Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka

Minggu, 27 September 2026 17:17 WIB
Marc Klok

Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar

Minggu, 27 September 2026 16:50 WIB

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Minggu, 27 September 2026 15:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Prediksi Ada 4 Poros yang Bertarung di Pilgub Jabar

By SusanaJumat, 29 Maret 2024 17:00 WIB2 Mins Read
Gedung Sate. (Foto: jabarprov)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang dilaksanakan pada November 2024 mendatang, berbagai prediksi terkait calon pemimpin Tanah Pasundan itu pun kian bermunculan.

Pengamat Politik, Ujang Komarudin memprediksi akan terbentuk tiga sampai lima poros koalisi pada Pilgub Jabar 2024.

“Sekarang masih dinamis, kalau kita melihat Undang-Undang, 20% syarat ketentuan maka bisa 4 calon, atau nanti minimal tiga, paling banyak 4, ya 5 pun gak ada masalah,” ucap Ujang, saat dihubungi, Jumat (29/3/2024).

Seperti diketahui, sebanyak empat paslon yang bertarung di Pilgub Jabar 2018.

Mereka adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (diusung oleh PKB, PPP, Partai Hanura dan Partai NasDem), Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat).

Baca Juga:  Di Tanah Kelahiran, Ahmad Syaikhu Pasang Target 50 Persen Kemenangan ASIH

Lalu, Mayjen (Purn.) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (diusung oleh PKS, Partai Gerindra, PAN), serta Mayjen (Purn.) Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (diusung oleh PDIP).

Diantara nama-nama yang telah bertarung di Pilgub Jabar sebelumnya, kini muncul kembali sebagai tokoh yang juga berpeluang maju di Pilgub Jabar 2024. Seperti, Ridwan Kamil, Uu Rizhanul Ulum, Dedi Mulyadi.

Namun ada juga nama-nama baru yang muncul, yaitu Alfiansyah Komeng, ⁠⁠Atalia Praratya,⁠ ⁠Bima Arya Sugiarto, ⁠Cellica Nurrachdiana, ⁠Desy Ratnasari, Dudung Abdurachman.

Baca Juga:  Batal di Jakarta dan Jabar, Anies Akui Menyesal Tak Ikut Pilkada

Lalu, Haru Suandharu, ⁠Maman Imanul Haq, ⁠M Iriawan (Iwan Bule), Netty Prasetiyani, ⁠Ono Surono, Saan Mustopa, dan Syaiful Huda.

Dengan munculnya 16 nama tokoh-tokoh tersebut, Ujang mengatakan, semuanya masih memunculkan nama dan tebar pesona masing-masing.

“Karena semuanya punya peluang, semuanya bisa maju dan bisa juga tidak, dan bagaimanapun kan harus membangun koalisi partai, dan yang paling penting lagi sebetulnya yaitu harus memiliki elektabilitas tinggi,” bebernya.

Ujang menilai, para nama-nama tersebut harus berperang elektabilitas untuk memperebutkan dukungan dari partai, karena menurutnya akan sulit jika maju melalui jalur independen di Pilgub Jabar.

Baca Juga:  Prabowo Diserang Data Kemhan di Debat Ketiga, Pengamat: Gak Bisa Sembarangan

“Dari 16 nama itu kemungkinan akan dicalonkan dari partai, kalau dari independen kan berat, belum pernah ada yang menang dari independen juga di Jabar itu,” ujarnya.

Kemudian, kata Ujang, partai politik akan mendukung sosok yang memiliki elektabilitas tinggi, karena potensi menangnya juga akan tinggi.

“Biasanya partai-partai itu akan mendukung atau mengusung calon gubernur dan wakil gubernur yang memiliki elektabilitas tinggi, karena potensi menangnya tinggi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pengamat Pilgub Jabar Ujang Komarudin
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.