Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

RSHS Bandung Klarifikasi Insiden Bayi Nyaris Tertukar, Akui Ada Kekeliruan Petugas

Kamis, 16 April 2026 10:29 WIB

Dugaan Skandal Oknum Guru Besar Unpad: Mahasiswi Jadi Sasaran Pesan Tak Pantas, Minta Foto Bikini?

Kamis, 16 April 2026 09:59 WIB

Kasus Kekerasan Verbal di FHUI: 16 Mahasiswa Resmi Dinonaktifkan Sementara

Kamis, 16 April 2026 09:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • RSHS Bandung Klarifikasi Insiden Bayi Nyaris Tertukar, Akui Ada Kekeliruan Petugas
  • Dugaan Skandal Oknum Guru Besar Unpad: Mahasiswi Jadi Sasaran Pesan Tak Pantas, Minta Foto Bikini?
  • Kasus Kekerasan Verbal di FHUI: 16 Mahasiswa Resmi Dinonaktifkan Sementara
  • Harga Emas Antam Hari Ini 16 April 2026: Momen “Serok” Saat Grafik Melandai di Angka Rp 2,8 Jutaan
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
  • Rahasia Persib Bandung Kokoh di Puncak: Barba Targetkan Clean Sheet dan Ukir Sejarah Baru
  • Jangan Sampai Ketinggalan! Kode FF Hari Ini Bisa Bikin Akun Auto Sultan
  • Jelang Lawan Dewa United, Persib Dihantui Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Proyek Rp8 Triliun! Jalur Kereta Jakarta–Pangandaran Siap Dibangun Tanpa Pembebasan Lahan

By SusanaMinggu, 9 November 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Tiket Kereta Api
Kereta Api. Foto: Daop 2 Bandung
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tengah menyiapkan proyek besar pengembangan jalur kereta api yang menghubungkan Jakarta–Banjar hingga Pangandaran.

Proyek strategis ini ditujukan untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa anggaran sekitar Rp8 triliun telah disiapkan melalui APBD Provinsi Jabar bersama investasi dari kabupaten/kota serta PT KAI.

Pendanaan tersebut akan difokuskan pada peningkatan rel, penguatan sistem sinyal, hingga modifikasi rangkaian kereta.

Baca Juga:  Aspirasi Tak Digubris Dedi Mulyadi, Pekerja Pariwisata Siap Gelar Aksi Jilid 2

“Pemprov dan PT KAI akan menginvestasikan anggaran bersama. Saya juga akan mengajak pemerintah kabupaten/kota karena proyek ini menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dedi, Jumat (7/11/2025).

Meningkatkan Teknologi Jalur yang Sudah Ada

Menurut Dedi, proyek ini tidak membangun rel baru, melainkan meningkatkan kualitas jalur eksisting. Fokus utamanya meliputi:

  • Penguatan sinyal dan sistem komunikasi
  • Perbaikan bantalan dan rel
  • Pembaruan lokomotif dan rangkaian kereta
  • Penguatan bantaran jalur
Baca Juga:  Dedi Mulyadi Goda Politisi Malaysia Berparas Cantik, Candaan Lamaran Bikin Heboh

“Jalur yang sekarang digunakan ditingkatkan teknologinya. Sinyalnya diperkuat, rel dan bantarannya dikokohkan, keretanya diperbarui. Jadi bukan teknologi baru, tapi peningkatan teknologi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pembebasan lahan pemukiman, karena seluruh pengembangan memanfaatkan jalur yang sudah ada.

Mempercepat Waktu Tempuh Jakarta–Pangandaran

Dedi menilai peningkatan jalur ini menjadi kunci memangkas waktu perjalanan yang selama ini cukup panjang menuju kawasan wisata selatan Jabar.

“Rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Bandung 1,5 jam, Bandung–Banjar sekitar 4 jam, dan Banjar–Pangandaran 30 menit. Nantinya bisa disesuaikan tergantung kebutuhan,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini 4 Tempat Wisata di Jabar yang Disegel Dedi Mulyadi

Jalur Jakarta–Bandung tetap dipertahankan sebagai bagian dari rute wisata yang menjadi penggerak ekonomi. Pengembangan jalur hingga Pangandaran diharapkan dapat mendorong arus barang dan mobilitas warga di sepanjang Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.

“Ini akan membuka konektivitas baru, memperlancar mobilitas barang dan orang, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa Barat,” kata Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi infrastruktur transportasi jabar jalur kereta selatan jabar kereta pangandaran proyek kereta jakarta banjar pangandaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

RSHS Bandung Klarifikasi Insiden Bayi Nyaris Tertukar, Akui Ada Kekeliruan Petugas

Dugaan Skandal Oknum Guru Besar Unpad: Mahasiswi Jadi Sasaran Pesan Tak Pantas, Minta Foto Bikini?

Kasus Kekerasan Verbal di FHUI: 16 Mahasiswa Resmi Dinonaktifkan Sementara

Viral! Guru Besar Unpad Diduga Minta Foto Tak Senonoh ke Mahasiswi Exchange

Promo Bank BJB Bikin Untung, Bayar Tagihan Dapat Bonus Internet

Kirim Uang Lebih Murah, Nasabah Bank BJB Bisa Dapat Voucher Rp500 Ribu

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.