Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Minggu, 27 September 2026 06:00 WIB

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

Minggu, 27 September 2026 02:00 WIB

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Minggu, 27 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
  • 3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pilu, Ibu Hamil di Pelosok Cianjur Ditandu 3 Km Lewati Jalan Berlumpur demi Melahirkan

By Aga GustianaSabtu, 17 Mei 2025 21:24 WIB3 Mins Read
Seorang ibu hamil di Cianjur harus ditandu sejauh 3 km melewati jalan berlumpur demi melahirkan. (Foto: Instagram/cianjurtea)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah peristiwa memilukan kembali terjadi di wilayah terpencil Cianjur. Seorang ibu muda bernama Nur Aida (25), warga Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, harus ditandu oleh warga melintasi jalan rusak dan berlumpur sejauh 3 kilometer karena hendak melahirkan. Perjalanan darurat ini terekam dalam video berdurasi 29 detik yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Nur Aida tampak terbaring di atas tandu sederhana yang terbuat dari kain dan dua bilah bambu. Beberapa warga secara bergantian memanggul tandu tersebut menembus jalan berlumpur yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Ketua RW 04 sekaligus kerabat Nur Aida, Hadim, menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/5/2025).

“Kalau mulesnya memang terasa sejak dua hari sebelumnya. Tapi puncaknya pada hari Rabu. Langsung keluarga membawa Nur Aida ke puskesmas untuk melahirkan,” ujar Hadim saat dikonfirmasi, Sabtu (17/5/2025).

Sayangnya, akses jalan menuju rumah Nur Aida tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda empat. Jalan rusak parah, terlebih setelah diguyur hujan, menyebabkan lumpur menutupi jalur utama menuju kampung tersebut.

Baca Juga:  Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

“Jalan ke kampungnya masih rusak. Apalagi di musim hujan ini berlumpur, jadi mobil tidak bisa jemput. Kalaupun memaksakan akan terjebak, jadi akan lebih repot nantinya,” jelasnya.

Akhirnya, warga setempat berinisiatif untuk menandu Nur Aida menuju titik akhir yang masih bisa dijangkau mobil. Perjalanan sejauh 3 kilometer tersebut memakan waktu lebih dari satu jam.

“Kalau kendaraan bisa masuk ke kampungnya mungkin waktu tempuh hanya 10 menit,” tambah Hadim.

Setelah tiba di lokasi penjemputan, Nur Aida dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, karena kondisi persalinan yang cukup berat, pihak puskesmas memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit di Kabupaten Sukabumi. Di tengah perjalanan, proses persalinan semakin mendesak hingga kepala bayi mulai keluar.

Baca Juga:  Viral! Polisi Amankan Pelaku Pelecehan di Pertashop Cianjur, Ngaku Spontan dan Khilaf

“Tadinya dirujuk ke RS, tapi ternyata di perjalanan kepala bayinya sudah nongol. Beruntungnya ada puskesmas lain yang dekat di perjalanan. Alhamdulillah setelah ditangani di puskesmas kedua ini proses persalinan lancar, anak pertama dari Nur Aida lahir dengan selamat, anaknya perempuan. Kalau tidak ada puskesmas terdekat di perjalanan mungkin melahirkan di jalan di dalam mobil,” terang Hadim.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Desa Mulyasari. Menurut Hadim, kondisi serupa sering dialami warga saat menghadapi situasi darurat medis. “Sudah sering, kalau ada yang melahirkan dan sakit pasti ditandu hingga ke jalan yang bagus ke titik penjemputan mobil. Makanya kami berharap jalan desa ini diperbaiki, jangan sampai ada korban dulu,” harapnya.

Kepala Desa Mulyasari, Ade Rustandi, membenarkan bahwa jalan tersebut memang berada dalam kondisi rusak parah. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah desa mengalami keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  Sempat Buron, Penganiaya Nenek di Cianjur Berhasil Ditangkap

“Betul itu terjadi di desa kami. Jalannya memang rusak. Tapi bukan berarti dari desa tidak ada perhatian, karena anggarannya terbatas sedangkan jalan yang rusak sangat banyak,” ungkap Ade.

Ia menjelaskan bahwa dana desa setiap tahunnya hanya sekitar Rp800 juta, dan jumlah tersebut harus dibagi untuk berbagai keperluan. “Kalaupun dari Dana Desa seluruhnya untuk pembangunan jalan pun tidak akan cukup. Terlebih kan harus rambat beton, kalau aspal cepat rusak,” tambahnya.

Ade pun berharap adanya bantuan dari pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk membenahi infrastruktur di wilayah pelosok tersebut.

“Kami berharap dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat ada solusi untuk desa kami yang di pelosok ini supaya warga tidak kesulitan lagi untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur ibu hamil
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.