Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buka Saat Orang Tidur, Perkedel Bondon Malah Diserbu! Kuliner Legend Bandung Ini Bikin Rela Antre

Rabu, 26 Agustus 2026 17:31 WIB
MBG

BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 16:49 WIB

Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok

Rabu, 26 Agustus 2026 16:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buka Saat Orang Tidur, Perkedel Bondon Malah Diserbu! Kuliner Legend Bandung Ini Bikin Rela Antre
  • BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla
  • Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok
  • Bukan Dijual! Persija Kirim Dani Ibrohim ke Deltras FC, Targetnya Bikin Bek Muda Makin Ganas
  • BPNT Agustus 2026 Cair? Cek NIK KTP Sekarang, Ini Status Penerima Tahap 3
  • Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan
  • Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026
  • Barros Terpaksa Jadi Penonton, Tapi Tekad Persib Lolos ACL Two Tak Boleh Padam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Proyek Rp8 Triliun! Jalur Kereta Jakarta–Pangandaran Siap Dibangun Tanpa Pembebasan Lahan

By SusanaMinggu, 9 November 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Tiket Kereta Api
Kereta Api. Foto: Daop 2 Bandung
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tengah menyiapkan proyek besar pengembangan jalur kereta api yang menghubungkan Jakarta–Banjar hingga Pangandaran.

Proyek strategis ini ditujukan untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa anggaran sekitar Rp8 triliun telah disiapkan melalui APBD Provinsi Jabar bersama investasi dari kabupaten/kota serta PT KAI.

Pendanaan tersebut akan difokuskan pada peningkatan rel, penguatan sistem sinyal, hingga modifikasi rangkaian kereta.

Baca Juga:  Soal Tragedi Garut, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Terlibat dan Siap Diperiksa

“Pemprov dan PT KAI akan menginvestasikan anggaran bersama. Saya juga akan mengajak pemerintah kabupaten/kota karena proyek ini menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dedi, Jumat (7/11/2025).

Meningkatkan Teknologi Jalur yang Sudah Ada

Menurut Dedi, proyek ini tidak membangun rel baru, melainkan meningkatkan kualitas jalur eksisting. Fokus utamanya meliputi:

  • Penguatan sinyal dan sistem komunikasi
  • Perbaikan bantalan dan rel
  • Pembaruan lokomotif dan rangkaian kereta
  • Penguatan bantaran jalur
Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritik Kurangnya Kepekaan Kepala Desa

“Jalur yang sekarang digunakan ditingkatkan teknologinya. Sinyalnya diperkuat, rel dan bantarannya dikokohkan, keretanya diperbarui. Jadi bukan teknologi baru, tapi peningkatan teknologi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pembebasan lahan pemukiman, karena seluruh pengembangan memanfaatkan jalur yang sudah ada.

Mempercepat Waktu Tempuh Jakarta–Pangandaran

Dedi menilai peningkatan jalur ini menjadi kunci memangkas waktu perjalanan yang selama ini cukup panjang menuju kawasan wisata selatan Jabar.

“Rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Bandung 1,5 jam, Bandung–Banjar sekitar 4 jam, dan Banjar–Pangandaran 30 menit. Nantinya bisa disesuaikan tergantung kebutuhan,” tuturnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

Jalur Jakarta–Bandung tetap dipertahankan sebagai bagian dari rute wisata yang menjadi penggerak ekonomi. Pengembangan jalur hingga Pangandaran diharapkan dapat mendorong arus barang dan mobilitas warga di sepanjang Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.

“Ini akan membuka konektivitas baru, memperlancar mobilitas barang dan orang, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa Barat,” kata Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MBG

BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla

Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok

BPNT Agustus 2026 Cair? Cek NIK KTP Sekarang, Ini Status Penerima Tahap 3

Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026

Siap Tambah Anggaran Karhutla Kalimantan, Menkeu Purbaya: Asal Jangan Di-mark Up!

Orang Tua Siswa Dukung Relokasi SDN 026 Bojongloa, Berharap Tetap Belajar di SDN 148

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.