Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Tahu! 7 Penyebab Status ‘Exclude’ Bikin Bansos PKH & BPNT Gagal Cair Lengkap dengan Solusinya

Selasa, 27 Oktober 2026 02:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Rekening Sekarang! Ini 5 Tanda Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Sudah Cair

Selasa, 27 Oktober 2026 01:00 WIB

Pakansari Rasa Si Jalak Harupat, Adam Alis Angkat Topi untuk Bobotoh

Senin, 26 Oktober 2026 21:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Tahu! 7 Penyebab Status ‘Exclude’ Bikin Bansos PKH & BPNT Gagal Cair Lengkap dengan Solusinya
  • Cek Rekening Sekarang! Ini 5 Tanda Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Sudah Cair
  • Pakansari Rasa Si Jalak Harupat, Adam Alis Angkat Topi untuk Bobotoh
  • Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi
  • Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana
  • Takut Malu Kena DNF? Mantan Miss Indonesia Diserbu Netizen Buntut Ricuh JRF 2026
  • Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne
  • Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Prof Susi Ungkap 5 Elemen Kemunduran Demokrasi dalam Negara, Salah Satunya Sentralisasi Kekuasaan

By Putra JuangSenin, 26 Februari 2024 10:07 WIB3 Mins Read
Guru Besar Hukum Tata Negara Universita Padjadjaran (Unpad), Prof Susi Dwi Harijanti. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Guru Besar Hukum Tata Negara Universita Padjadjaran (Unpad), Prof Susi Dwi Harijanti menyatakan, ada lima elemen yang menandakan kemunduran demokrasi dalam sebuah negara.

Kelimat elemen itu adalah constitutional amendment, the elimination of institutional checks, the centralization and politicization of executive power, the contraction or distortion of a shared public sphere, dan the elimination of political competition.

“Ginsburg didalam tulisannya mengatakan how to lose a constitutional democracy, dia katakan bagaimana sebuah demokrasi itu mundur, apa sih sinyal-sinyalnya, apa yang terjadi untuk memperlihatkan bahwa demokrasi di suatu negara itu mengalami kemunduran,” ucap Susi saat memberikan Kuliah Umum Perdana Departemen Hukum Tata Negara Unpad bertajuk ‘Pemilu 2024: Kemunduran Demokrasi?’, Senin (26/2/2024).

Susi menjelasan, pertama adalah adanya usaha-usaha untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap Undang-undang Dasar (UUD), tetapi perubahan itu bukanlah perubahan yang dipandang perlu.

Baca Juga:  Pembangakangan Konstitusi, Civitas Akademika Ilmu Politik Fisip Unpad Serukan Pernyataan Sikap

“Tetapi perubahan perubahan yang dianggap sebagai konsen-konsen sesaat, konsennya mereka-mereka yang punya kepentingan tertentu. Bukan konsen sebagian besar rakyat, bukan konsen dari satu generasi yang menurut mereka mungkin UUD perlu diubah dan ini memang materi perubahannya bukan merupakan konsen sesaat, tapi merupakan materi yang penting untuk kedepannya,” jelasnya.

Susi mengatakan, perubahan UUD tersebut hanya mengakomodasi kepentingan-kepentingan politik tapi tidak mengakomodasi kepentingan-kepentingan masyarakat banyak. Ia menyebut, Hungaria merupakan salah satu contoh nyata negara yang mengalami kemunduran demokrasi.

“Jadi banyak negara yang tadinya dia terpilih dari satu pemilhan umum yang demokratis, Hungaria itu adalah contoh nyata bagaimana pemimpinnya itu terpilih melalui satu pemilihan umum yang demokratis tetapi ketika terpilih lagi kemudian yang dia lakukan itu adalah justru memperlihatkan kemunduran demokrasi di negara itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Unpad Berhentikan Dokter PPDS Terduga Pelaku Pelecehan di RSHS Bandung

Kedua adalah instusi kelembagaan yang mempunyai fungsi untuk mengimbangi atau melakukan super visi kalau tidak dihapus, dilemahkan.

“Bagaimana Indonesia? Anda sudah tahu 2019 sudah keluar Undang-undang KPK dan itulah yang ditengarai dimulainya pelemahan KPK. KPK menjadi objek dari hak angket tetapi justru perubahannya itu didalam Undang-undang MD3 yaitu ketika UUD MD3 habis diuji di MK,” katanya.

Menurutnya, bahwa KPK menjadi objek angket bukan didalam Undang-undang KPK nya tetapi dalam Undang-undang MD3.

“Bahaya betul kalau lembaga lembaga independen itu kemudian menjadi objek dari hak angket,” ujarnya.

Ketiga adalah sentralisasi. Susi mengatakan, kekuasaan-kekuasaan eksekutif itu menjadi sangat tersentralisasi dan menjadi politisasi.

Baca Juga:  Film Tepatilah Janji Jadi Inspirasi Pemilih Cerdas di Pilkada Jabar

“Jadi politisasi dan sentralisasi dari kekuasaan-kekuasaan eksekutif,” imbuhnya.

Keempat, ruangan-ruangan publik itu menjadi mengecil. Dan kelima, tidak ada kompetisi politik yang sehat.

“Jadi semuanya mau diakomodasi jadi koalisi,” ungkapnya.

Susi menilai, jika kelima elemen ini ada dalam sebuah negara, maka dipastikan negera itu tengah mengalami kemunduran demokrasi.

“Bagaimana kondisi Indonesia saat ini? Anda tahu MKMK, anda tahu DKPP hasilnya Anwar Usman terbukti melanggar etik berat. Kemudian DKPP, ketua KPU terbukti melanggar etik, disanksi peringatan keras terakhir,” bebernya.

“Jadi ini semuanya kalau anda kaitkan tadi dengan elemen demokrasi atau pun juga tadi yang dari Ginsburg, ini menandakan kemunduran demokrasi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi

Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.