Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Ungkap Alasan Sekolah Swasta Populer Absen dari Program Gratis Jabar

By Putra JuangSelasa, 14 Juli 2026 13:04 WIB1 Min Read
Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Program sekolah swasta gratis yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat rupanya tak bisa mencakup seluruh sekolah. Sejumlah sekolah swasta ternama memilih absen dari program ini karena besaran bantuan yang dinilai jauh dari biaya operasional ideal.

Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang, membeberkan bahwa hitungan ideal komponen biaya pendidikan untuk satu orang siswa sebenarnya mencapai Rp10 juta. Namun, anggaran Pemprov Jabar saat ini baru mampu menanggung sekitar Rp2,7 juta per siswa.

“Kalau ditambah dana BOS sekitar Rp1,4 juta, total yang ditanggung baru sekitar Rp4,1 sampai Rp4,2 juta per anak. Memang belum ideal,” kata Rafael saat ditemui di Bandung, Selasa (14/7/2026).

Kondisi anggaran yang terbatas ini membuat Pemprov tidak bisa memaksakan seluruh sekolah swasta untuk ikut serta. Sekolah-sekolah dengan biaya operasional tinggi—seperti Pasundan 1—dipersilakan mengambil sikap untuk tidak bergabung.

“Yang tidak mau ya tidak ikut program itu, yang mau ya ikut. Sekolah seperti Pasundan 1 kan biayanya lumayan besar, jadi mereka merasa komponen itu cukup berat. Memang diberikan kebebasan kepada sekolah,” tandasnya. 

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Jabar Rafael Situmorang sekolah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.