Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba

Minggu, 25 Oktober 2026 02:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan Suasana Kota? 7 Spot Hidden Gem di Cimahi Ini Pas Buat Refresing Singkat

Minggu, 25 Oktober 2026 01:00 WIB
MotoGP

Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin

Sabtu, 24 Oktober 2026 20:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba
  • Bosan Suasana Kota? 7 Spot Hidden Gem di Cimahi Ini Pas Buat Refresing Singkat
  • Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin
  • Gempuran Padatnya Jadwal Menguras Fisik Skuad Persib, Marc Klok Minta Doa Bobotoh
  • Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh
  • Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Perlu Dipelihara, KDM: Pengobatan Tradisional Tionghoa Bisa Dipadukan dengan Metode Modern

By Aga GustianaSabtu, 28 September 2024 19:37 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kecanggihan teknologi saat ini nampaknya berimbas pada cara-cara tradisional yang sering digunakan masyarakat, seperti pengobatan yang semakin tertinggal dan terlupakan. Padahal, pengobatan tradisional ini tidak kalah dengan pengobatan modern, terbilang masih efektif.

Hal ini nampaknya membuat calon Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merasa terunggah. Ia menilai pengobatan tradisional seperti pengobatan tradisional Tionghoa perlu dilestarikan.

Pelastarian pengobatan tradisional itu dengan cara memadukannya dengan pengobatan modern di klink-klinik yang ada.

“Pengobatan herbal Tionghoa juga baik, termasuk seni-seni pengobatannya semisal tusuk jarum. Ini bisa dipadukan juga dengan pengobatan modern yang ada. Jangan sampai ilmu yang turun temurun ini terlupakan,” katanya saat mengunjungi Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan yang juga markas utama Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP), di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Sabtu (28/9/2024).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Anak Sekolah Jalan Kaki, Larang Orang Tua Menunggu di Sekolah

Pada kesempatan tersebut, KDM juga menyesalkan banyak warga Indonesia yang berobat ke Singapura atau Malaysia misalnya. Permasalahannya kata dia, adalah terkait alat dan sistem pelayanan di negara-negara tersebut yang dianggap lebih baik.

“Mirisnya kadang orang berobat ke Singapura, eh dokternya orang Indonesia. Sehingga tentunya kita harus berusaha terus memperbaiki sistem kesehatan yang ada,” katanya.

Di sisi lain kata KDM ke depan dengan dibangunnya Museum Indonesia Tionghoa yang tak jauh dari YDSP, akan banyak budaya Tionghoa yang bisa diperkenalkan. Semisal seni budaya, kuliner, bela diri hingga pengobatan alternatif.

Baca Juga:  20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

“Saya juga berharap kawula muda dari etnis Tionghoa belajar lagi huruf kanji Tionghoa. Sehingga budaya Tionghoa bisa tetap terpelihara. Saya juga nanti akan membantu proses digitalisasi museum tersebut,” katanya.

Koordinator Kegiatan MTP, Herman Widjaja juga berterima kasih atas kehadiran KDM ke YDSP. Herman pun mengaku mendapat banyak masukan terkait apa yang harus dilakukan oleh etnis Tionghoa di Indonesia.

Baca Juga:  Cawagub Ronal Paparkan 8 Plan Mitigasi Bencana Alam di Jabar

“Kang Dedi juga tadi cerita terkait pengembangan ‘tourism’ dan pendidikan. Selain juga masukan tentang perekonomian ke depan di Indonesia,” katanya.

Selain itu kata Herman, KDM juga menyinggung terkait bagaimana mengatasi pengangguran di Jawa Barat. Bahkan cara untuk mengatasi mereka yang hidup di jalan agar bisa mendapatkan pekerjaan.

Oleh karena itu Herman pun berharap siapapun nanti yang menjadi Gubernur Jawa Barat, dia berharap gubernur baru bisa banyak berkolaborasi dengan etnis Tionghoa. “Tadi ada rencana-rencana yang diberikan KDM terkait pemotongan pajak bersyarat di pabrik-pabrik misalnya dengan membantu masyarakat sekitar,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.