Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Kamis, 13 Agustus 2026 17:02 WIB

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kamis, 13 Agustus 2026 16:14 WIB

Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 16:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
  • Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
  • Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki
  • Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PHK Massal Mengancam! KSPI Ungkap Kondisi Mengerikan Pabrik Sepatu Nike di Bandung

By SusanaSenin, 22 Juni 2026 15:24 WIB3 Mins Read
Said Iqbal. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik sepatu olahraga pemasok merek global Nike di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi ini memicu kekhawatiran adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor industri alas kaki nasional.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, menyebut situasi tersebut sebagai sinyal awal yang perlu diwaspadai.

“Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya, ancaman PHK 4.000 karyawan,” ujar Said dalam konferensi pers KSPI dan Partai Buruh yang disiarkan melalui kanal YouTube Bicaralah Buruh, Minggu (21/6/2026).

Produksi Berhenti Usai Order Nike Selesai

Said menjelaskan, berdasarkan temuan awal, penghentian sementara kerja ribuan buruh terjadi karena pesanan produksi sepatu Nike di PT Feng Tay telah selesai. Saat ini, perusahaan disebut masih menunggu kepastian kontrak atau pesanan berikutnya.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan order baru yang menjadi penopang utama operasional pabrik.

“Order sepatu Nike yang diproduksi PT Feng Tay sudah selesai sehingga menunggu order berikutnya. Sementara order berikutnya belum ada kepastian,” jelasnya.

Gangguan Rantai Pasok Global Jadi Sorotan

Selain faktor pesanan, Said juga menyoroti kemungkinan terganggunya rantai pasok bahan baku. Selama ini, bahan produksi PT Feng Tay disebut banyak bergantung pada suplai langsung dari pihak Nike.

Namun, dinamika geopolitik global yang melibatkan beberapa negara besar diduga ikut memengaruhi distribusi bahan baku, sehingga terjadi keterlambatan pasokan ke pabrik.

Perubahan pemasok tersebut dinilai berdampak langsung pada aktivitas produksi dan keberlangsungan kerja ribuan buruh.

KSPI Akan Turun ke Lapangan

Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Said Iqbal menyatakan akan melakukan kunjungan langsung ke PT Feng Tay di kawasan Banjaran–Soreang, Kabupaten Bandung, pada Senin (22/6/2026).

Ia ingin memverifikasi jumlah pekerja yang masih aktif serta memastikan kondisi 4.000 buruh yang saat ini dirumahkan.

“Saya mau cek apakah benar ada 4.000 karyawan yang dirumahkan,” ujarnya.

Dorong Intervensi Pemerintah dan Mitigasi PHK

Said menegaskan pemerintah perlu hadir dalam menyelesaikan potensi krisis ketenagakerjaan ini. Salah satu mekanisme yang didorong adalah penggunaan code of conduct dalam rantai pasok perusahaan global seperti Nike, serta merek lain seperti Adidas dan Puma.

KSPI juga berencana mengirimkan surat kepada manajemen perusahaan dan pihak brand untuk mendorong perpanjangan kontrak produksi agar pekerja tidak terdampak PHK permanen.

“Saya akan meyakinkan agar ordernya jangan dikurangi dan kalau bisa diperpanjang,” kata Said.

Selain itu, ia juga membuka opsi relaksasi pajak dan insentif produksi agar perusahaan dapat mempertahankan operasional dan tenaga kerja.

Sorotan Upah Buruh Dirumahkan

Di sisi lain, Said menerima laporan bahwa sebagian pekerja yang dirumahkan hanya menerima sekitar 50 persen upah selama masa penghentian kerja. Hal ini akan menjadi perhatian dalam proses verifikasi lapangan.

Ia menegaskan, hak-hak buruh tetap harus dijamin selama masa transisi produksi berlangsung.

Kasus Jadi Alarm Industri Nasional

Said menilai kasus PT Feng Tay bukan satu-satunya indikasi tekanan di sektor industri padat karya. Ia juga menyebut adanya potensi relokasi industri di sektor otomotif di wilayah Jawa Timur akibat dinamika global dan pergeseran investasi.

Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini dengan pendekatan langsung ke perusahaan untuk mencegah PHK massal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buruh dirumahkan industri sepatu Indonesia KSPI Said Iqbal Nike Indonesia PHK buruh Bandung PHK massal 2026 PT Feng Tay
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung

Kasus Dugaan Penistaan Agama The Sound Project Mencuat, 2 Orang Diamankan Polisi

Pemkot Bandung Tertibkan 58 Bangunan di Rajawali Tanpa Relokasi dan Kompensasi

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.