Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk

Minggu, 28 Juni 2026 14:11 WIB

Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya

Minggu, 28 Juni 2026 13:49 WIB

Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya

Minggu, 28 Juni 2026 13:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
  • Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pergerakan Tanah Ancam KBB! BPBD Siaga 24 Jam, 51 Rumah Masuk Zona Merah

By SusanaMinggu, 9 November 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Potensi pergerakan tanah di Kampung Neundeut, RW 09, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan.

Cuaca ekstrem akhir tahun yang diprediksi BMKG menjadi alasan utama BPBD memperkuat pemantauan dan mitigasi bencana di wilayah rawan tersebut.

Tanda-tanda pergerakan tanah sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Meski skala kejadian masih kecil dan belum menimbulkan kerusakan rumah, tim BPBD KBB memastikan monitoring dilakukan secara intensif.

Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga untuk menghindari risiko buruk saat hujan deras.

Baca Juga:  Longsor Terjang Ponpes di KBB, Seorang Santriwati Tertimbun saat Berwudhu

BPBD Siaga 24 Jam, 51 Rumah Masuk Zona Terancam

Personel Tim Reaksi Cepat BPBD KBB, Suheri, menyebut ada 51 rumah di dua RT yang berada di zona rawan. Retakan tanah muncul dengan jelas dan berpotensi melebar jika hujan terjadi secara terus-menerus.

“Potensi itu ada. Makanya kami tetap siaga di lokasi dan melaporkan kondisi terbaru setiap hari. Kerusakan memang belum terjadi, tapi upaya pencegahan harus dilakukan lebih awal,” ujar Suheri.

Baca Juga:  Alami Pergeseran Tanah, 10 Rumah dan 1 Sekolah Rusak di Desa Cibedug KBB

BPBD juga melakukan assessment lanjutan untuk memetakan tingkat risiko. Pemantauan dilakukan terutama pada titik retakan yang dikhawatirkan meluas.

Warga Mulai Evakuasi Barang Berharga

Sebagian warga memilih mengamankan barang-barang penting dari rumah mereka. Tidak hanya pakaian, beberapa warga sudah mengevakuasi perabotan seperti kursi, televisi, hingga kulkas untuk menghindari kerusakan jika pergerakan tanah membesar.

Suheri menegaskan tim BPBD terus menenangkan warga agar tetap waspada tanpa perlu panik berlebihan.

“Sekitar 90 persen rumah kini sudah dikosongkan sebagian isinya. Kami minta perangkat desa membantu menenangkan warga. Waspada itu penting, tapi jangan sampai menimbulkan ketakutan berlebihan,” katanya.

Baca Juga:  Geger Batu Raksasa Jatuh dari Gunung Batu Lembang, BPBD Pastikan Bukan Akibat Sesar

Badan Geologi Turun Melakukan Kajian Teknis

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, memastikan pihaknya sudah meminta Badan Geologi melakukan kajian ilmiah terkait potensi pergerakan tanah di Kampung Neundeut.

Retakan sepanjang 1 meter dengan lebar 10 sentimeter menjadi fokus utama pengamatan.

“Sudah kami laporkan ke Badan Geologi. Kami menunggu hasil kajian lengkap mereka agar bisa menentukan langkah mitigasi selanjutnya,” ujar Asep.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana KBB 2025 BPBD Bandung Barat cuaca ekstrem jabar pergerakan tanah bandung barat tanah bergerak sukamanah rongga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.