2026.
Pada turnamen tersebut, Persib memainkan tiga pertandingan di SJH. Hasilnya pun sempurna karena Maung Bandung berhasil meraih tiga kemenangan sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.
“Lagipula, belakangan ini kami juga selalu bermain di sana saat Piala Presiden, jadi kami sudah terbiasa bermain di stadion tersebut,” tutur Ramon.
Pengalaman tersebut membuat Ramon yakin perpindahan stadion tidak akan menjadi persoalan besar bagi Persib.
Ramon Punya Pengalaman Manis di ACL Two
Ramon Tanque juga memiliki pengalaman positif di kompetisi Asia bersama Persib.
Penyerang asal Brasil itu menjadi pencetak gol kemenangan Persib atas Bangkok United pada pertandingan terakhir fase grup ACL Two musim sebelumnya.
Gol tersebut turut memperkuat peran Ramon sebagai salah satu pemain yang diandalkan Persib ketika tampil di kompetisi Asia.
Kini, fokus Ramon dan seluruh skuad Persib kembali tertuju pada pertandingan kualifikasi ACL Two menghadapi Manila Digger.
Laga tersebut menjadi penting karena Persib ingin melanjutkan perjalanan di kompetisi Asia sekaligus mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Persib Harus Tetap Fokus Meski Tanpa Bobotoh
Tidak adanya penonton membuat Persib kehilangan keuntungan atmosfer kandang. Namun, Ramon menegaskan kondisi tersebut tidak boleh mengganggu konsentrasi tim.
Para pemain dituntut tetap profesional dan mampu menciptakan motivasi dari dalam tim.
Stadion Si Jalak Harupat pun bukan tempat asing bagi skuad Persib. Pengalaman positif selama Piala Presiden 2026 menjadi modal tambahan untuk menghadapi Manila Digger.
Bagi Ramon Tanque, persoalan venue bukan hal utama. Yang lebih disayangkan adalah absennya Bobotoh.
Kini Persib harus membuktikan bahwa meski bermain di Stadion Si Jalak Harupat tanpa dukungan langsung suporter, tim tetap mampu tampil maksimal dan meraih hasil positif pada laga kualifikasi ACL Two 2026/2027.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










