Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PKB Dorong Program BBM ‘Ekstra Subsidi’, Syaiful Huda: Pertalite Rp7.000

By Putra JuangSenin, 11 September 2023 11:50 WIB2 Mins Read
Wasekjen DPP PKB Syaiful Huda dalam kegiatan diskusi bersama sejumlah aktivis 98, diselenggarakan oleh PIM dan Lingkar Pena Jawa Barat, Minggu, 10 September 2023, di Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong sejumlah program untuk terealiasi ke depannya di Indonesia.

Salah satunya tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mendapat ‘ekstra subsidi’.

Hal ini diungkap Wasekjen DPP PKB Syaiful Huda dalam kegiatan diskusi bersama sejumlah aktivis 98, diselenggarakan oleh PIM dan Lingkar Pena Jawa Barat, Minggu, 10 September 2023, di Bandung.

Landasar program BBM ‘ekstra subsidi’ tersebut karena program subsidi yang berjalan sekarang dipandang tidak tepat sasaran.

“Kami menyebutnya perbaikan skema subsidi BBM. Selama ini bocor, masih dipake di pabrik-pabrik, masih dipake oleh orang-orang yang semestinya tidak menggunakan subsisdi,” kata dia.

Baca Juga:  Netflix Bakal Tayangkan Film Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Rilis September 2023

Salah satu jenisnya adalah Pertalite. Menurut dia, bila tepat sasaran, maka subsidi Pertalite bisa membuat BBM tersebut dihargai Rp7.000.

Harga itu bisa didorong semakin murah jika disegmentasikan untuk pengguna sepeda motor serta angkutan umum saja.

“Misalnya nanti Pertalite mau kita turunkan harganya jadi Rp7.000. Itu hanya keluar Rp121 triliun artinya efesien subisidi kita gak bengkak,” ujar dia.

Menurut dia, selama ini sistem subsidi BBM menggunakan basis barang, sehingga kelayakannya tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  5 Tahun Jabar Juara, RK Sukses Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota

“Jadi judulnya bukan (BBM) gratis, tapi semurah-murahnya. Berbasis segmented hanya untuk pemilik motor dan angkutan umum,” jelas dia.

Di luar itu, PKB mempunyai program dana desa. Partai ingin menaikkan anggarannya menjadi Rp5 milar per tahun untuk setiap desanya.

Lalu ingin mendorong listrik gratis bagi masyarakat yang masih menggunakan KWH dengan daya 450 Watt.

Huda juga mengatakan PKB, ingin menyubsidi pupuk bagi para petani yang memiliki lahan di bawah setengah hektar.

“Lalu tunjangan untuk ibu hamil, kita bisa bayangkan hari ini Indonesia bonus demograsi, tetapi di saat yang sama dibayang-bayangi terjadi stunting,” tuturnya.

Baca Juga:  Khairur Rijal Tampik Sepatu Louis Vuitton Milik Yana Mulyana Bagian dari Suap

Dia menyebut Muhaimin Iskandar, ketua umum PKB, mendorong penurunan angka stunting dengan memberi bantuan kepada ibu hamil.

“Program kami tunjangan bagi ibu hamil sampe lahir itu kami menghitung potensi APBN kita mampu memberikan tunjangan Rp6 juta selama kehamilan,” kata dia.

Kemudian, PKB juga mendorong program wajib belajar menjadi 15 tahun. “SD gratis, SMP gratis, SMA gratis, dan paling tidak kuliah bisa kuliah D3,” kata dia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured PKB Syaiful Huda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.