Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol

Jumat, 28 Agustus 2026 11:15 WIB

Gelar Latihan Jelang Play-off ACL 2, Persib Kenakan Jersey Latihan Baru Berwarna Tosca

Jumat, 28 Agustus 2026 11:03 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, Cek Daftar Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg

Jumat, 28 Agustus 2026 10:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol
  • Gelar Latihan Jelang Play-off ACL 2, Persib Kenakan Jersey Latihan Baru Berwarna Tosca
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Lagi, Cek Daftar Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg
  • Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla
  • Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pernah Jadi Aktivis, Dedi Mulyadi: Remaja ‘Nakal’ Biasanya Jadi Pejabat

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 18:27 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa semangat ‘nakal’ bagi para pemuda bukan hal negatif, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan pengalaman hidup. Pernyataan ini ia sampaikan saat meminta Polda Jabar membebaskan mahasiswa yang sempat diamankan dalam aksi unjuk rasa.

Menurut Dedi, ketika ada konflik atau gesekan saat aksi itu memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Jika sudut pandangnya keamanan, pasti sudut pandangnya soal keamanan, begitupun sudut pandang penyelenggara apparat hukum.

“Tetapi saya sebagai gubernur yang pernah jadi aktivis, pernah jadi pimpinan cabang HMI, memandang itu sebagai kenakalan remaja. Karena kalau remaja hari ini tidak nakal, biasanya tidak jadi pejabat di kemudian hari,” ujar Dedi Mulyadi, saat membuka forum dialog antara mahasiswa, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Jabar, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Tata Ruang Jawa Barat, Kebijakan Kabupaten dan Provinsi Diseragamkan

Harapan untuk Mahasiswa yang Ditahan

Dedi Mulyadi berharap pihak kepolisian segera membebaskan mahasiswa yang masih ditahan. “Nanti mudah-mudahan harapan saya, anak-anak yang masih ditahan, mudah-mudahan Pak Kapolda (Irjen Pol Rudi Setiawan) bisa membebaskan mereka,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa kepulangan mahasiswa akan memberikan ketenangan bagi keluarga mereka.

“Setelah ini juga, saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka. Mudah-mudahan hari ini Pak Kapolda, bisa mereka pulang. Karena kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

Dua Jenis ‘Nakal’ Mahasiswa

Sebelum menjabat sebagai gubernur, Dedi Mulyadi pernah aktif sebagai aktivis mahasiswa. Ia membedakan dua tipe mahasiswa nakal saat berunjuk rasa: nakal tanpa kriminal dan nakal dengan kriminal.

“Melempar, teriak-teriak, bikin macet. Kalau yang kriminal, bawa senjata, bawa narkoba,” jelasnya. Forum dialog ini diharapkan bisa menekan potensi kriminalitas saat aksi berlangsung dan membimbing mahasiswa agar tetap kritis tetapi bertanggung jawab.

Forum Dialog sebagai Sarana Edukasi

Dedi menekankan bahwa forum dialog menjadi media efektif untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa, sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah dan aparat kepolisian. Mahasiswa dapat menyampaikan pendapat mereka secara langsung dan mendapat pemahaman mengenai aturan, sehingga demonstrasi bisa berlangsung tertib.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Warganet Salfok pada Pendamping Dedi Mulyadi

“Dialog seperti ini penting untuk menyalurkan energi mahasiswa agar tetap produktif. Mereka bisa menyuarakan pendapatnya, tapi tetap dalam koridor hukum,” pungkas Dedi.

Pesan Kepemimpinan Humanis

Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Dedi berharap generasi muda dapat belajar mengekspresikan pendapat, membangun kepemimpinan, dan menyiapkan diri menjadi calon pejabat atau tokoh masa depan. Baginya, sedikit “nakal kreatif” adalah bagian dari proses pembelajaran yang membentuk karakter, keberanian, dan kreativitas para pemimpin masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.