Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RSHS Bandung Klarifikasi Insiden Bayi Nyaris Tertukar, Akui Ada Kekeliruan Petugas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 16 April 2026 10:29 WIB2 Mins Read
Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden bayi milik Ny. NS yang sempat diserahkan kepada orang lain di ruang NICU.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat kekeliruan petugas di tengah situasi pelayanan.

Rachim menjelaskan, bayi Ny. NS awalnya datang ke IGD pada 5 April 2026 dengan kondisi kuning, kemudian dirawat di ruang NICU selama beberapa hari hingga kondisinya membaik dan dinyatakan boleh pulang pada 8 April 2026.

Sebelum proses kepulangan, petugas telah melakukan edukasi serta identifikasi ulang terhadap bayi.

Namun, saat proses serah terima berlangsung, terjadi situasi yang tidak terduga.

Baca Juga:  Dokter PPDS Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup Usai Diduga Perkosa Penunggu Pasien RSHS Bandung

“Pada saat petugas akan menyerahkan bayi kepada Ny. NS, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ujarnya.

Di saat bersamaan, terdapat dua pasien bayi yang akan dipulangkan dalam satu ruangan, serta terjadi distraksi karena komunikasi dengan keluarga pasien lain.

“Dalam kondisi tersebut, petugas secara tidak sengaja menyerahkan bayi Ny. NS kepada ibu dari pasien lain,” jelasnya.

Rachim menegaskan, kekeliruan tersebut tidak berlangsung lama dan segera disadari oleh petugas sebelum bayi dibawa keluar dari ruang NICU.

“Petugas segera menyadari kekeliruan tersebut dan mengambil kembali bayi dari ibu pasien lain, kemudian menyerahkannya kepada Ny. NS,” katanya.

Baca Juga:  Longsor di TPU Nagrog, Delapan Makam Direlokasi Demi Keamanan

Ia menambahkan, permasalahan tersebut saat itu telah diselesaikan di lokasi disertai permohonan maaf kepada pihak keluarga.

Setelah kejadian tersebut viral di media sosial, pihak rumah sakit langsung melakukan langkah lanjutan dengan membentuk tim internal dan melakukan klarifikasi kepada keluarga pasien.

Pertemuan antara pihak rumah sakit dan Ny. NS dilakukan pada 9 April 2026.

“Dalam pertemuan tersebut, Ny. NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan,” ujar Rachim.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski demikian, RSHS mengakui adanya kekeliruan dalam prosedur dan telah mengambil langkah tegas terhadap petugas yang terlibat.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Anggaran Pendidikan Jawa Barat Sudah Lampaui Amanat Undang-Undang

“Terkait petugas yang terlibat, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelayanan,” tegasnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan serta membuka diri terhadap evaluasi lebih lanjut.

RSHS juga membantah isu lain yang berkembang di masyarakat terkait dugaan praktik ilegal dalam insiden tersebut.

“Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” kata Rachim.

Ia memastikan, pihak rumah sakit akan terus melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan demi menjamin keamanan pasien.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.