Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 06:00 WIB

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

Rabu, 29 Juli 2026 05:00 WIB

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Rabu, 29 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
  • Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!
  • Gila! Penalti Gagal Tak Bikin Menyerah, Balsa Sekulic Cetak Gol Penentu Persib Lolos Semifinal
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSHS Bandung Klarifikasi Insiden Bayi Nyaris Tertukar, Akui Ada Kekeliruan Petugas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 16 April 2026 10:29 WIB2 Mins Read
Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden bayi milik Ny. NS yang sempat diserahkan kepada orang lain di ruang NICU.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat kekeliruan petugas di tengah situasi pelayanan.

Rachim menjelaskan, bayi Ny. NS awalnya datang ke IGD pada 5 April 2026 dengan kondisi kuning, kemudian dirawat di ruang NICU selama beberapa hari hingga kondisinya membaik dan dinyatakan boleh pulang pada 8 April 2026.

Sebelum proses kepulangan, petugas telah melakukan edukasi serta identifikasi ulang terhadap bayi.

Namun, saat proses serah terima berlangsung, terjadi situasi yang tidak terduga.

“Pada saat petugas akan menyerahkan bayi kepada Ny. NS, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ujarnya.

Di saat bersamaan, terdapat dua pasien bayi yang akan dipulangkan dalam satu ruangan, serta terjadi distraksi karena komunikasi dengan keluarga pasien lain.

“Dalam kondisi tersebut, petugas secara tidak sengaja menyerahkan bayi Ny. NS kepada ibu dari pasien lain,” jelasnya.

Rachim menegaskan, kekeliruan tersebut tidak berlangsung lama dan segera disadari oleh petugas sebelum bayi dibawa keluar dari ruang NICU.

“Petugas segera menyadari kekeliruan tersebut dan mengambil kembali bayi dari ibu pasien lain, kemudian menyerahkannya kepada Ny. NS,” katanya.

Ia menambahkan, permasalahan tersebut saat itu telah diselesaikan di lokasi disertai permohonan maaf kepada pihak keluarga.

Setelah kejadian tersebut viral di media sosial, pihak rumah sakit langsung melakukan langkah lanjutan dengan membentuk tim internal dan melakukan klarifikasi kepada keluarga pasien.

Pertemuan antara pihak rumah sakit dan Ny. NS dilakukan pada 9 April 2026.

“Dalam pertemuan tersebut, Ny. NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan,” ujar Rachim.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski demikian, RSHS mengakui adanya kekeliruan dalam prosedur dan telah mengambil langkah tegas terhadap petugas yang terlibat.

“Terkait petugas yang terlibat, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelayanan,” tegasnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan serta membuka diri terhadap evaluasi lebih lanjut.

RSHS juga membantah isu lain yang berkembang di masyarakat terkait dugaan praktik ilegal dalam insiden tersebut.

“Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” kata Rachim.

Ia memastikan, pihak rumah sakit akan terus melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan demi menjamin keamanan pasien.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bayi Nyaris Tertukar berita bandung Klarifikasi RSHS pelayanan rumah sakit RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.