bukamata.id – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dilaporkan hilang kontak sejak Senin (24/11/2025). Kabar ini datang di tengah duka yang melanda Sumatera Utara akibat banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah secara serentak.
Hingga Kamis (27/11/2025) malam, politikus muda berusia 35 tahun ini belum berhasil dihubungi, baik oleh pemerintah daerah, partai politik, maupun keluarga. Kehilangan komunikasi ini menambah kecemasan warga dan pihak terkait, karena kondisi cuaca dan medan yang ekstrem memperburuk situasi.
Terakhir Terpantau di Tapanuli Tengah
Menurut laporan dari pejabat setempat dan rekan-rekan separtainya, pesan terakhir yang diterima sebelum Akhmad Syukri hilang kontak menyebut bahwa ia berada di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng). Pada saat itu, curah hujan meningkat tajam, dan banjir serta longsor mulai melumpuhkan sejumlah titik kritis.
Tak lama setelahnya, seluruh jaringan telepon dan internet di Sibolga bahkan di lokasi yang diduga ditempati Wali Kota lumpuh total akibat material banjir dan longsor.
Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, mengaku bahwa komunikasi dengan kader di Sibolga terputus. “Bukan hanya Wali Kota, semua kader di sana tidak bisa dihubungi,” katanya.
Pencarian Terkendala Jalan Terputus
Hingga kini, upaya pencarian keberadaan Wali Kota Sibolga terhambat oleh kondisi jalan yang tertutup material longsor. Bantuan dari pemerintah daerah, partai politik, maupun tim SAR belum mampu menjangkau seluruh titik terdampak.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran, namun medan yang ekstrem dan akses terbatas membuat proses berjalan lambat. “Medannya berat, banyak titik yang belum bisa dilalui kendaraan atau berjalan kaki,” ujar salah seorang petugas SAR.
Pesan Terakhir dari Sitahuis
Ketua DPP NasDem Teritori Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, menjelaskan kronologi terakhir kontak dengan Syukri. Pada Senin malam, Syukri berangkat dari Medan setelah menerima laporan meningkatnya curah hujan di Sibolga. Komunikasi mulai terputus saat ia berada di perjalanan.
“Dia sempat kirim pesan bahwa dirinya terjebak di Sitahuis dan jaringan mati total,” ungkap Bakhtiar. Pesan terakhir tersebut dikirim Selasa pukul 11.10 WIB, menggambarkan situasi genting dengan jalan yang tidak bisa dilalui dan sinyal komunikasi yang hilang.
Bakhtiar menambahkan, upaya menghubungi Wali Kota pada Rabu (26/11/2025) pukul 11.33 WIB dan 17.32 WIB gagal. Kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor, termasuk padamnya listrik dan lumpuhnya jaringan seluler, membuat koordinasi menjadi sangat sulit.
“Kalau kami bisa menghubungi itu karena kami berada di luar Tapanuli Tengah dan Sibolga. Jaringan di wilayah bencana benar-benar putus,” jelas Bakhtiar.
Harapan Warga dan Peran Wali Kota
Kehilangan kontak Wali Kota menimbulkan kekhawatiran di tengah bencana. Warga Sibolga berharap Syukri ditemukan dalam keadaan selamat, karena kepemimpinannya selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dan rajin turun ke lapangan.
Bencana di Sibolga dan Tapanuli telah menewaskan delapan warga dan berdampak pada lebih dari 1.900 keluarga di Tapteng. Kehadiran Wali Kota dianggap krusial untuk koordinasi tanggap darurat dan distribusi bantuan.
Profil Akhmad Syukri Nazry Penarik
Akhmad Syukri lahir pada 1 Oktober 1990. Ia menjabat sebagai Wali Kota Sibolga periode 2025–2030, setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Sibolga 2019–2024. Ia merupakan kader Partai NasDem dan juga menjabat sebagai Sekretaris NasDem Kota Sibolga.
Syukri aktif dalam berbagai organisasi sejak mahasiswa, antara lain:
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Sibolga-Tapteng – Sekjen (2010–2012)
- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sibolga-Tapanuli Tengah – Kabid Himmah (2012–2014)
- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara – Wakil Ketua (2020–2021)
Riwayat Politik dan Pilkada 2024
Dalam Pemilihan Wali Kota Sibolga 2024, Syukri mencalonkan diri bersama Pantas Maruba Lumbantobing dengan dukungan dari NasDem, Demokrat, PKS, PBB, PPP, Perindo, dan Gelora. Mereka unggul di keempat kecamatan di Kota Sibolga: Sibolga Kota, Sibolga Sambas, Sibolga Selatan, dan Sibolga Utara.
Pasangan ini bersaing dengan tiga paslon lainnya:
- Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung – Marojahan Panjaitan (Gerindra, PSI, Partai Buruh, Hanura, PKB, Garuda, PKN)
- Robinsar Sinaga – Mukhlis Suhada Siambaton (Golkar)
- Memori Evaulina Panggabean – Ahmad Sulhan Sitompul (PDIP)
Hasil rekapitulasi Pilkada menunjukkan keunggulan signifikan pasangan Syukri-Pantas, yang kemudian memenangkan kursi wali kota.
Koordinasi Pencarian dan Tantangan Medan
Tim gabungan masih berupaya mencari Wali Kota sambil menunggu akses jalan dan jaringan komunikasi pulih. Upaya ini melibatkan tim SAR, relawan, aparat keamanan, dan unsur partai politik.
Bakhtiar menekankan pentingnya koordinasi, karena kondisi medan dan akses informasi yang sangat terbatas. “Kami berharap segera bisa mengakses titik-titik terdampak dan memastikan kondisi Pak Wali Kota,” ujarnya.
Di tengah krisis ini, publik berharap agar Wali Kota Sibolga ditemukan dalam keadaan selamat. Kehadirannya dinilai vital untuk memimpin penanganan bencana, memberikan arahan kepada warga, dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Kesimpulan
Kehilangan kontak Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik menjadi perhatian serius bagi warga, pemerintah, dan partai politik. Di tengah bencana yang memutus jalur komunikasi dan akses, pencarian menjadi sangat menantang.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kepemimpinan lapangan, kesiapsiagaan bencana, dan koordinasi cepat antara pemerintah, partai, dan tim SAR. Warga Sibolga dan Tapteng menantikan kepastian, sambil berharap agar pemimpin mereka segera kembali dan bisa menuntun proses tanggap darurat dengan optimal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










