Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Kamis, 13 Agustus 2026 19:18 WIB

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Puasa di Bulan Sya’ban, Antara yang Bid’ah dan Sunnah

By Putra JuangRabu, 5 Februari 2025 03:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi niat puasa tarwiyah dan arafah. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap kali bulan Syaban tiba, muncul perbincangan mengenai keutamaan berpuasa di bulan ini, terutama pada pertengahan bulan atau yang dikenal dengan Nisfu Syaban.

Dikutip dari laman Muhammadiyah, salah satu dalil yang kerap dikutip adalah hadis riwayat Ibnu Majah dari Ali Ra yang berbunyi:

إذا كانَتْ ليلةُ النِّصْفِ من شَعْبانَ قُومُوا لَيْلَها وصُومُوا نَهارَها

“Jika ada malam Nisfu Syaban maka dirikanlah (ibadahlah) di malamnya dan puasalah di siang harinya.”

Namun, para ulama bersepakat bahwa hadis ini berderajat dhaif (lemah). Salah satu rawinya dikenal sebagai pemalsu hadis, sehingga riwayat ini tidak dapat dijadikan dasar dalam beribadah.

Dengan demikian, anggapan adanya kewajiban atau anjuran khusus untuk berpuasa di pertengahan Syaban tidak memiliki landasan yang kuat dalam Islam.

Meski begitu, puasa di bulan Syaban tetap memiliki keutamaan berdasarkan hadis-hadis shahih. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah Ra berkata:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَصُومُ حتَّى نَقُولَ: لا يُفْطِرُ، ويُفْطِرُ حتَّى نَقُولَ: لا يَصُومُ، فَما رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلَّا رَمَضَانَ، وما رَأَيْتُهُ أكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ

“Dari Siti Aisyah ra berkata: “Rasulullah berpuasa hingga kami menyangka Ia berbuka, dan berbuka hingga kami menyangka Ia tidak berpuasa dan aku tidak pernah melihat Rasul menyempurnakan puasanya satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Rasul memperbanyak puasanya daripada berpuasa di bulan Syaban”.

Hadis lain dari riwayat an-Nasai juga menguatkan bahwa Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Syaban, meskipun tidak secara penuh.

لقد كانَت إحدانا تُفطِرُ في رَمضانَ ، فما تقدرُ على أن تقضيَ حتَّى يدخلَ شعبانُ ، وما كانَ رسولُ اللَّهِ يصومُ في شَهْرٍ ما يصومُ في شعبانَ ، كانَ يصومُهُ كُلَّهُ إلَّا قليلًا بل كانَ يصومُهُ كُلَّهُ

“Salah satu dari kami biasa berbuka di bulan Ramadhan, dan tidak mampu untuk mengqadha puasa tersebut hingga masuk bulan Syaban. Rasulullah tidak berpuasa di bulan mana pun seperti yang beliau berpuasa di bulan Syaban, beliau berpuasa sepanjang bulan itu kecuali sedikit.”

Berdasarkan dua riwayat ini, Rasulullah melakukan puasa di bulan Syaban dengan dua metode. Pertama, beliau kadang berpuasa sebulan penuh.

Kedua, beliau kadang tidak berpuasa penuh, tetapi tetap lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lain. Dengan pendekatan jam’u wa at-taufiq (kompromi antara dalil-dalil yang tampak berbeda), maka dapat disimpulkan bahwa seorang muslim boleh menjalankan puasa di bulan Syaban dengan dua pilihan:

Berpuasa sebulan penuh seperti yang pernah dilakukan Rasulullah

Memperbanyak puasa tanpa harus sebulan penuh, misalnya dengan puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, atau bahkan puasa Dawud.

Namun, penting untuk dicatat bahwa memperbanyak puasa di bulan Syaban tidak berarti menciptakan aturan baru, seperti mewajibkan puasa selama sepekan penuh tanpa dalil yang jelas. Praktik ini berisiko mengada-adakan ibadah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Terkait hadis riwayat an-Nasai yang menyatakan Rasulullah berpuasa penuh selama Syaban, terdapat pendapat yang menjelaskan bahwa ungkapan “berpuasa penuh” dalam tradisi Arab sering kali tidak bermakna harfiah.

Sebagaimana orang Arab biasa mengatakan “semalaman penuh”, padahal maksudnya hanyalah sebagian besar malam. Hal ini lebih menggambarkan intensitas daripada durasi mutlak.

Berdasarkan kajian tersebut, tidak ada ibadah khusus dalam Nisfu Syaban seperti puasa di pertengahan bulan, Yasinan, atau ritual tertentu yang tidak memiliki dasar kuat dalam sunnah.

Yang dianjurkan hanyalah memperbanyak puasa di bulan Syaban sesuai dengan contoh Rasulullah, baik dengan sebulan penuh atau dengan pola puasa sunnah yang telah ada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bid'ah Bulan Syaban Nisfu Syaban puasa Sunnah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb

Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux

Rayakan HUT ke-81 RI, Bandros Cuma Rp81 Selama 16-17 Agustus 2026

Rekam Jejak Clareesya: Kreator Bakat Paruh Waktu, Ratu Panggung, dan Badai ‘Gaya Takbir’

Kode Redeem FF

Kode Redeem FF 13 Agustus 2026 Terbaru, Klaim Gratis Skin dan Bundle HUT RI

Pramuka

Panduan Chord Gitar dan Lirik Hymne dan Mars Pramuka: Resonansi Janji Pandu Menuju Indonesia Emas

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.