Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kecewa Tiga Kali Antre Tak Kebagian Bensin, Ibu Muda di Tasikmalaya Ngamuk di SPBU

Selasa, 11 Agustus 2026 09:14 WIB

Remaja Ini Tuli Mendadak Usai 4 Jam Dengarkan Suara Jangkrik

Selasa, 11 Agustus 2026 09:02 WIB
Game Free Fire

Baru Rilis! Kode Redeem FF 11 Agustus 2026, Ada Skin SG2 M1887 dan Emote Langka

Selasa, 11 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kecewa Tiga Kali Antre Tak Kebagian Bensin, Ibu Muda di Tasikmalaya Ngamuk di SPBU
  • Remaja Ini Tuli Mendadak Usai 4 Jam Dengarkan Suara Jangkrik
  • Baru Rilis! Kode Redeem FF 11 Agustus 2026, Ada Skin SG2 M1887 dan Emote Langka
  • Igor Tolic Bongkar Alasan Persib Pilih Bali, Ada Misi Penting Hadapi Sabah FC
  • Jangan Ngaku Foodie Kalau Belum Coba 5 Burger Favorit di Bandung Ini
  • Catat! Ini Daftar Bansos Agustus 2026, Ada Bantuan hingga Puluhan Kilogram Beras
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 11 Agustus 2026: Intip Cara Berburu Ratusan Ribu via DANA Kaget!
  • Kode Redeem FF Hari Ini 11 Agustus 2026: Klaim Reward Skin Lengendaris dan SG2 Gratis!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Remaja Ini Tuli Mendadak Usai 4 Jam Dengarkan Suara Jangkrik

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 09:02 WIB2 Mins Read
Jangkrik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suara alam tidak selamanya ramah bagi indra pendengaran. Seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Yang, warga Ningbo, Zhejiang, harus berurusan dengan masalah medis usai menghabiskan waktu berkemah di area hutan pada awal Juli lalu, sebagaimana dilaporkan Shandian News.

Saat berkegiatan di siang hari, Yang berada di tengah riuhnya suara jangkrik hutan selama empat jam nonstop tanpa menggunakan pelindung telinga. Dampaknya baru terasa ketika malam tiba. Telinganya mendadak terasa penuh dan membengkak, hingga ia kehilangan kemampuan mendengar bunyi bernada tinggi seperti nada dering ponsel maupun kicauan burung.

Melansir SCMP, hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa Yang menderita gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan (noise-induced hearing loss). Beruntung, kondisinya bersifat sementara dan pendengarannya berangsur pulih setelah menjalani perawatan serta mengisolasi diri dari tempat bising selama dua minggu.

Fenomena ini rupanya bukan hal baru. Li Ji, dokter senior di Departemen Otolaringologi RS Afiliasi No. 1 Ningbo University, mengungkapkan bahwa kasus serupa kerap berulang setiap kali musim panas tiba.

“Banyak orang keliru percaya bahwa suara alam tidak berbahaya bagi telinga mereka,” kata Li.

Li memaparkan bahwa seekor jangkrik umumnya hanya mengeluarkan tingkat kebisingan sekitar 70 desibel—angka yang masih aman bagi organ pendengaran. Namun, situasi berubah drastis ketika ribuan jangkrik bersuara secara kolosal. Intensitas suaranya bisa melonjak hingga 85 desibel, yang merupakan ambang batas awal pemicu kerusakan telinga.

“Sel-sel rambut di koklea dapat mengalami edema akibat iritasi dari suara keras dalam durasi yang relatif singkat. Biasanya, sel-sel tersebut pulih setelah menghindari lingkungan yang bising dan beristirahat selama 1-2 minggu,” kata Li.

Ia menekankan agar masyarakat tidak meremehkan gejala awal, sebab dampak jangka panjangnya bisa sangat fatal jika saraf telinga sudah terlanjur mati.

“Namun, jika sel-sel rambut mengalami nekrosis, sel-sel tersebut tidak dapat beregenerasi. Gangguan pendengaran yang dihasilkan bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan, sehingga pasien harus bergantung pada alat bantu dengar untuk membantu pendengaran,” tambahnya.

Kondisi permanen inilah yang dialami Liu, seorang pekerja pemangkas pohon berusia 60-an. Selama 12 tahun berturut-turut dari bulan Juni hingga Agustus, Liu terus-menerus terpapar dengung jangkrik saat bekerja. Akibatnya, ia kini menderita tinnitus (telinga berdenging kronis) serta kehilangan kemampuan merespons suara berfrekuensi rendah secara permanen.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Unik Kesehatan Telinga Noise Induced Hearing Loss Suara Jangkrik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Baru Rilis! Kode Redeem FF 11 Agustus 2026, Ada Skin SG2 M1887 dan Emote Langka

Jangan Ngaku Foodie Kalau Belum Coba 5 Burger Favorit di Bandung Ini

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 11 Agustus 2026: Intip Cara Berburu Ratusan Ribu via DANA Kaget!

Kode Redeem FF Hari Ini 11 Agustus 2026: Klaim Reward Skin Lengendaris dan SG2 Gratis!

Mantan Aktris Cilik Dea Imut Resmi Menikah dengan Mazaki Ahmad, Mahar Rp2.921.996 Viral

Indonesia Tak Kebagian Gerhana Matahari Total 2026, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live Streaming

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.