Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 13:41 WIB

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 13:08 WIB

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Rabu, 28 Oktober 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Projo Jabar Sebut Blunder Elit PDIP Bisa Pengaruhi Pilkada Serentak

By SusanaSenin, 6 Mei 2024 17:30 WIB2 Mins Read
Bendera Projo. Foto: Instagram.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Organisasi kemasyarakatan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Projo mengingatkan elit-elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dinilai terus mendeskreditkan Presiden Jokowi.

Sekjen DPD Projo Jawa Barat Dedi Barnadi menanggapi serius pernyataan-pernyataan elit PDIP yang terus mendiskreditkan Presiden Jokowi usai kalah pada perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tersebut.

“Ya harusnya elit-elit PDIP bisa intropeksi, jangan terus menyerang Pak Jokowi, mendiskreditkan Pak Jokowi, karena kan Pilpres sudah selesai, putusan MK (Mahkamah Konstitusi) sudah ada, itu final dan mengikat,” tegas Dedi, Senin (6/5/2024).

Dedi menegaskan bahwa proses Pilpres 2024 telah usai. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang.

Baca Juga:  Hari Guru Nasional, Jokowi Ingin Tingkatkan Kualitas SDM untuk Kemajuan Indonesia

Seharusnya, kata Dedi, elit PDIP jangan terus-terusan mendiskreditkan Jokowi karena menurutnya hal itu hanya persepsi seakan-akan Jokowi yang membuat jagoan PDIP kalah di Pilpres 2024.

“Sebetulnya Pak Jokowi kan gak ngapa-ngapain, terus itu hanya persepsi yang mereka miliki. Sehingga, seakan-seakan Pak Jokowi yang membuat mereka kalah, padahal kan sudah selesai ya semuanya,” bebernya.

Apabila hal itu terus terjadi, Dedi pun mengingatkan elit PDIP untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya.

“Kalau saja elit-elit PDIP terus mendiskreditkan Pak Jokowi, jangan sampai melakukan blunder kedua kalinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Temui Joe Biden, Jokowi Bawa Misi Perdamaian Gaza dari KTT OKI

Karena menurutnya, blunder dan kesalahan elit PDIP itu bisa berakibat fatal pada Pilkada serentak November 2024 mendatang.

“Kan yang kita tau tingkat kepuasan Pak Jokowi itu 70-80 persen sampai dengan hari ini, terus jangan sampai ketika Pak Jokowi didiskreditkan oleh elit-elit PDIP maka akan berpengaruh terhadap Pilkada serentak nanti,” bebernya.

“Jadi harus intropeksi, evaluasi diri, jangan sampai melakukan kesalahan dua kali, kan elit-elit PDIP terus-terusan mendiskreditkan Pak Jokowi,” sambung Dedi menegaskan.

Dedi juga menyatakan bahwa DPC Projo se-Jabar juga memiliki pandangan yang sama dengan DPD Projo Jabar.

Baca Juga:  Soal Boleh Kampanye, Ketua KPU Sebut Jokowi hanya Menyampaikan Pasal dalam UU

“Suara-suara DPC Projo di 27 kabupaten/kota di Jabar juga sama, mereka meminta agar elit PDIP tidak terus mendeskreditkan Pak Jokowi,” tegasnya lagi.

Dedi mengingatkan bahwa mereka yang berada di 70-80 persen puas atas kinerja Jokowi itu, tidak akan berdiam diri jika panutannya itu terus didiskreditkan.

“Intinya jangan sampai PDIP melakukan kesalahan dua kali, udah mah kalah di Pilpres, masa dengan kegaduhan itu, menghina Pak Jokowi itu, bisa saja kan yang 70-80 persen puas dengan kinerja Pak Jokowi akan berbalik arah tidak akan memilih calon kepala daerah yang dicalonkan PDI,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jabar jokowi PDIP pilkada
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.